Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Ramadhan Vs. Syaithan Laknatullah | rumahfiqih.com

Ramadhan Vs. Syaithan Laknatullah

Thu 21 September 2006 01:41 | Puasa | 5.180 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Apakah malam Lailatur Qadar itu sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan Atau sepanjang malam bulan Ramadhan? Apakah maknanya bahwa Syetan pada bulan Ramadhan diikat atau dibelenggu? Apa maknanya secara haqiqi atau kias? Memang secara otomatis orang yang berpuasa lebih cenderung untuk tidak melakukan perbuatan yang berdosa karena merasa terikat dengan keadaan mereka yang sedang berpuasa? Walaupun tidak dipungkiri tetap ada yang melakukannya, walhasil yang tanpa disadari fasilitas-fasilitas syetan untuk menggoda manusia yang berpuasa itu menjadi berkurang.

Maaf kalau pendapat saya ini salah. Apa sebenarnya maknanya, Pak Ustadz? Terima kasih sebelumnya atas jawabannya, Pak Ustadz. Wallahu a'lam bish-shawab.

Wassalamu alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hadis-hadis yang menyatakan bahwa syetan-syetan akan dibelenggu pada bulan Ramadhan adalah hadis shahih yang diriwayatkan oleh sejumlah ulama hadis, antara lain: Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Ahmad, Ibnu Huzaimah dan lain-lain.

Dari Abu Hurairah Ra. Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, “Apabila bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu surga akan dibukakan dan pintu-pitu neraka akan ditutup serta syetan-syetan akan dibelenggu.” (HR Bukhari No. 1898 dan Muslim 1079)

Sedangkan mengenai maknanya, ada beberapa penjelasan dari para ulama mengenai maksud dari perkataan Rasulullah SAW bahwasanya syetan-syetan “dibelenggu” pada bulan suci Ramadhan:

a. Tidak Bisa Leluasa Mengganggu dan Mencelakakan Manusia

Pendapat lain menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan terbelenggunya syetan adalah bahwa syetan tidak bisa leluasa untuk mengganggu dan mencelakakan manusia tidak seperti biasanya.

Mengapa?

Karena di bulan Ramadha umumnya orang-orang sibuk dengan shaum, membaca Al-Qur’an dan berdzikir. Dan kegiatan mereka ini membuat syetan menjadi terbelenggu untuk leluasa menggoda dan mencelakakan manusia.

Ruang gerak mereka menjadi lebih terbatas, dibandingkan dengan har-hari di luar bulan Ramadhan.

b. Yang Dibelenggu Hanya Syetan yang Membangkang

Sedangkan pendapat lain lagi mengatakan bahwa yang dibelenggu bukan semua syetan, melainkan hanya sebagiannya saja. Mereka adalah syetan-syetan yang membangkang, sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Huzaimah, Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim.

Dari Abu Hurairah Ra. Rasulullah SAW bersabda, “Pada malam pertama bulan Ramadhan syetan-syetan dibelenggu. Yaitu syetan-syetan yang membangkang.”

c. Ketidak-mampuan Syetan Menggoda dan Menyesatkan Manusia.

Yang dimaksud dengan “dibelenggu” merupakan suatu ungkapan akan ketidak-mampuan syetan untuk menggoda dan menyesatkan manusia.

Jika ada pertanyaan, mengapa masih banyak terjadi kemaksiatan pada bulan Ramadhan? Bukankan syetan-syetan yang biasa menggoda manusia telah dibelenggu? Berdasarkan pengertian di atas, para ulama menjawab pertanyaan tersebut dengan empat jawaban:

