Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Berkumur Waktu Wudhu Saat Puasa, Mungkinkah Air Tidak Tertelan? | rumahfiqih.com

Berkumur Waktu Wudhu Saat Puasa, Mungkinkah Air Tidak Tertelan?

Wed 4 October 2006 09:14 | Puasa | 16.981 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum w.w.

Pertanyaannya singkat: Berkumur waktu wudhu saat puasa, mungkinkah air tidak tertelan? Kalau menurut saya, pasti air kumur waktu wudhu itu bercampur dengan air liur, dan akhirnya ketelan juga. Apakah membatalkan puasa? Apalagi kalau sikat gigi, dengan pasta gigi. Lalu apa solusinya? Mohon penjelasannya.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Mungkin saja sebagian kecil dari air yang dikumur-kumurkan itu tercampur dengan ludah, lalu ketika seseorang menelan ludah, air itu terminum.

Namun apakah dengan demikian, puasa jadi batal? Mungkin secara logika boleh saja kita berpendapat demikian, namun sebelum kita bicara dengan logika, tidak ada salahnya buat kita untuk merujuk kepada fatwa dan petunjuk nabi Muhammad SAW. Kita perlu mendapat keterangan pasti, benarkah menurut beliau SAW kumur itu membatalkan puasa?

Kalau kita teliti hadits-hadits nabi, kita akan menemukan beberapa riwayat yang justru membolehkan seseorang berkumur, asalkan tidak berlebihan sehingga benar-benar ada yang masuk ke dalam rongga tubuh.

Riwayatkan bahwa Raslullah SAW bersabda:

Dari Umar bin Al-Khatab ra. berkata, "Suatu hari aku beristirahat dan mencium isteriku sedangkan aku berpuasa. Lalu aku datangi nabi SAW dan bertanya, "Aku telah melakukan sesuatu yang fatal hari ini. Aku telah mencium dalam keadaan berpuasa." Rasulullah SAW menjawab, "Tidakkah kamu tahu hukumnya bila kamu berkumur dalam keadaan berpuasa?" Aku menjawab, "Tidak membatalkan puasa." Rasulullah SAW menjawab, "Maka mencium itu pun tidak membatalkan puasa." (HR Ahmad dan Abu Daud)

Selain itu juga ada hadits lain yang juga seringkali ditetapkan oleh para ulama sebagai dalil kebolehan berkumur pada saat berpuasa.

Dari Laqith bin Shabrah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sempurnakanlah wudhu', dan basahi sela jari-jari, perbanyaklah dalam istinsyak (memasukkan air ke hidung), kecuali bila sedang berpuasa." (HR Arba'ah dan Ibnu Khuzaemah menshahihkannya).

Meski hadits ini tentang istinsyaq (memasukkan air ke hidung), namun para ulama menyakamakan hukumnya dengan berkumur. Intinya, yang dilarang hanya apabila dilakukan dengan berlebihan, sehingga dikhawatirkan akan terminum. Sedangkan bila istinsyaq atau berkumur biasa saja sebagaimana umumnya, maka hukumnya tidak akan membatalkan puasa.

Maka dengan adanya dua dalil atsar ini, logika kita untuk mengatakan bahwa berkumur itu membatalkan puasa menjadi gugur dengan sendirinya. Sebab yang menetapkan batal atau tidaknya puasa bukan semata-mata logika kita saja, melainkan logika pun tetap harus mengacu kepada dalil-dalil syar'i yang ada. Bila tidak ada dalil yang secara sharih dan shaih, barulah analogi dan qiyas yang berdasarkan logika bisa dimainkan.

Bahkan beberapa hadits lain membolehkan hal yang lebih parah dari sekedar berkumur, yaitu kebolehan seorang yang berpuasa untuk mencicipi masakan.

Dari Ibnu Abbas ra, "Tidak mengapa seorang yang berpuasa untuk mencicipi cuka atau masakan lain, selama tidak masuk ke kerongkongan." (HR Bukhari secara muallaq dengan sanad yang hasan 3/47)

Juga tidak merusak puasa bila seseorang bersiwak atau menggosok gigi. Meski tanpa pasta gigi, tetap saja zat-zat yang ada di dalam batang kayu siwak itu bercampur dengan air liur yang tentunya secara logika termasuk ke dalam kategori makan dan minum. Namun karena ada hadits yang secara tegas menyatakan ketidak-batalannya, maka tentu saja kita ikuti apa yang dikatakan hadits tersebut.

Dari Nafi' dari Ibnu Umar ra. bahwa beliau memandang tidak mengapa seorang yang puasa bersiwak. (HR Abu Syaibah dengan sanad yang shahih 3/35)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Minum Air Dijampi Kiyai, Apakah Saya Syirik kepada Allah?
4 October 2006, 05:33 | Aqidah | 6.079 views
MTQ atau Perlombaan Islami Lainnya Judikah?
4 October 2006, 01:54 | Kontemporer | 4.169 views
Dzikir Al-Ma'surat Secara Berjamaah
4 October 2006, 01:40 | Kontemporer | 5.032 views
Situs Penyedia Hadits
4 October 2006, 01:40 | Hadits | 4.611 views
Dalil Shalat Tarawih Berjamaah Kuatkah?
3 October 2006, 05:57 | Shalat | 5.214 views
Status Puasa Ketika dalam Pesawat 18 Jam Perjalanan
3 October 2006, 04:23 | Puasa | 4.669 views
Batasan Hubungan dengan Tetangga yang Beragama Lain
3 October 2006, 04:20 | Zakat | 4.391 views
Zakat Mal Dibayarkan Setiap Tahun?
3 October 2006, 04:03 | Zakat | 4.917 views
Kisah Sahabat, Berhubungan Saat Puasa Ramadhan, Tidak Jadi Kena Kafarat Malah Dapat Kurma
2 October 2006, 02:27 | Puasa | 5.817 views
Apakah Ibu Tiri Mendapat Warisan dari Ayah?
2 October 2006, 02:11 | Mawaris | 4.030 views
Kapan Batas untuk Berhenti Makan dan Minum Saat Shaum?
29 September 2006, 09:11 | Puasa | 4.671 views
Zakat Mal Kapan Dibayarkan?
29 September 2006, 05:47 | Zakat | 6.432 views
Asal-Usul Perang Badar
29 September 2006, 01:19 | Umum | 4.368 views
Imam Tarawih tanpa Baca Shalawat, Sahkah?
28 September 2006, 04:12 | Shalat | 5.311 views
Cara Niat Puasa
27 September 2006, 08:20 | Puasa | 4.663 views
Cara Bayar Fidyah
27 September 2006, 04:52 | Puasa | 11.155 views
Adakah Shalat Sunnah
27 September 2006, 02:13 | Shalat | 4.387 views
Shalat Tarawih 11 Rakaat, Haram?
26 September 2006, 08:32 | Shalat | 6.343 views
Ijtihad yang Mendasari Zakat Profesi
26 September 2006, 07:21 | Zakat | 5.390 views
Berjualan Rokok, Haramkah?
26 September 2006, 07:03 | Muamalat | 4.500 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,934,412 views