Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Minum Air Dijampi Kiyai, Apakah Saya Syirik kepada Allah? | rumahfiqih.com

Minum Air Dijampi Kiyai, Apakah Saya Syirik kepada Allah?

Wed 4 October 2006 05:33 | Aqidah | 15.373 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wer.Wb.

Ustad Ahmad yang dimuliakan Allah, pada kesempatan kali ini saya ingin bertanya mengenai diri saya yang sering mendatangi seorang kiyai untuk meminta jampi/do'a supaya saya dimudahkan dalam segala urusan. Oleh kiayi tersebut saya diberi air yang harus selalu diminum sampai habis. Yang saya pertanyakan apakah saya termasuk orang yang syirik kepada Allah dengan melakukan hal yang demikian itu?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau anda meyakini bahwa kemudahan yang anda dapat itu semata-mata lantaran anda minum air dari kiayi tersebut, maka sebaiknya anda berhati-hati. Sebab posisi anda sudah sangat dekat dengan syirik dalam bentuk menggantungkan diri kepada selain Allah.

Sebenarnya meminta didoakan orang lain pada dasarnya tidak masalah. Selama kita yakin bahwa orang tersebut memang orang yang menjalankan agama dengan benar. Sebab hanya orang yang benar-benar menjalankan agama dengan benar saja yang doanya diterima Allah SWT.

Dan yang namanya menjalankan agama dengan benar adalah mereka yang mengaplikasikan seluruh syariah Allah secara benar. Dan tidak mungkin ada orang yang menjalankan syariah dengan benar kecuali orang itu paham syariah.

Kita pasti masih ingat bahwa Rasulullah SAW pernah bercerita tentang orang yang berdoa mengangkat tangan tinggi-tinggi ke langit meminta dan berdoa, tetapi pakaiannya haram, makanannya haram, pemasukannya haram, bagaimana mungkin Allah SWT akan menerima doanya?

Maka mintalah didoakan oleh orang yang shalih dalam arti sesungguhnya. Bukan kepada orang yang hanya berkostum seperti orang shalih, namun aplikasi masalah agamanya kurang bisa dipertanggung-jawabkan. Apalagi yang malah melakukan banyak tindak syirik, bid'ah, khurafat, sihir, ramalan atau kemungkaran lainnya.

Kepada orang-orang seperti ini, anda jangan minta didoakan, sebaliknya justru seharusnya anda mendoakannya agar kembali ke jalan yang benar.

Namun demikian, bukan berarti kita boleh mencurigai semua orang yang sering dimintai doanya sebagai orang yang tidak shaleh. Sebaliknya, seharusnya kita selalu berbaik sangka kepada orang lain. Tugas kita toh bukan untuk mencari-cari kesalahan orang lain, atau memata-matainya, atau menelanjangi aibnya.

Dan kembali kepada masalah doa, seharusnya yang nomor satu justru anda sendiri yang berdoa kepada Allah. Barulah kemudian anda minta didoakan. Sebab Allah itu justru bahagia bila seorang hamba-Nya datang kepada-Nya meminta langsung, tidak lewat perantaraan pihak lain.

Kalau pun anda ingin bertawassul, maka sebaiknya anda bertawassul dengan amal baik yang anda telah lakukan. Sebaiknya amal itu punya nilai tinggi, sebagaimana dalam kisah tiga orang yang terperangkap di dalam gua.

Sedangkan media meminum air yang sudah didoakan, memang ada khilaf di antara para ulama. Sebab beberapa riwayat menyebutan bahwa Rasulullah SAW pernah mendoakan seseorang dengan memintanya meminum air yang telah dibacakan doa. Atau ditiupkan ke dalamnya oleh beliau. Dengan dasar itu, ada sebagian ulama yang memandang bahwa praktek seperti itu dibenarkan.

Namun semua ulama sepakat bahwa bila kita sampai bergantung kepada air itu dalam masalah nasib kita, jelaslah kita sudah masuk ke jurang syirik. Untuk itu, kita harus berhenti dari perilaku itu, menyesalinya, serta berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Dan tiga hal itu merupakan syarat diterimanya taubat.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

MTQ atau Perlombaan Islami Lainnya Judikah?
4 October 2006, 01:54 | Kontemporer | 5.479 views
Dzikir Al-Ma'surat Secara Berjamaah
4 October 2006, 01:40 | Kontemporer | 7.984 views
Situs Penyedia Hadits
4 October 2006, 01:40 | Hadits | 7.152 views
Dalil Shalat Tarawih Berjamaah Kuatkah?
3 October 2006, 05:57 | Shalat | 7.043 views
Status Puasa Ketika dalam Pesawat 18 Jam Perjalanan
3 October 2006, 04:23 | Puasa | 6.044 views
Batasan Hubungan dengan Tetangga yang Beragama Lain
3 October 2006, 04:20 | Zakat | 5.803 views
Zakat Mal Dibayarkan Setiap Tahun?
3 October 2006, 04:03 | Zakat | 6.656 views
Kisah Sahabat, Berhubungan Saat Puasa Ramadhan, Tidak Jadi Kena Kafarat Malah Dapat Kurma
2 October 2006, 02:27 | Puasa | 7.728 views
Apakah Ibu Tiri Mendapat Warisan dari Ayah?
2 October 2006, 02:11 | Mawaris | 5.552 views
Kapan Batas untuk Berhenti Makan dan Minum Saat Shaum?
29 September 2006, 09:11 | Puasa | 8.202 views
Zakat Mal Kapan Dibayarkan?
29 September 2006, 05:47 | Zakat | 23.686 views
Asal-Usul Perang Badar
29 September 2006, 01:19 | Umum | 6.681 views
Imam Tarawih tanpa Baca Shalawat, Sahkah?
28 September 2006, 04:12 | Shalat | 7.845 views
Cara Niat Puasa
27 September 2006, 08:20 | Puasa | 6.736 views
Cara Bayar Fidyah
27 September 2006, 04:52 | Puasa | 19.038 views
Adakah Shalat Sunnah
27 September 2006, 02:13 | Shalat | 5.955 views
Shalat Tarawih 11 Rakaat, Haram?
26 September 2006, 08:32 | Shalat | 9.369 views
Ijtihad yang Mendasari Zakat Profesi
26 September 2006, 07:21 | Zakat | 8.037 views
Berjualan Rokok, Haramkah?
26 September 2006, 07:03 | Muamalat | 5.822 views
Imam Tarawih dan Penceramah Menerima Harta Zakat?
25 September 2006, 05:37 | Zakat | 6.315 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,410,800 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

14-12-2019
Subuh 04:09 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:16 | Maghrib 18:06 | Isya 19:20 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img