  1. Dibelenggunya syetan hanya berlaku bagi mereka yang melakukan ibadah shaum dengan penuh keikhlasan.
  2. Yang dibelenggu hanya sebagian syetan saja, yaitu syetan yang membangkang sebagaimana dijelaskan di atas.
  3. Yang dimaksud adalah berkurangnya tindak kejahatan atau perilaku maksiat. Dan hal tersebut dapat kita rasakan meskipun masih terjadi tindak kejahatan atau kemaksiatan tapi biasanya tidak sebanyak di bulan-bulan lainnya.
  4. Tidak mesti dengan dibelenggunya syetan maka kemaksiatan akan hilang atau terhenti, karena masih ada sebab-sebab lainnya selain syetan. Bisa jadi kemaksiatan tersebut timbul karena sifat jelek manusianya, adat istiadat yang rusak, lingkungan masyarakat yang sudah bobrok, serta kemaksiatan tersebut bisa juga disebabkan oleh syetan-syetan dari golongan manusia. (Fathul Bari IV/ 114-115, ‘Umdatul Qari X/386 dan Ikmalul Mu’lim IV/6)

d. Terhalangi dari Mencuri Dengar Berita dari Langit

Sedangkan pendapat lainnya lagi seperti apa yang dikatakan oleh Al-Hulaimi, di mana beliauberpendapat bahwa yang dimaksud dengan syetan-syetan di sini adalah syetan-syetan yang suka mencuri berita dari langit.

Malam bulan Ramadhan adalah malam turunnya Al-Qur’an, mereka pun terhalangi untuk melakukan dengan adanya “belenggu” tersebut. Maka akan menambah penjagaan (sehingga syetan-syetan tersebut tidak mampu melakukannya lagi).

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Setelah Pecah Ketuban Apakah Masih Harus Shalat?
21 September 2006, 01:30 | Wanita | 6.160 views
Apakah Hubungan Keluarga Juga Ada di Akhirat?
21 September 2006, 01:21 | Aqidah | 9.477 views
Keharaman Makanan di Negara Minoritas Muslim
21 September 2006, 01:18 | Kuliner | 6.576 views
Pakaian Terkena Najis
20 September 2006, 03:35 | Thaharah | 6.632 views
Definisi Luar Kota dalam Syarat Menjama' Sholat
19 September 2006, 03:25 | Shalat | 5.297 views
Sistem Bagi Hasil
18 September 2006, 22:57 | Muamalat | 5.875 views
Hak Isteri yang Dicerai
18 September 2006, 03:49 | Nikah | 5.256 views
Sholat Sunnat Rawatib
18 September 2006, 02:21 | Shalat | 12.992 views
Laki-laki Memakai Kain Sutera, Apa Hukumnya?
18 September 2006, 02:11 | Umum | 4.947 views
Shalat Tarawih atau Tahajjud di Bulan Ramadhan
15 September 2006, 00:16 | Shalat | 6.450 views
Batas Akhir Mandi Junub Waktu Bulan Puasa
15 September 2006, 00:12 | Thaharah | 8.863 views
Penemuan Benda/Uang
15 September 2006, 00:09 | Muamalat | 5.539 views
Mengapa Orang Kafir lebih Maju daripada Muslim?
15 September 2006, 00:00 | Aqidah | 6.650 views
Pernikahan Sesama Saudara Sepupu, Bolehkah?
14 September 2006, 09:45 | Nikah | 7.291 views
Demam MP3 Player, Musik Haramkah?
14 September 2006, 07:17 | Umum | 6.832 views
Jual Beli Anjing, Bolehkah?
14 September 2006, 05:36 | Muamalat | 6.090 views
Ahli Sunnah wal Jamaah, yang Mana?
12 September 2006, 07:27 | Aqidah | 6.932 views
Dengan Mesin Waktu Kembali ke Masa Lampau, Benarkah?
12 September 2006, 07:23 | Kontemporer | 6.350 views
Sholat Iedul Fithri, di Masjid atau di Lapangan?
12 September 2006, 03:07 | Shalat | 5.916 views
Roh Saja atau Roh dan Jasad yang di-Isra mirajkan
12 September 2006, 02:56 | Aqidah | 6.240 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 37,150,608 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-10-2019
Subuh 04:12 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:48 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img