Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Hubungan Keluarga Juga Ada di Akhirat? | rumahfiqih.com

Apakah Hubungan Keluarga Juga Ada di Akhirat?

Thu 21 September 2006 01:21 | Aqidah | 10.043 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Pa Ustaz.

Saya ingin menanyakan beberapa hal:

1. Apakah di akhirat (surga/neraka) masih ada hubungan antara keluaraga seperti suami isteri, orang tua dan anak, atau famili lainya?

2. Apakah (jika di surga) isteri kita ada di antara bidadari dan sebaliknya?

3. Apakah kita bisa berkumpul dan saling mengenali sesama keluarga kita karena di surga usia kita sama?

4. Seperti saat inikah jasad kita kelak?

Saya sangat menunggu jawaban dari ustaz, jazakumulloh khoiron katsiro.

Wassalamuala'ikum,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Masalah yang anda tanyakan itu, tentunya tidak bisa dijawab kecuali lewat keterangan pasti dari Allah SWT.

Maka marilah kita membuka sebuah ayat di antara lembar-lembar mushaf Al-Quran yang mulia. Coba buka surat dengan nomor urut 52, yaitu surat At-Thuur ayat ke 21. Di sana Allah SWT berfirman:

Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (QS. At-Thuur: 21)

Jelaslah bahwa bila seseorang beriman kepada Allah dan punya keturunan yang juga beriman sebagaimana keimanan orang tua mereka, maka Allah SWT akan mempertemukan mereka dengan orang-orang tua mereka di dalam surga. Mereka akan berkumpul lagi untuk reuni sebagaimana dahulu mereka di dunia sama-sama menjadi keluarga yang beriman kepada Allah SWT.

Alangkah indahnya apabila nanti di surga kita bisa berkumpul kembali bersama keluarga, lantaran sejak masih di dunia semuanya adalah orang-orang beriman.

Tapi perlu dicatat, bahwa mereka semua itu hanya bisa terjadi manakala mereka semua memang layak menjadi penghuni surga. Sedangkan bila tidak masuk surga, tentu saja tidak bisa bertemu. Sebab kalau tidak masuk surga, berarti masuk neraka. Sedangkan penghuni surga dan penghuni neraka tidak akan bertemu lagi.

Jadi kasihan dong bila seorang yang menghuni surga ingat dengan keluarganya, tapi ternyata keluarganya itu tidak masuk surga?

Jawabannya secara nalar adalah bahwa hal itu mudah bagi Allah SWT. Karenasangat mungkin bagi Allah SWT untuk menghilangkan ingatan para penghuni surga dari keluarga mereka yang tidak masuk ke surga. Jadi tidak perlu lagi bersedih, karena memori di otak mereka terhapus. Sehingga tidak ada perasaan rindu atau apapun kepada keluarganya yang ada di neraka. Mudah saja bukan?

Jangankan di surga, geger huru hara hari kiamat saja sudah bisa membuat seseorang lupa pada ayah ibunya dan juga kepada isteri dan anak-anaknya. Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:

Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. (QS. Abasa: 34-36)

Maka bukan perkara yang susah bagi Allah untuk mengatur hal itu. Dan pasti orang yang disurga tidak akan 'disiksa' Allah SWT untuk menanggung rindu kepada keluarganya yang ada di neraka.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Keharaman Makanan di Negara Minoritas Muslim
21 September 2006, 01:18 | Kuliner | 6.680 views
Pakaian Terkena Najis
20 September 2006, 03:35 | Thaharah | 6.749 views
Definisi Luar Kota dalam Syarat Menjama' Sholat
19 September 2006, 03:25 | Shalat | 5.357 views
Sistem Bagi Hasil
18 September 2006, 22:57 | Muamalat | 5.956 views
Hak Isteri yang Dicerai
18 September 2006, 03:49 | Nikah | 5.335 views
Sholat Sunnat Rawatib
18 September 2006, 02:21 | Shalat | 13.700 views
Laki-laki Memakai Kain Sutera, Apa Hukumnya?
18 September 2006, 02:11 | Umum | 4.992 views
Shalat Tarawih atau Tahajjud di Bulan Ramadhan
15 September 2006, 00:16 | Shalat | 6.516 views
Batas Akhir Mandi Junub Waktu Bulan Puasa
15 September 2006, 00:12 | Thaharah | 8.920 views
Penemuan Benda/Uang
15 September 2006, 00:09 | Muamalat | 5.598 views
Mengapa Orang Kafir lebih Maju daripada Muslim?
15 September 2006, 00:00 | Aqidah | 6.711 views
Pernikahan Sesama Saudara Sepupu, Bolehkah?
14 September 2006, 09:45 | Nikah | 7.445 views
Demam MP3 Player, Musik Haramkah?
14 September 2006, 07:17 | Umum | 6.930 views
Jual Beli Anjing, Bolehkah?
14 September 2006, 05:36 | Muamalat | 6.204 views
Ahli Sunnah wal Jamaah, yang Mana?
12 September 2006, 07:27 | Aqidah | 6.999 views
Dengan Mesin Waktu Kembali ke Masa Lampau, Benarkah?
12 September 2006, 07:23 | Kontemporer | 6.406 views
Sholat Iedul Fithri, di Masjid atau di Lapangan?
12 September 2006, 03:07 | Shalat | 5.964 views
Roh Saja atau Roh dan Jasad yang di-Isra mirajkan
12 September 2006, 02:56 | Aqidah | 6.359 views
Haramkah KB Suntik dan Pil?
11 September 2006, 02:26 | Wanita | 6.120 views
Tulisan Basmalah pada Rumah Fir'aun Menunda Murka Allah?
8 September 2006, 04:15 | Aqidah | 7.080 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,427,640 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:40 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:54 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img