Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Definisi Luar Kota dalam Syarat Menjama' Sholat | rumahfiqih.com

Definisi Luar Kota dalam Syarat Menjama' Sholat

Tue 19 September 2006 03:25 | Shalat | 5.203 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ustadz pernah menerangkan bahwa salah satu syarat boleh menjama' sholat adalah jika sudah di luar kota. Saya mohon penjelasan definisi kota menurut syariah sehubungan dengan syarat boleh menjama'. Apakah kota itu berdasarkan wilayah administrasi atau berdasar suatu kawasan yang dihuni manusia?

Jika berdasar wilayah admistrasi maka Jakarta Pusat/Utara/Timur/Selatan merupakan luar kota bagi penghuni Jakarta Barat karena berbeda kotamadya. demikian juga bila berada di Bekasi, Depok, dan Tangerang.

Jika berdasar suatu kawasan maka orang-orang di Kalimantan/Sulawesi/Papua yang bepergian dari satu kecamatan ke kecamatan lain walau masih dalam satu kabupaten boleh menjama' sholat karena jaraknya melebihi 80-an km.

Mohon penjelasan ustadz, terimakasih, jazakumulloh

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Perkara ini memang sangat mengundang banyak perdebatan. Sebab definisi kota di masa lalu dengan di masa sekarang pasti sangat berbeda. Demikian juga dengan sistem tata kota yang berlaku di tiap wilayah dan setiap zaman, biasanya memang saling berbeda dan terus mengalami perubahan.

Namun kalau kita kembalikan kepada ashalah di masa lalu, pengertian safar adalah perjalanan ke luar kota. Maksudnya seseorang bepergian ke kota lain dengan meninggalkan batas kota. Dan yang dimaksud dengan kota di masa lalu adalah sebuah wilayah yang dihuni manusia dan menjadi satu komunitas, di mana kota itu terpisah dengan kota lainnya. Meski kalau diukur dengan zaman sekarang, batas-batasnya pasti sudah mengalami perubahan. Pembedaan satu kota dengan kota lain secara administratif selalu berubah.

Batas Kota yang Terus Berubah

Setiap kota pasti mengalami perluasan wilayah. Dan batas kotanya pun secara otomatis akan bertambah luas. Sebagai contoh, konon luas kota Madinah di masa kenabian hanya seluas masjid Nabawi sekarang ini saja. Biasa kita bayangkan luas kota itu yang sangat sempit bila kita ukur dengan zaman sekarang.

Tetapi rasanyaakan aneh kalau kita menetapkan batas luar kota Madinah di masa sekarang ini dengan berpatokan pada batas-batas yang berlaku di masa Rasulullah SAW. Sebab di masa sekarang ini, batas kota Madinah bukanlah pagar masjid Nabawi.

Apakah kita akan mengatakan bahwa penduduk Madinah yang tinggal di utara masjid Nabawi di Madinah, boleh menjamak shalat bila pergi ke rumah tetangganya yang ada di selatan masjid? Tentu saja tidak.

Demikian juga dengan kota Jakarta. Di abad 17 meski kota Jakarta sudah berdiri, namun belum dikenal pembagian berdasarkan kotamadya. Bahkan luas Jakarta saat itu belum sampai ke wilayah monas. Perumahan elite daerah menteng di masa itu seolah wilayah yang ada di luar kota.

Sementara sekarang ini, batas kota Jakarta sudah semakin meluas, bahkan boleh dibilang nyaris bersambung dengan kota-kota di sekitarnya, seperti Depok, Bogor, Bekasi dan Tangerang. Tentu saja batas kotanya mengalami perubahan.

Kota Jakarta sendiri secara administrasi dipilah berdasarkan wilayah, Utara, Barat, Timur, Selatan, Pusat dan Kepulauan Seribu.

Tapi, apakah kita akan mengatakan kepada warga Jakarta yang tinggal di Jakarta Pusat untuk menjamak shalat bila masuk ke Jakarta Utara? Tentu saja tidak, karena kuranglazim. Sebab pada dasarnya Jakarta adalah satu kota, meski sekarang ini ada pembagian wilayah secara struktur kepemerintahan. Namun secara nalar sehat, rasanya masih kurang pas bila seseorang menjamak shalat karena naik busway dari halte monas ke blok M.

Bahkan bus kota yang di kota Jakarta tidak bertuliskan bus antar kota, meski trayeknya antara Pulogadung ke Grogol. Tidak ada orang yang mengatakan bahwa bus itu melewati tiga kota, Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Orang hanya menyebut bus itu adalah bus kota, karena beroperasi hanya di dalam satu kota, yaitu Jakarta.

Wallau a'lam bishshwab, wasssalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Sistem Bagi Hasil
18 September 2006, 22:57 | Muamalat | 5.755 views
Hak Isteri yang Dicerai
18 September 2006, 03:49 | Nikah | 5.166 views
Sholat Sunnat Rawatib
18 September 2006, 02:21 | Shalat | 12.174 views
Laki-laki Memakai Kain Sutera, Apa Hukumnya?
18 September 2006, 02:11 | Umum | 4.875 views
Shalat Tarawih atau Tahajjud di Bulan Ramadhan
15 September 2006, 00:16 | Shalat | 6.368 views
Batas Akhir Mandi Junub Waktu Bulan Puasa
15 September 2006, 00:12 | Thaharah | 8.746 views
Penemuan Benda/Uang
15 September 2006, 00:09 | Muamalat | 5.450 views
Mengapa Orang Kafir lebih Maju daripada Muslim?
15 September 2006, 00:00 | Aqidah | 6.551 views
Pernikahan Sesama Saudara Sepupu, Bolehkah?
14 September 2006, 09:45 | Nikah | 7.040 views
Demam MP3 Player, Musik Haramkah?
14 September 2006, 07:17 | Umum | 6.683 views
Jual Beli Anjing, Bolehkah?
14 September 2006, 05:36 | Muamalat | 5.960 views
Ahli Sunnah wal Jamaah, yang Mana?
12 September 2006, 07:27 | Aqidah | 6.783 views
Dengan Mesin Waktu Kembali ke Masa Lampau, Benarkah?
12 September 2006, 07:23 | Kontemporer | 6.254 views
Sholat Iedul Fithri, di Masjid atau di Lapangan?
12 September 2006, 03:07 | Shalat | 5.829 views
Roh Saja atau Roh dan Jasad yang di-Isra mirajkan
12 September 2006, 02:56 | Aqidah | 6.108 views
Haramkah KB Suntik dan Pil?
11 September 2006, 02:26 | Wanita | 5.962 views
Tulisan Basmalah pada Rumah Fir'aun Menunda Murka Allah?
8 September 2006, 04:15 | Aqidah | 6.878 views
Tafsir Al-Anbiya Ayat 7
8 September 2006, 04:11 | Quran | 6.220 views
Puasa yang Diharamkan
7 September 2006, 02:46 | Puasa | 6.221 views
Siapakah yang Menikahkan Anak Perempuan Hasil Zina atau Perkosaan?
7 September 2006, 02:37 | Nikah | 6.903 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,789,116 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-8-2019
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:56 | Ashar 15:16 | Maghrib 17:57 | Isya 19:05 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img