Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Al-Quran Terkena Najis | rumahfiqih.com

Al-Quran Terkena Najis

Thu 21 September 2006 23:36 | Quran | 5.499 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu' alaykum wr. wb.

Ustad Ahmad Sarwat yang insya Allah dirahmati Allah SWT.

Ustadz, kami memiliki putri yang saat ini berusia 1 tahun, saat ini putri kami Alhamdulillah telah mampu berjalan sendiri, dan mulai mengambil barang-barang yang berada di dekatnya.

Dan kebetulan putri kami suka mengambil Al-Quran (mushaf ) dan membuka-bukanya, karena berharap agar dia mencintai Al-Quran besar nanti kami membiarkan putri kami membuka-bukanya. Tetapi pernah suatu ketika tanpa kami sadari dia pipis dan membasahi al-Quran yang dipegangnya.

Bagaimana hukumnya jika Al-Quran terkena najis dan apa yang harus dilakukan jika terkena najis? Saya waktu itu hanya mengelap dan mengeringkan Al-Quran tersebut.

Mohon penjelasan ustadz mengenai hal ini.

Wasalamu' alaykum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Meski niatnya baik, tetapi kalau boleh kami berpendapat, sebaiknya kita tidak memberikan anak umur 1 tahun 'mainan' berupa mushaf Al-Quran. Sebab mushaf Al-Quran adalah benda yang suci dan mulia. Kita wajib mensucikannya dan memuliakannya. Bahkan bila ingin menyentuhnya, kita wajib suci dari hadats besar. Malah sebagian ulama mewajibkan harus suci dari hadats kecil.

Sementara kalau kita berikan mushaf suci itu kepada anak-anak, apalagi yang masih berusia 1 tahun, akan sangat besar kemungkinannya mushaf itu malah tidak terhormat. Anak itu mungkin saja merobeknya, atau mengoyaknya, atau bahkan mengunyahnya. Belum lagi kalau dikencinginya seperti yang telah terjadi pada anak anda. Untungnya cuma pipis, bagaimana kalau dia buang air besar?

Maka sebaiknya anda ganti saja mainannya itu dengan barang lain, yang lebih sesuai dengan anak seusianya.

Mungkin logika anda baik dari segi niat. Misalnya, kalau sejak kecil sudah terbiasa bermain dengan mushaf, nanti kalau sudah besar akan mencintai mushaf. Logika ini mungkin saja benar, tetapi bukan berarti kalau tidak begitu nanti kalau besar tidak cinta Quran.

Bukankah para shahabat nabi SAW dahulu tidak pernah diberi mainan mushaf? Bahkan banyak di antara mereka yang masuk Islam setelah dewasa, bahkan sempat jadi musuh Islam terlebih dahulu. Tapi ketika mareka masuk Islam, jadilah mereka para pengawal Al-Quran, di mana hidup mereka bersama bayang-bayang Al-Quran.

Mereka bukan saja cinta mushaf Al-Quran, tetapi menghafal luar kepala seluruh isi mushaf. Mereka pandai membunyikannya dengan benar dan fashih, serta paham betul detail-detail isi Al-Quran. Walau pun masa kecil mereka tidak pernah memain-mainkan mushaf Al-Quran.

Di dalam hadits kita pernah mendengar bahwa Aisyah ra. ketika masih kecil punya mainan. Tapi bukan mushaf Al-Quran. Mainannya sama dengan mainan anak zaman sekarang, yaitu boneka berbentuk kuda. Rasulullah SAW mengetahuinya dan hanya tersenyum saja. Ini menunjukkan bahwa mainan itu tidak harus mushaf, tetapi mainan apa saja yang kira-kira sesuai dengan usia anak itu.

Tapi kalau ingin juga memberi stimulan ke otaknya agar mengenal Al-Quran sejak kecil, mengapa tidak anda bacakan saja sendiri ayat-ayat Al-Quran saat berdua dengannya? Atau ketika menggendongnya, atau menidurkannya?

Boleh juga pakai kaset, meski kalau anda sendiri yang membacanya pasti akan lebih besar manfaatnya.

Mushaf Terkena Najis

Adapun mushaf yang terlanjur kena najis, kalau masih bisa disucikan dengan air lalu dikeringkan, silahkan saja. Tapi kalau sudah tidak mungkin lagi disucikan, maka sebaiknya dimusnahkan saja. Sehingga kita tidak terkategorikan sebagai orang yang menghina mushaf Al-Quran, lantaran membiarkannya dikencingi anak kecil.

Di masa Utsman ra. sebagai khalifah, ketika beliau memusnahkan mushaf yang tidak standar, caranya adalah dengan dibakar. Mungkin cara beliau ra. ini tidak ada salahnya bila anda tiru.

Sebab kalau mushaf itu dibiarkan saja mengandung najis, malah tidak ada gunanya. Sebab siapapun yang memakainya akan terkena najis. Minimal bau najisnya akan sangat mengganggu.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Tetap Syirikkah Orang Kafir setelah Mendapat Hidayah Allah?
21 September 2006, 23:32 | Aqidah | 5.673 views
Hukum Minum Sambil Berdiri, Bolehkah?
21 September 2006, 23:30 | Kuliner | 8.417 views
Ramadhan Vs. Syaithan Laknatullah
21 September 2006, 01:41 | Puasa | 5.181 views
Setelah Pecah Ketuban Apakah Masih Harus Shalat?
21 September 2006, 01:30 | Wanita | 6.160 views
Apakah Hubungan Keluarga Juga Ada di Akhirat?
21 September 2006, 01:21 | Aqidah | 9.493 views
Keharaman Makanan di Negara Minoritas Muslim
21 September 2006, 01:18 | Kuliner | 6.577 views
Pakaian Terkena Najis
20 September 2006, 03:35 | Thaharah | 6.634 views
Definisi Luar Kota dalam Syarat Menjama' Sholat
19 September 2006, 03:25 | Shalat | 5.299 views
Sistem Bagi Hasil
18 September 2006, 22:57 | Muamalat | 5.875 views
Hak Isteri yang Dicerai
18 September 2006, 03:49 | Nikah | 5.257 views
Sholat Sunnat Rawatib
18 September 2006, 02:21 | Shalat | 13.004 views
Laki-laki Memakai Kain Sutera, Apa Hukumnya?
18 September 2006, 02:11 | Umum | 4.948 views
Shalat Tarawih atau Tahajjud di Bulan Ramadhan
15 September 2006, 00:16 | Shalat | 6.451 views
Batas Akhir Mandi Junub Waktu Bulan Puasa
15 September 2006, 00:12 | Thaharah | 8.864 views
Penemuan Benda/Uang
15 September 2006, 00:09 | Muamalat | 5.539 views
Mengapa Orang Kafir lebih Maju daripada Muslim?
15 September 2006, 00:00 | Aqidah | 6.650 views
Pernikahan Sesama Saudara Sepupu, Bolehkah?
14 September 2006, 09:45 | Nikah | 7.295 views
Demam MP3 Player, Musik Haramkah?
14 September 2006, 07:17 | Umum | 6.833 views
Jual Beli Anjing, Bolehkah?
14 September 2006, 05:36 | Muamalat | 6.096 views
Ahli Sunnah wal Jamaah, yang Mana?
12 September 2006, 07:27 | Aqidah | 6.933 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 37,183,044 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-10-2019
Subuh 04:12 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:49 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img