Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukum Air WWTP | rumahfiqih.com

Hukum Air WWTP

Tue 10 October 2006 05:41 | Thaharah | 6.052 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ustadz, mohon pencerahannya atas pertanyaan saya berikut ini.

Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini banyak kita jumpai tempat-tempat umum maupun perkantoran membangun Tempat Pengolahan Air Limbah (WWTP), di mana semua air sisa baik dari hujan, toilet maupun kamar mandi ditampung di satu lokasi kolam penampungan kemudian diolah menjadi air bersih. Bagaimanakah hukumnya air yang bersasal dari WWTP seperti ini? Termasuk jenis air yang manakah? Apakah bisa dipakai untuk thoharoh?

Demikian, mohon maaf jika pertanyaan ini sudah pernah ada sebelumnya.

Wassalam,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pada dasarnya, hukum semua air itu suci dan mensucikan, baik air tanah (sumur), air laut, air hujan, air sungai, air es, salju bahkan embun dan lainnya.

Prinsipnya, manakala air yang najis dan kotor itu mengalami proses penjernihan, maka kita cukup melihat kepada bentuk nyata keadaan fisik air itu. Bila masih ada najisnya, tentu kita sebut air najis. Tapi bila sudah bersih dan murni, maka hukumnya adalah air suci.

Proses Penjernihan Alami dan Teknologi

Paling tidak di alam ini ada dua bentuk penjernihan alami. Pertama lewat penguapan dan yang kedua lewat penyaringan tanah.

Secara alami, dalam penjernihan lewat proses penguapan, air menguap naik ke angkasa menjadi awan, lalu turun menjadi tetes-tetes air hujan atau embun. Walau pun asalnya dari air limbah yang kotor, atau genangan air yang tercampur dengan benda-benda najis, namun setelah mengalami proses penjernihan alami, air itu kemudian menjadi air hujan yang turun, maka hukumnya adalah air suci dan mensucikan.

Proses penjernihan kedua adalah penjernihan lewat penyaringan tanah. Medianya adalah tanah yang kita injak ini, di mana hukumnya memang suci. Air mengalami proses penjernihan ketika air kotor bekas dipakai manusia menyerap ke dalam tanah, lalu dipompa lagi keluar sebagai air jernih.

Meski kedua penjernihan itu berlangsung secara alami, bukan berarti bila manusia mampu melakukannya secara buatan, dianggap tidak memenuhi syarat penjernihan dan pensucian.

Maka dalam pandangan kami, bila teknologi manusia sekarang ini mampu menciptakan proses penjernihan air yang lebih cepat dan efisien, haruslah disyukuri sebagai pemberian ilmu dari Allah SWT kepada kita. Kita tidak perlu menunggu air itu diuapkan secara proses alam lalu menjadi hujan, atau tidak perlu lagi menjernihkan lewat tanah selama berbulan-bulan, tetapi cukup dengan mesin tertentu, air yang keluar adalah air jernih yang suci dan mensucikan dalam waktu singkat dan jumlah yang banyak.

Dan bila dikaitkan dengan mazhab Asy-Syafi'i yang membedakan air menjadi dua macam, air sedikit dan air banyak, maka proses penjernihan air secara teknologi sudah memenuhi syarat. Dalam fiqih As-Syafi'i, bila jumlah air kurang dari 2 qullah dan kemasukan air najis atau musta'mal, maka air itu berubah menjadi air najis atau air musta'mal. Namun bila jumlah air itu lebih dari 2 qullah, bila kejatuhan najis atau air musta'mal, tidak otomatis hukumnya berubah menjadi najis atau air musta'mal. Kecuali bila air yang banyak itu berubah warna, rasa dan aroma lantaran kejatuhan najis itu. Tapi selama tidak ada perubahan ketiganya, air itu tetap suci.

Dan air hasil penjernihan secara teknologi itu jumlahnya pasti lebih dari sekedar 2 qullah (270 liter), sehingga meski ada setitik sisa najis atau air musta'mal, maka tidak akan ada pengaruhnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Doa Kamilin Bertentangan dengan Al-Quran?
10 October 2006, 05:37 | Aqidah | 9.048 views
Tarawih Berjama'ah Cepat v.s. Munfarid Khusyu'
9 October 2006, 01:42 | Shalat | 6.403 views
Negara Islam Indonesia
9 October 2006, 01:39 | Negara | 5.491 views
Pengelompokan Ayat-Ayat dalam Al-Qur'an
9 October 2006, 01:30 | Quran | 6.248 views
Muntah atau Sengaja Muntah, Batalkah Puasa?
5 October 2006, 03:14 | Puasa | 6.157 views
Zakat Mal untuk Pegawai dengan Penghasilan Tetap
5 October 2006, 03:06 | Zakat | 5.939 views
Duda Menikahi Janda tanpa Wali
5 October 2006, 02:17 | Nikah | 7.884 views
Berkumur Waktu Wudhu Saat Puasa, Mungkinkah Air Tidak Tertelan?
4 October 2006, 09:14 | Puasa | 33.094 views
Minum Air Dijampi Kiyai, Apakah Saya Syirik kepada Allah?
4 October 2006, 05:33 | Aqidah | 8.633 views
MTQ atau Perlombaan Islami Lainnya Judikah?
4 October 2006, 01:54 | Kontemporer | 5.230 views
Dzikir Al-Ma'surat Secara Berjamaah
4 October 2006, 01:40 | Kontemporer | 7.288 views
Situs Penyedia Hadits
4 October 2006, 01:40 | Hadits | 6.364 views
Dalil Shalat Tarawih Berjamaah Kuatkah?
3 October 2006, 05:57 | Shalat | 6.732 views
Status Puasa Ketika dalam Pesawat 18 Jam Perjalanan
3 October 2006, 04:23 | Puasa | 5.786 views
Batasan Hubungan dengan Tetangga yang Beragama Lain
3 October 2006, 04:20 | Zakat | 5.514 views
Zakat Mal Dibayarkan Setiap Tahun?
3 October 2006, 04:03 | Zakat | 6.360 views
Kisah Sahabat, Berhubungan Saat Puasa Ramadhan, Tidak Jadi Kena Kafarat Malah Dapat Kurma
2 October 2006, 02:27 | Puasa | 7.360 views
Apakah Ibu Tiri Mendapat Warisan dari Ayah?
2 October 2006, 02:11 | Mawaris | 5.180 views
Kapan Batas untuk Berhenti Makan dan Minum Saat Shaum?
29 September 2006, 09:11 | Puasa | 7.554 views
Zakat Mal Kapan Dibayarkan?
29 September 2006, 05:47 | Zakat | 15.376 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,133,489 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img