Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Ayah Meninggal, Disusul Ibu, Bagaimana Pembagian Warisannya? | rumahfiqih.com

Ayah Meninggal, Disusul Ibu, Bagaimana Pembagian Warisannya?

Thu 13 December 2012 04:11 | Mawaris | 9.963 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Bagaimana membagi harta yang ditinggal orang tua kami.

Tahun lalu ayah kami meninggal, enam bulan kemudian ibu menyusul, mereka mempunyai anak 3 orang anak yaitu 2 orang perempuan anak kandung dan 1 orang anak laki-laki saudara tiri anak dari ibu. Saat ini mereka meninggalkan beberapa harta tetapi kami bingung membaginya menurut syariat Islam. sudah ada harta yang kami pernah bagi yaitu uang 5.000.000 rupiah, dengan pembagian sebagai berikut.

Uang 5 juta dibagi 2 menjadi 2.5 juta harta ayah, dan 2.5 juta harta ibu. dari harta ibu dikeluarkan 1/8 lalu ditambahkan ke 2.5 juta harta ayah menjadi 2.8 juta sisa harta ibu 2.2 juta. Harta ayah langsung dibagi 2 untuk anak perempuannya masing-masing 1.4 juta. Kemudian harta ibu dibagi 3 yaitu 1.4 juta untuk saudara tiri kami laki-laki sedangkan sisanya 800 ratus ribu dibagi 2 anak perempuannya. Jadinya 2 orang anak perempuan masing masing 1.8 juta, sedangkan saudara tiri kami 1.4 juta. Benarkah cara pembagian ini? Bagaimana pembagiannya menurut Islam?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pembagian yang benar adalah bahwa harta ayah dan harta ibu tidak digabung menjadi satu. Logikanya, setiap orang punya harta masing-masing dan masing-masing punya ahli waris sendiri-sendiri. Meski pun keduanya suami isteri.

Maka sebelum pembagian warisan, harus dipastikan terlebih dahulu, harta mana saja yang menjadi hak milik ayah dan harta mana saja yang menjadi hak milik ibu. Seandainya ada harta yang dimiliki bersama, maka harus dipastikan prosentasi nilai kepemilikan masing-masing.

Baik suami maupun isteri, sama-sama saling mewarisi. Tergantung siapa yang meninggal duluan. Kalau yang meninggal duluan itu suami, maka isteri berhak mendapatkan warisan dari suaminya. Besarnya 1/4 bagian (25%) bila almarhum tidak punya anak. Atau 1/8 (12,5%) bila almarhum tidak punya anak.

Sebaliknya juga demikian, bila isteri meninggal duluan, maka suami akan menerima warisan dari harta milik isterinya. Besarnya 1/2 bagian (5o%) bila almarhumah tidak punya anak. Atau 1/4 (25%) bila almarhumah tidak punya anak.

Sedangkan hubungan orang tua dan anak, juga ada keterkaitan saling mewarisi. Tergantung siapa yang meninggal duluan. Bila yang meninggal itu anak duluan, maka ayah dan ibu masing-masing berhak mendapat 1/6 dari harta si anak.

Sebaliknya bila yang meninggal ayah duluan atau ibu duluan, maka anak akan menerima warisan dengan beberapa kemungkinan:

  1. Bila anaknya laki-laki saja, maka mereka menjadi ahli waris dalam bentuk ashabah. Mereka berhak atas sisa harta yang telah sebelumnya menjadi hak ahli waris almarhum/ah yang merupakan ashabul furudh.
  2. Bila anaknya ada yang laki-laki dan juga ada yang perempuan, maka pembagiannya sama, hanya bedanya jatah anak laki-laki lebih besar 2 kali lipat dari jatah anak perempuan.
  3. Bila anaknya perempuan semua minimal 2 orang, mereka semua mendapat 2/3 dari total harta ayah atau ibu mereka.
  4. Bila hanya ada anak perempuan tunggal, dia berhak atas 1/2 (50%) dari total harta ayahnya atau ibunya.
  5. Sedangkan anak tiri, sudah jelas tidak mendapat warisan. Hanya anak kandung saja yang menerima warisan.

