Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Saya dan Suami Berhubungan Badan di Ramadhan, Harus Bagaimana? | rumahfiqih.com

Saya dan Suami Berhubungan Badan di Ramadhan, Harus Bagaimana?

Sat 27 July 2013 06:51 | Puasa | 21.810 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Saya dan suami pernah berhubungan badan pada siang hari di bulan Ramadhan. Saya ingin bertanya bagaimanakah cara pembayaran kifaratnya, apakah harus dalam bentuk makanan kepada 60 orang atau boleh dalam bentuk uang saja? Dan perhitungannya untuk 1 kali makan atau 1 hari makan? Pada saat akan memberikan denda tersebut apakah kita harus mengucapkan kepada orang yang kita beri bahwa pemberian itu sebagai kifarat atau kita boleh mengatakan hal lain misalnya untuk berbuka puasa, dan lain-lain?

Wassalam,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ketentuan penerapan masalah kaffarat bagi orang yang merusak kesucian bulan Ramadhan dengan melakukan hubungan suami isteri adalah:

1. Yang diwajibkan untuk membayar kaffarah hanya suami, sedangkan isteri tidak diwajibkan. Maka cukup suami anda saja yang membayar kaffarah, sedangkan anda tidak perlu melakuannya. Demikian pendapat umumnya para ulama.

Meski pun ada juga pendapat yang mengatakan bahwa keduanya, suami dan isteri, wajib sama-sama membayar kaffarah. Namun perdebatan para ulama cukup panjang, rasanya terlalu bertele-tele bila diungkapkan di sini.

Yang penting, seandainya anda tidak membayar kaffarah, sudah ada pendapat ulama yang membolehkannya.

2. Ketika mulai menyetubuhi isterinya, suami masih dalam keadaan berpuasa. Tidak tidak membatalkan puasanya dulu dengan makan atau minum, tetapi membatalkan puasanya dengan masuknya kemaluannya ke dalam kemaluan isterinya.

Seandainya suami sempat membatalkan dulu puasanya, maka dia tidak diwajibkan membayar kaffarah, kecuali hanya mengganti puasanya yang rusak di hari itu.

3. Puasa yang dirusak kesuciannya oleh suami adalah puasa Ramadhan yang dia diwajibkan berpuasa di dalamnya.

Sedangkan puasa wajib yang bukan Ramadhan, seperti puasa qadha' atau puasa nadzar, maka tidak ada kewajiban membayar kaffarah bila merusaknya dengan jima'.

Apalagi puasa yang hukumnya sunnah, sudah pasti tidak berlaku hukum kaffarat kalau dilanggar dengan jima'.

Bahkan meski seseorang berpuasa Ramadhan, namun puasa itu tidak wajib atas dirinya karena udzur tertentu, seperti orang yang sedang sakit atau sedang dalam bepergian, maka bila dia membatalkannya, tidak berdosa. Juga tidak ada kewajiban kaffarah bila membatalkannya dengan jima'.

4. Tingkatan kaffarah itu ada tiga dan tidak boleh diacak-acak. Mulai dari yang paling berat, baru kepada yang lebih ringan.

Pertama, membebaskan seorang budak. Ini harus jadi prioritas utama. Namun bila dia tidak mampu, lantaran sekarang sudah tidak ada lagi perbudakan, atau karena harga budak cukup mahal tak terjangkau, maka baru boleh pindah ke jenis yang kedua, yaitu berpuasa dua bulan berturut-turut. Tidak ada alasan untuk tidak bisa, apalagi bila masih muda.

Kecuali suami itu orang yang sakit selamanya dan tidak akan mampu puasa selamanya menurut dokter. Atau dia memang orang yang sudah tua bangka, jangankan 2 bulan, bahkan puasa sehari saja pun tidak kuat. Maka untuk kasus yang sudah parah seperti ini, boleh pindah ke jenis yang lebih ringan, yaitu yang ketiga. Bentuknya memberi makan 60 orang fakir miskin.

Masalah apakah harus dalam bentuk makanan atau boleh uangnya saja, para ulama umumnya menyebutkan harus dalam bentuk makanan yang bisa mengenyangkan orang miskin, minimal untuk sehari dalam hidupnya. Namun ijtihad mazhab Hanafiyah mengatakan boleh dengan uangnya saja.

Bagi kita, mana saja boleh, namun alangkah baiknya bila kita juga melihat kepada kepraktisannya. Bila lebih praktis menggunakan uang, baik bagi pemberi maupun penerima, maka gunakan uang. Tetapi bila lebih praktis dengan makanan jadi siap makan, maka sebaiknya demikian. Yang penting judul utamanya memang memberi makan fakir miskin.

Tidak ada ketentuan bahwa makanan yang kita berikan itu harus disebutkan penyebabnya. Yang penting niatnya, ikrarnya tidak penting. Sebab namanya pemberian, pada dasarnya tidak perlu ikrar atau pengumuman.

Tetapi seandainya diserahkannya lewat pantia zakat, tentu harus diikrarkan. Fungsinya, agar panitia zakat tahu kemanakah harus mereka harus mendistribusikannya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bersentuhan Suami-Isteri Setelah Berwudlu, Batalkah?
26 July 2013, 00:45 | Thaharah | 29.361 views
Zakat Perniagaan, Bagaimana Menghitungnya?
25 July 2013, 03:55 | Zakat | 8.416 views
Cara Perhitungan Zakat Hasil Pertanian
24 July 2013, 01:30 | Zakat | 90.238 views
Dana Zakat untuk Kegiatan Dakwah, Bolehkah?
22 July 2013, 23:00 | Zakat | 8.730 views
Haruskah Pembantu Bayar Zakat Fitrah?
22 July 2013, 08:29 | Zakat | 8.412 views
Bolehkah Uang Zakat Dipinjamkan pada Mustahik?
20 July 2013, 01:41 | Zakat | 7.604 views
Berhubungan Seksual Masa Haidh dan Tidak Tahu Keharamannya
19 July 2013, 02:38 | Nikah | 9.913 views
Perbedaan Antar Mazhab
17 July 2013, 23:47 | Ushul Fiqih | 12.018 views
Lupa Niat Puasa dan Menjilat Shampoo
17 July 2013, 02:12 | Puasa | 8.682 views
Zakat Fitrah : Pakai Beras Atau Uang?
12 July 2013, 21:02 | Zakat | 22.400 views
Apakah Tiap Transaksi Penjualan Ada Zakatnya?
11 July 2013, 23:22 | Zakat | 21.430 views
Hasil Panen Tembakau Wajibkah Dizakati?
11 July 2013, 14:33 | Zakat | 7.816 views
Pemerintah Bukan Ulil Amri Yang Berwenang Menetapkan Ramadhan?
9 July 2013, 01:13 | Puasa | 23.488 views
Taraweh Dulu Baru Puasa?
8 July 2013, 22:47 | Shalat | 10.921 views
Ramadhan Bakar Petasan, Adakah Syariatnya?
8 July 2013, 01:42 | Puasa | 7.627 views
I'tikaf Sambil Bekerja Bolehkah?
5 July 2013, 00:00 | Puasa | 12.789 views
Haramkah Jadi Golput?
2 July 2013, 21:50 | Negara | 8.752 views
Wajibkah Wanita Memakai Cadar?
1 July 2013, 04:19 | Wanita | 11.969 views
Tata Cara Talaq Sesuai Syariah
28 June 2013, 03:15 | Nikah | 10.278 views
Penetapan Awal Ramadhan, Kenapa Sering Berbeda?
25 June 2013, 20:37 | Puasa | 12.366 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 29,341,588 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema