Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Tidak Ada Label Halalnya, Haramkah? | rumahfiqih.com

Tidak Ada Label Halalnya, Haramkah?

Wed 29 May 2013 23:48 | Kuliner | 10.005 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr. wb.

Ustadz yang dimuliakan ALLAH, saya mau bertanya, bagaimanakah hukumnya makananan yang tidak ada label halalnya? Soalnya teman saya pernah bilang kalau mau beli makanan musti lihat label halalnya. Yang saya tahu makanan haram itu seperti babi, darah, dan bangkai. Apa makanan yang tidak ada label halalnya dari MUI juga tidak boleh dimakan?

Wassalamualaikum,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Niat baik institusi yang mengeluarkan label halal patut diacungi jempol. Sebab tujuannya pasti untuk melindungi umat Islam dari mengkonsumsi produk yang diharamkan. Lantaran masalah kehalalan produk sekarang ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Dengan adanya pelabelan produk halal, masyarakat jadi sangat terbantu untuk lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi produk yang pasti kehalalannya. Tidak ada lagi keraguan di dalamnya, lantaran sudah ada lembaga yang menjamin kehalalannya.

Ini merupakan kemajuan pesat dan prestasi tersendiri dari kalangan umat Islam, lantaran ada kesadaran meluas untuk mengkonsumsi produk halal.

Kaidah Hukum

Namun kalau kita bicara tentang hukum dan aturan mainnya secara logika fiqih, memang agak sedikit berbeda pendekatannya.

Pertama, bahwa dalam tata hukum Islam kita memiliki aturan bahwa dasar dari segala sesuatu adalah halal. Kalau kita meminjam logika label halal, akan tertanam di benak masyarakat bahwa yang halal hanya yang ada label halalnya saja, sedangkan yang tidak ada label halalnya hukumnya menjadi haram.

Ini yang perlu dicermati dengan teliti. Sebab tidak berarti segala produk makanan yang tidak ada label halalnya lantas hukumnya pasti haram. Hanya saja belum ada penelitian tentang kepastian halalnya. Kita tidak bisa mengubah suatu hukum hanya dengan asumsi, tetapi harus dengan penelitian yang pasti.

Kaidah fiqhiyah yang bisa kita terapkan adalah bahwa pada dasarnya segala jenis makanan itu halal. Al-ashlu fil asy-yaa'i al-ibahah (hukum dasar segala sesuatu adalah halal).

Maka semua makanan itu pada dasarnya halal. Hukumnya baru berubah menjadi haram setelah ada sebuah penyelidikan yang memastikan bahwa makanan itu mengandung unsur haram. Tidak bisa hanya dengan menggunaan asumsi. Sekedar menghindari dari mengkonsumsi produk yang belum berlabel halal, tentu baik. Tapi kalau sampai memvonis haram, tentu juga tidak bisa dibenarkan.

Masalah ini berbanding terbalik dengan masalah faraj wanita, di mana hukum dasarnya adalah haram, sebagaimana kaidah fiqih:

Al-ashlu fil abdhaa'i at-tahrim (hukum dasar dari kemaluan wanita adalah haram)

Pengertiannya adalah bahwa seluruh kemaluan wanita itu haram untuk disetubuhi, kecuali yang telah ditetapkan kehalalannya. Misalnya dengan jalan pernikahan.

Kemudian, hukum dasar yang sudah ada itu tidak bisa begitu saja berubah menjadi haram, hanya berdasarkan asumsi.Kaidah fiqihnya demikian: Al-Yaqiinu la yazuulu bisy-syakki. Sesuatu hukum yang didasari pada sesuatu yang meyakinkan tidak bisa diubah hukumnya hanya berdasarkan keraguan.

Tapi lepas dari masalah cara menyimpulkan hukum, tidak ada salahnya buat kita untuk menghindarkan diri dari mengkonsumsi produk yang belum berlabel halal. Paling tidak, sebagai sikap wara' (hati-hati) atas sesuatu yang belum pernah dilakukan penyelidikan atasnya.

Asalkan jangan sampai kita mengeluarkan vonis haram kepada suatu produk yang tidak berlabel halal. Kecuali setelah dipastikan lewat penelitian bahwa produk itu mengandung unsur yang haram.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bolehkah Menghapus Tanda Hitam di Dahi
27 May 2013, 22:29 | Shalat | 54.992 views
Wanita Melakukan Safar ke Luar Kota Tanpa Mahram
26 May 2013, 21:39 | Wanita | 22.449 views
Adakah Keringanan Berpuasa di Musim Dingin?
26 May 2013, 05:01 | Puasa | 7.034 views
26-30 Mei 16.18 WIB: Menit-Menit Mencocokkan Arah Kiblat
25 May 2013, 01:12 | Shalat | 7.945 views
Halal Haram Hukum Vaksinasi
24 May 2013, 01:59 | Kontemporer | 20.854 views
Hukum Menindik Telinga dan Memakai Anting bagi Wanita
22 May 2013, 23:36 | Wanita | 10.491 views
Bermewah-Mewahan dalam Islam, Haramkah?
20 May 2013, 22:34 | Umum | 36.885 views
Adakah Kitab Sifat Shalat Nabi Yang Paling Sahih?
17 May 2013, 04:23 | Shalat | 15.235 views
Berinvestasi Untuk Melahirkan Ulama
16 May 2013, 00:28 | Ushul Fiqih | 7.738 views
Hadits Tentang Bulan Rajab
15 May 2013, 00:44 | Hadits | 13.381 views
Ipar Dengan Ipar Saling Menikah, Bolehkah Hukumnya?
14 May 2013, 01:38 | Nikah | 66.940 views
Hukum Arisan
13 May 2013, 01:33 | Muamalat | 12.180 views
Bolehkah Biaya Operasional Dakwah Dari Harta Haram?
8 May 2013, 22:20 | Dakwah | 7.738 views
Bisakah Masuk Islam Secara Online?
6 May 2013, 22:14 | Aqidah | 9.275 views
Manual Menjalankan Agama Islam di Jepang
5 May 2013, 20:16 | Kuliner | 6.879 views
Apakah Jatuh Talak ketika Diucapkan Saat Marah?
5 May 2013, 20:15 | Nikah | 10.224 views
Jepang Lebih Islami dari Indonesia?
3 May 2013, 19:50 | Kontemporer | 11.961 views
Tayammum Harus Diulang-ulang Tiap Mau Shalat?
1 May 2013, 01:37 | Thaharah | 8.741 views
Hubungan Antara Seorang Makmum Dengan Imamnya
29 April 2013, 21:27 | Shalat | 15.346 views
Hukum Mengenai Adopsi Anak
29 April 2013, 01:42 | Nikah | 8.104 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,670,074 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img