Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Nikah Sirri tapi Wali tidak Dapat Hadir | rumahfiqih.com

Nikah Sirri tapi Wali tidak Dapat Hadir

Mon 25 February 2013 12:49 | Nikah | 7.079 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Dear Ustadz,

Saya berencana mau menikah siri, karena isterinya tidak setuju untuk dimadu. Saya telah sempat bertemu isterinya untuk minta izin tapi tetap tidak setuju dan ia mengancam

Pacar saya tersebut sudah melamar saya kepada orang tua saya (ibu) karena ayah saya sudah almarhum tapi keluarga saya tidak setuju juga. Saya memiliki adik laki-laki dan pacar saya tersebut sudah mengatakan kepada adik saya untuk meminta sebagai wali saya. Adik saya bersedia tetapi ia tidak dapat hadir dengan alasan tertentu. Ia hanya bersedia memberikan surat untuk diwakilkan sebagai wali.

Apakah pernikahan kami akan sah menurut agama?

Salam,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau kami jawab hanya dari satu sudut pembahasan saja, yaitu dari hukum hitam putih sah tidaknya pernikahan, sebenarnya sudah tidak ada masalah. Izin dari pihak isteri pertama kepada suami yang mau menikah lagi bukan syarat. Seorang suami pada dasarnya boleh saja menikah sampai 4 kali, bahkan tanpa sepengetahuan isteri-isteri sebelumnya.

Dan anda sebagai calon isteri kedua, tetap sah bila menikah dengan suami orang, asalkan anda punya wali dan pernikahan itu memenuhi semua syarat. Bila wali anda tidak sempat datang menghadiri akad nikah, maka selama beliau mengizinkan dan memberikan hak perwaliannya kepada seseorang, maka orang itu berhak menjadi wali anda. Pokoknya, dari segi hukum akad nikah, tidak bermasalah.

Tapi semua itu hanya baru dari satu sisi pertimbangan saja. Tentu sebagai muslim, kita tetap harus punya pertimbangan dari banyak sisi.

Misalnya, anda perlu pertimbangkan perasaan hati seorang wanita yang merasa 'dikhianati' cintanya oleh suaminya sendiri. Bayangkan juga bila anda sendiri yang berada pada posisinya. Meski Islam membolehkan poligami, namun menjaga perasaan hati seseorang bukan berarti tidak perlu.

Sebab prinsipnya, jangan sampai dengan kehadiran anda di dalam rumah tangga itu, justru rumah tangga itu malah berantakan. Jangan sampai isteri pertamanya malah minta cerai, lalu anak-anaknya terlantar begitu saja. Tentu tidak ada seorang pun yang mau bila rumah tangganya hancur lebur seperti itu.

Dan sangat wajar bila ada seorang isteri yang minta diceraikan, kalau tahu suaminya mau kawin lagi. Reaksi seperti itu sangat manusiawi, bukan hanya monopoli wanita Indonesia, tetapi wanita seluruh dunia pun akan bereaksi sama.

Apalagi kalau anda sampai dijadikan penyebab dari semua kehancuran itu. Tentu anda sendiri pun tidak rela diperlakukan demikian, bukan?

Karena itu, lepas dari masalah kehalalannya, perlu juga anda pertimbangan dari segi lainnya. Paling tidak, dari segi perasaan sesama wanita.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apakah Tahlilan Termasuk Syirik?
23 February 2013, 02:03 | Aqidah | 33.112 views
Dapat Kerja Tapi Tidak Boleh Mengenakan Jilbab
22 February 2013, 14:57 | Wanita | 7.296 views
Dana Amal Shalat Jum'at Boleh Digunakan Untuk Apa?
22 February 2013, 00:26 | Muamalat | 8.543 views
Nikah Jarak Jauh
21 February 2013, 00:29 | Nikah | 6.776 views
Hukum Kuis Berhadiah dan Kontestannya
21 February 2013, 00:28 | Muamalat | 7.241 views
Sudah Ngaji 15 Tahun Belum Jadi Ahli Syariah
19 February 2013, 02:28 | Ushul Fiqih | 8.505 views
Cara Menyikapi Khilafiyah dalam Jamaah
18 February 2013, 23:59 | Dakwah | 10.601 views
Ribut Dengan Ibu Tiri Gara-gara Harta Waris
18 February 2013, 23:37 | Mawaris | 11.359 views
Apakah Saudara Non Muslim Berhak sebagai Ahli Waris?
18 February 2013, 10:31 | Mawaris | 8.009 views
Cara Ziarah Qubur Biar Tidak Syirik
18 February 2013, 10:26 | Aqidah | 16.604 views
Tidak Menyebutkan Istri Kedua, Apakah Termasuk Talaq?
18 February 2013, 01:56 | Nikah | 6.571 views
Hukum Menjual Alat Musik
14 February 2013, 23:14 | Muamalat | 10.810 views
Perlukah Para Ulama Disertifikasi?
14 February 2013, 01:43 | Ushul Fiqih | 7.460 views
Pembagian Waris Setelah Istri Meninggal
14 February 2013, 00:09 | Mawaris | 79.922 views
Mahar Dihutang Tapi Akadnya Tunai
12 February 2013, 08:58 | Nikah | 7.857 views
Bolehkah Membuat Merek Makanan Dengan Nama Orang?
11 February 2013, 20:07 | Muamalat | 6.959 views
Saya Sedang di Iran, Halalkah Sembelihan Mereka?
11 February 2013, 02:43 | Umum | 12.236 views
Hukum Perayaan Empat dan Tujuh Bulanan Kehamilan
10 February 2013, 21:36 | Kontemporer | 24.380 views
Kafirkah Orang Yang Meninggalkan Shalat?
10 February 2013, 11:15 | Shalat | 11.047 views
Ya Rabbi bil Musthafa, Apa Hukumnya?
10 February 2013, 11:14 | Aqidah | 12.885 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,143,711 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img