Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Jual Beli Anjing, Bolehkah? | rumahfiqih.com

Jual Beli Anjing, Bolehkah?

Thu 14 September 2006 05:36 | Muamalat | 6.258 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pak Ustaz, saya mewakili salah seorang teman yang sangat penasaran mengenai halal haramnya uang yang didapat dari hasil jual beli anjing.

Yang ingin saya tanyakan, apakah ada ayat Al-Quran/Hadits yang menyatakan bahwa uang yang didapat dari hasil jual beli anjing merupakan uang haram, taz? Karena seperti yang saya dan teman saya ketahui anjing merupakan hewan yang diharamkan untuk dimakan ataupun apabila kita terkena air liurnya, maka harus secepatnya bersuci. Tetapi apabila diperjualbelikan apakah kegiatan yang dilakukan tersebut juga termasuk kegiatan yang diharamkan oleh Allah SWT?

Sangat berterimakasih sekali apabila pak Ustaz bersedia membantu kami dalam hal ini.

Wassalamualaikum,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Keharaman jual beli anjing tidak secara langsung disebutkan di dalam nash syariah, baik di dalam Al-Quran maupun di dalam hadits nabawi. Tetapi keharamannya ditetapkan berdasarkan kenajisannya, yang ternyata memang ada sedikit khilaf dalam ijtihad para ulama, setelah melihat berbagai macam dalil dan logika fiqih.

Kita memang punya hadits shahih yang secara tegas menyebutkan najisnya air liur anjing, di mana para ulama sepakat menerima hadits ini.

Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sucinya wadah kalian yang diminum oleh anjing adalah dengan mencucinya 7 kali, salah satunya dengan tanah." (HR Muslim dan Tirmizi)

Namun ketika membahas apakah hanya air liurnya saja yang najis ataukah seluruh tubuh anjing termasuk najis, para ulama berbeda pendapat.

Mazhab Maliki mengatakan tidak ada dalil yang secara sharih menyebutkan najisnya tubuh anjing, kecuali hanya air liurnya saja berdasarkan hadits ini.

Namun sebaliknya, logika yang dikembangkan mazhab Asy-Syafi'i sedikit berbeda. Memang benar hadits ini hanya menyebutkan kenajisan air liur saja. Namun logika kita akan mengatakan bahwa air liur itu bila bercampur dengan benda lain, pastilah benda lain itu ikut najis juga. Dan air liur itu sumbernya dari perut, maka benda apapun yang berasal dari perut seharusnya najis juga. Maka seharusnya bukan hanya air liurnya saja yang najis, tetapi tubuh anjing termasuk daging, tulang, darah, kulit, bulu dan keringat, semuanya tumbuh dari makanan yang tempatnya di perut. Maka hukumnya najis.

Sampai di sini kita tahu bahwa ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang kenajisan tubuh anjing.

Kemudian kalau kita kaitkan dengan keharaman jual beli anjing, para ulama mensyaratkan kesucian barang yang diperjual-belikan. Artinya, jual beli itu harus berupa barang yang tidak najis. Kalau suatu barang hukumnya najis, maka tidak boleh diperjual-belikan.

Dan sebagaimana kita tahu bahwa jual beli darah, khamar, bangkai, babi dan semua benda najis hukumnya haram. Karena anjing dianggap juga hewan najis oleh mazhab ini, maka hukum memperjual-belikannya ikut jadi haram juga. Demikian sekilas logika atau ijtihad para ulama ketika mengharamkan jual beli anjing.

Sebaliknya, buat para ulama yang tidak menganggap semua tubuh anjing itu najis, maka jual beli anjing halal-halal saja.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Ahli Sunnah wal Jamaah, yang Mana?
12 September 2006, 07:27 | Aqidah | 7.043 views
Dengan Mesin Waktu Kembali ke Masa Lampau, Benarkah?
12 September 2006, 07:23 | Kontemporer | 6.433 views
Sholat Iedul Fithri, di Masjid atau di Lapangan?
12 September 2006, 03:07 | Shalat | 5.993 views
Roh Saja atau Roh dan Jasad yang di-Isra mirajkan
12 September 2006, 02:56 | Aqidah | 6.406 views
Haramkah KB Suntik dan Pil?
11 September 2006, 02:26 | Wanita | 6.155 views
Tulisan Basmalah pada Rumah Fir'aun Menunda Murka Allah?
8 September 2006, 04:15 | Aqidah | 7.146 views
Tafsir Al-Anbiya Ayat 7
8 September 2006, 04:11 | Quran | 6.440 views
Puasa yang Diharamkan
7 September 2006, 02:46 | Puasa | 6.449 views
Siapakah yang Menikahkan Anak Perempuan Hasil Zina atau Perkosaan?
7 September 2006, 02:37 | Nikah | 7.215 views
Hutang Puasa Bisakah Dibayar setelah Ramadhan Berikutnya?
7 September 2006, 00:00 | Puasa | 5.821 views
Islam Tanpa Syariat Versi Islam Liberal, Oriantalis, dan Mu'tazillah
6 September 2006, 01:04 | Kontemporer | 5.973 views
Menikah tanpa Ridha Orang Tua
6 September 2006, 00:55 | Nikah | 5.884 views
Pakaian Bidan
6 September 2006, 00:53 | Wanita | 5.374 views
Status Harta Warisan
6 September 2006, 00:47 | Mawaris | 5.467 views
Cara Menguburkan Tembuni (Ari-Ari) secara Syar'i
6 September 2006, 00:41 | Kontemporer | 11.739 views
Masih Haramkah Poliandri Setelah Ditemukannya Test DNA?
6 September 2006, 00:39 | Nikah | 5.810 views
Keluarkah Saya dari Islam?
5 September 2006, 04:59 | Aqidah | 5.730 views
Sebenarnya Dimana Allah Itu?
5 September 2006, 04:57 | Aqidah | 14.843 views
Islam Keturunan, Haruskah Syahadat?
4 September 2006, 07:27 | Aqidah | 12.139 views
Kenapa Syiah yang Paling Berani Menentang Israel?
1 September 2006, 04:33 | Umum | 9.854 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,209,956 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

9-12-2019
Subuh 04:07 | Zhuhur 11:47 | Ashar 15:13 | Maghrib 18:03 | Isya 19:17 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img