Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Mencabut Sighat Taliq yang Terlanjur Dilakukan | rumahfiqih.com

Mencabut Sighat Taliq yang Terlanjur Dilakukan

Thu 28 March 2013 23:46 | Nikah | 11.968 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Ustadz, saya ingin menanyakan mengenai hukum sighat ta’liq pada contoh kasus berikut:

Sesuai dengan sighat ta’liq telah jatuh talak kepada sang isteri. Tapi mereka berdua tidak ada niat bercerai. Apakah secara otomatis mereka bisa disebut telah bercerai sesuai lafal yang disebutkan di dalam sighat ta’liq? Kemudian, apabila suatu saat suami kembali pada isterinya bagaimana hukumnya?

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Shighat ta'liq adalah sebuah syarat di mana seandainya terjadi suatu kejadian, maka seorang suami akan menceraikan isterinya.

Shighat ini biasanya dibaca oleh suami segera setelah akad nikah selesai ditetapkan. Tetapi hukumnya tidak ada kaitannya dengan sah tidaknya akad nikah. Artinya, siapa saja boleh untuk mengucapkan shighat itu tetapi siapa pun boleh saja tidak mengucapkannya.

Adapun tujuan dari diucapkannya shighat ini barangkali awalnya ingin melindungi isteri dari kemungkinan dizhalimi oleh suaminya. Sayangnya, jalan keluar yang disediakan justru tidak memecahkan masalah, karena malah mengajak kepada perceraian. Seseorang sejak awal sudah dicanangkan bahwa bila pasangan suami isteri itu tidak ada kecocokan lagi, maka katupnya sudah disediakan, yaitu suami menceraikan isteri.

Seolah bila suami melakukan kesalahan atau kekurangan tertentu, maka jalan keluarnya adalah perceraian.

Meski pun sebenarnya kalau kita dalami isi dari shighat ta'lik itu juga tidak sederhana. Sebab perceraian yang dijadikan sebagai konsekuesi hukum tidak lantas dengan mudah jatuh begitu saja, kecuali lewat beberapa tahapan yang panjang.

Talak dengan Syarat

Shighat ta'liq pada dasarnya adalah talak lewat syarat. Apabila syarat terpenuhi, maka talak otomatis jatuh. Dalilnya adalah hadits Rasulullah SAW:

”Orang-orang Islam itu terikat dengan syarat yang diajukannya (disepakatinya).”

Dari Ibnu Umar ra. bahwa seorang laki-laki telah mentalak isterinya bila isterinya keluar. Ibnu Umar berkata, ”Bila wanita itu keluar, maka dia sudah ditalak. Tapi bila tidak keluar, maka tidak terjadi apa-apa”. (HR Bukhari).

Namun bila seorang suami sudah terlanjur mengucapkan shighat ta'liq, entah karena tahu atau malah tidak tahu hukumnya, tiba-tiba dia mereka tidak setuju dengan isinya, boleh saja suatu waktu dia mencabut pernyataannya itu. Sebab shighat ta'liq tidak satu paket dengan akad nikah, tetapi terpisah dalam dua hal yang berlainan. Sehingga ketika seseorang mencabut ta'liqnya, maka status hukum akan nikahnya tidak terpengaruh.

Dalinya adalah sabda Rasulullah SAW berikut ini:

Dari Aisyah ra. berkata, ”Semua sumpah meski besar tetap bisa dibatalkan bila dia membayar kafarat, kecuali sumpah membebaskan budak dan talak.” (HR Ibnu Abdil Bar).

Di luar itu, ada pendapat yang berbeda yaitu pendapat kalangan Syi`ah Imamiyah dan Zahiriyah. Mereka tidak mengakui talak yang mu`allaq (bersyarat) seperti ini.

Sedangkan Ibnu Taymiyah mencoba memilah masalah talaq mu`allaq ini menjadi dua kemungkinan. Pertama, bila syarat (ta`liq) yang dimaksud itu berbentuk sumpah dan kedua bila berbentuk syarat mutlak. Bila berbentuk sumpah seperti perkataan,”Saya bersumpah akan mentalak isteri bila dia keluar rumah”, maka talak tidak jatuh bila dia mencabut sumpahnya dan membayar kaffarah (denda) atas sumpahnya.

Bahkan Ibnul Qayyim mengatakan tidak perlu membayar kaffarat. Sedangkan bila ta`liqnya berbentuk syarat mutlak seperti ucapan, ”Saya ceraikan isteri saya bila saya masuk rumah”, maka talaknya jatuh bila dia masuk rumah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kotoran Kambing dan Air Kencing Unta Tidak Najis?
27 March 2013, 23:01 | Thaharah | 21.064 views
Perayaan Khitanan, Adakah Pensyariatannya?
26 March 2013, 23:24 | Thaharah | 11.846 views
Membatalkan Baiat, Apakah Ada Kaffarahnya?
26 March 2013, 23:21 | Aqidah | 9.271 views
Rasulullah SAW Dituduh Maniak Seks dan Pedofil?
25 March 2013, 22:45 | Umum | 14.522 views
Hukum Tinggal di Hotel Milik Orang Kafir di Mekkah Madinah
24 March 2013, 19:24 | Muamalat | 8.635 views
Wali Salah Mengucapkan Nama Ayah Saat Ijab-Qabul
22 March 2013, 18:52 | Nikah | 24.903 views
Korupsi Halal Karena Termasuk Rampasan Perang?
22 March 2013, 00:56 | Kontemporer | 8.747 views
Haramkah Menghias Masjid
20 March 2013, 02:59 | Shalat | 7.366 views
Mengapa Umat Islam Sulit untuk Bersatu?
19 March 2013, 00:01 | Kontemporer | 10.617 views
Benarkah Ada Ayat-ayat Yang Saling Kontradiktif
18 March 2013, 02:00 | Quran | 8.989 views
Bolehkah Wanita Jadi Saksi Dalam Pernikahan
17 March 2013, 23:33 | Nikah | 9.335 views
Apakah Kita Baca Al-Fatihah Ketika Shalat di Belakang Imam?
16 March 2013, 23:38 | Shalat | 19.572 views
Yahudi, Kristen dan Islam : Apakah Tuhannya Sama?
16 March 2013, 00:30 | Aqidah | 27.288 views
Tidak Berhukum dengan Hukum Allah: Kafir?
16 March 2013, 00:23 | Negara | 9.248 views
Bolehkah Nikah Tapi Sudah Niat Segera Mentalak?
15 March 2013, 01:18 | Nikah | 7.566 views
Bolehkah Membatalkan Niat Haji Kedua?
13 March 2013, 01:35 | Haji | 6.890 views
Hukum Sunat bagi Perempuan
13 March 2013, 00:56 | Wanita | 11.664 views
Bolehkah Menyembelih Hewan Tanpa Baca Bismillah?
12 March 2013, 00:16 | Qurban Aqiqah | 9.623 views
Hukum Barang Temuan Jam Tangan Di Mall
11 March 2013, 00:34 | Muamalat | 7.448 views
Perempuan Nikah Lagi Sebelum Resmi Cerai
10 March 2013, 11:51 | Nikah | 22.228 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,395,630 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-9-2019
Subuh 04:26 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:57 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img