Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Imam Tarawih dan Penceramah Menerima Harta Zakat? | rumahfiqih.com

Imam Tarawih dan Penceramah Menerima Harta Zakat?

Mon 25 September 2006 05:37 | Zakat | 5.764 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ustadz, saya ingin menanyakan hal-hal sebagai berikut:

1. Berapa persen bagian untuk amil zakat dari seluruh zakat yang diterima oleh amil?

2. Bolehkah zakat tersebut diberikan kepada yang telah mengimami sholat tarawih/memberikan ceramah tarawih, dengan alasan jihad fi sabilillah? Kalau boleh berapa persen untuk bagian ini?

Jazakallahu atas jawabannya.

Wassalamu'alaikum warahamatullahi wabarakatuh

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Umumnya para ulama menyebutkan bahwa bagian hak yang boleh diterima oleh amil zakat adalah 1/8 dari jumlah total zakat yang telah dikumpulkan.

Pendapat mereka berangkat dari ayat Al-Quran yang menyebutkan 8 ashnaf yang berhak menerima zakat.

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS At-Taubah: 60)

Karena jumlahnya ada 8 bagian dan amil termasuk salah satunya, maka logikanya adalah semua harta zakat itu dibagi 8 sama besar. Satu bagiannya berarti 1/8 dari total harta zakat. Maka 1/8 itulah yang menjadi hal untuk para amil secara keseluruhannya.

Demikian juga ashnaf lainnya seperti para muallaf yang dibujuk hatinya, para budak, orang-orang yang berutang, fi sabilillahdan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Kesemuanya punya hak maksimal yaitu 1/8.

Tetapi khusus buat mereka yang faqir dan miskin, ketentuan bahwa maksimal jatah hanya 1/8 tidak berlaku. Mengingat tujuan utama pemberian zakat itu memang kepada mereka. Bahkan sebisa mungkin harta zakat itu diprioritaskan terlebih dahulu buat mereka, baru setelah kebutuhan mereka dianggap cukup, ashnaf yang lain boleh dipikirkan.

Zakat Buat Imam/Penceramah Tarawih

Kalau kita lihat secara pembagian ashnaf di atas, jelas sekali bahwa imam shalat tarawih dan penceramah bukan termasuk ashnaf yang berhak menerima harta zakat. Sebab yang dimaksud dengan fi sabilillah pada hakikatnya adalah orang-orang yang berperang di jalan Allah, demi mempertahankan agama dan negeri Islam.

Jihad fi sabilillah punya karakteristik khusus yang tidak bisa disamakan begitu saja dengan tugas ceramah atau jadi imam. Jihad itu beresiko pada kematian, sedangkan tugas ceramah/imam tidak. Jihad itu meninggalkan anak isteri dan kampung halaman, berjaga berbulan-bulan di tapal batas, maka wajar bila para mujahidin diberi jatah dari harta zakat, sebagai tanggung-jawab negara atas nafkah bagi keluarganya.

Adakah imam shalat dan penceramah punya persamaan dengan para mujahidin? Istfati qalbaka, mintalah fatwa dari hati nuranimu...

Akan tetapi bila seorang imam atau penceramah tarawih itu punya kriteria sebagai orang miskin atau fakir, maka mereka boleh mendapatkan harta zakat itu. Bukan karena beliau jadi imam atau jadi penceramah, melainkan karena beliau orang miskin atau fakir.

Dengan demikian, kita tidak memelintir tafsir Al-Quran seenaknya saja. Sebab penjelasan tentang hal itu harus juga dikaitkan dengan praktek di masa nabi. Adakah imam shalat atau penceramah diberi uang zakat di masa itu?

Dr. Yusuf Al-Qaradawi mensyaratkan bila ingin menganggap kegiatan dakwah berhak mendapatkan harta zakat, maka haruslah yang punya nilai-nilai perjuangan dan sebisa mungkin menyerupai sebuah jihad di medan tempur. Pada saat itu barulah para juru dakwah itu boleh diberi harta zakat.

Beliau mencontohkan seperti para juru dakwah di berbagai Islamic Center di negeri minoritas muslim, mereka tak ubahnya seperti para pejuang Islam yang memperjuangkan penyebaran Islam. Meski bukan dengan pedang, tapi nilai perjuangan mereka tidak kurang penting dibandingkan dengan para mujahidin.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Mengamalkan Hadis Dhaif
25 September 2006, 05:33 | Hadits | 8.193 views
Memakai Jam Tangan di Pergelangan Tangan Kiri, Tasyabbuhkah?
25 September 2006, 04:58 | Aqidah | 7.227 views
Hukum Bersetubuh di Waktu Sahur
25 September 2006, 04:58 | Puasa | 9.597 views
Bercampur Mazhab
21 September 2006, 23:42 | Ushul Fiqih | 7.154 views
Al-Quran Terkena Najis
21 September 2006, 23:36 | Quran | 5.245 views
Tetap Syirikkah Orang Kafir setelah Mendapat Hidayah Allah?
21 September 2006, 23:32 | Aqidah | 5.385 views
Hukum Minum Sambil Berdiri, Bolehkah?
21 September 2006, 23:30 | Kuliner | 7.597 views
Ramadhan Vs. Syaithan Laknatullah
21 September 2006, 01:41 | Puasa | 4.967 views
Setelah Pecah Ketuban Apakah Masih Harus Shalat?
21 September 2006, 01:30 | Wanita | 5.916 views
Apakah Hubungan Keluarga Juga Ada di Akhirat?
21 September 2006, 01:21 | Aqidah | 7.428 views
Keharaman Makanan di Negara Minoritas Muslim
21 September 2006, 01:18 | Kuliner | 6.190 views
Pakaian Terkena Najis
20 September 2006, 03:35 | Thaharah | 6.126 views
Definisi Luar Kota dalam Syarat Menjama' Sholat
19 September 2006, 03:25 | Shalat | 5.067 views
Sistem Bagi Hasil
18 September 2006, 22:57 | Muamalat | 5.579 views
Hak Isteri yang Dicerai
18 September 2006, 03:49 | Nikah | 4.996 views
Sholat Sunnat Rawatib
18 September 2006, 02:21 | Shalat | 11.350 views
Laki-laki Memakai Kain Sutera, Apa Hukumnya?
18 September 2006, 02:11 | Umum | 4.747 views
Shalat Tarawih atau Tahajjud di Bulan Ramadhan
15 September 2006, 00:16 | Shalat | 6.194 views
Batas Akhir Mandi Junub Waktu Bulan Puasa
15 September 2006, 00:12 | Thaharah | 8.335 views
Penemuan Benda/Uang
15 September 2006, 00:09 | Muamalat | 5.282 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,824,145 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img