Maka dalam kasus anda, harus ada dua kali pembagian warisan. Pertama, pembagian warisan atas harta ayah anda. Yang berhak menerima (ahli waris) adalah:

  • Isteri (dalam hal ini ibu anda) yang mendapat 1/8 bagian
  • 2 orang anak perempuan kandung sebesar 2/3 dari total harta ayah, sedangkan anak laki tapi dia bukan anak ayah melainkan anak tiri ayah, tidak mendapat warisan.
  • Sisanya untuk para ashabah dari ayah, yaitu saudara ayah, atau ayahnya ayah (kakek), atau pamannya ayah, atau anak pamannya ayah yang laki-laki. Kalau mereka masih ada, mereka pun berhak juga. Kalau mereka masih ada, maka sisa dari harta menjadi hak mereka.

Setelah membagi harta pribadi milik ayah, barulah kita membagi harta pribadi milik ibu. Suami almarhumah (ayah anda) jelas tidak dapat warisan, karena beliau sudah wafat terlebih dahulu. Maka ahli waris beliau adalah:

  • 1 orang anak laki
  • 2 orang anak perempuan

Dan almarhumah sudah tidak mungkin punya ashabah karena dengan adanya anak laki-laki, maka seluluh ashabah beliau menjadi termahjub. Maka harta itu cukup dibagi tiga, yaitu kepada anak-anak almarhumah saja.

Tapi dengan syarat bahwa harta yang diterima anak laki-laki kandung beliau harus 2 kali lipat dari yang diterima anak perempuan. Maka untuk mudahnya harta pribadi dari almarhumah ibu kita bagi 4 sama besar. 2 bagian diberikan kepada anak laki, 1 bagian untuk anak perempuan nomor satu dan 1 bagian lagi untuk anak perempuan satunya lagi.

Wallahu a'lam bishshwab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Pandangan Islam tentang Budak Wanita
11 December 2012, 23:53 | Wanita | 9.708 views
Yahudi Dikutuk Jadi Kera : Betulan Atau Kiasan?
10 December 2012, 23:00 | Quran | 11.158 views
Perbedaan Penafsiran Wafatnya Nabi Isa dalam Al-Qur'an
10 December 2012, 22:54 | Quran | 10.347 views
Bentuk Hukum Islam Seperti Apa?
10 December 2012, 12:12 | Jinayat | 14.928 views
Hukum Muslim Masuk Gereja
10 December 2012, 10:24 | Umum | 51.454 views
Orang Tua Mewasiatkan Harta Buat Anak-anaknya
7 December 2012, 22:45 | Mawaris | 13.340 views
Bertahun-tahun Tidak Shalat, Apa Harus Diganti?
6 December 2012, 06:50 | Shalat | 22.679 views
Bolehkah Aqiqah Selain Kambing
6 December 2012, 06:12 | Qurban Aqiqah | 16.862 views
Berapa Nilai Nominal Nafkah Yang Wajib Diberikan Suami Kepada Istri?
5 December 2012, 03:23 | Nikah | 211.241 views
Berdosakah Poligami Tanpa Izin Istri Pertama?
4 December 2012, 20:36 | Nikah | 32.816 views
Tentang Maulid Nabi Muhammad SAW
4 December 2012, 06:12 | Umum | 23.771 views
Memakai Kalung Sebagai Obat
2 December 2012, 16:45 | Aqidah | 8.833 views
Sejarah Islam Penuh Darah?
1 December 2012, 18:59 | Umum | 7.014 views
Batasan Bermuamalah Dengan Non Muslim
30 November 2012, 08:24 | Muamalat | 17.157 views
Apa Alasannya Semua Sahabat Dihukumi Adil dalam Hadits?
29 November 2012, 07:23 | Hadits | 13.781 views
Dzikir Dengan Suara Keras
28 November 2012, 07:30 | Shalat | 23.498 views
Mengapa Islam Turun di Arab?
27 November 2012, 08:45 | Ushul Fiqih | 11.132 views
Cara Berwudhu Wanita Berjilbab
27 November 2012, 06:02 | Thaharah | 10.349 views
Batas Kebolehan Perbedaan Pendapat
26 November 2012, 05:14 | Ushul Fiqih | 7.886 views
Shalat Khusyu' Sesuai Rasulullah SAW
25 November 2012, 02:18 | Shalat | 80.211 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,521,984 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:40 | Ashar 15:04 | Maghrib 17:55 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img