Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Zakat Rumah yang Disewakan | rumahfiqih.com

Zakat Rumah yang Disewakan

Fri 29 March 2013 01:48 | Zakat | 13.472 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ustadz, mohon penjelasan mengenai kasus yang saya alami berikut ini:

Saya berasal dari kota A dan berkerja di kota B. Di kota B saya sempat membeli rumah yang sempat saya tinggali selama 2 tahun. Pada tahun 2005 lalu saya memutuskan pindah kerja di kota C (di kota C saya mengontrak rumah).

Rumah yang saya beli di kota B saya kontrakkan (sementara sebelum dijual) dan uangnya saya pakai bayar kontrak di kota C dan ada sedikit sisa.

Apakah saya wajib membayar zakat sewa rumah di kota B? Terima kasih atas penjelasan ustadz.

Wassalamu'alaikum wr.wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Rumah termasuk jenis harta yang diam dan mati, dalam arti tidak tumbuh dan berkembang memberikan pemaskan buat pemiliknya. Dengan demikian, pada dasarnya, bila seseorang memiliki rumah, tidak ada kewajiban untuk membayar zakat.

Ketentuan ini tentu sangat berbeda dengan pajak yang tidak memperhatikan jenis harta. Pokoknya kalau seseorang punya rumah, lepas dari apakah rumah itu produktif atau tidak, kena kewajiban bayar pajak.

Dalam hukum zakat, selama sebuah rumah tidak memberikan pemaksukan buat pemiliknya, baik karena di tempati sendiri, atau dibiarkan kosong atau dipinjamkan tanpa imbalan apa-apa, tidak mewajibkan zakat.

Terkecuali bila rumah itu difungsikan sedemikian rupa agar bisa menjadi harta yang tumbuh. Misalnya, rumah itu disewakan kepada orang lain dan dari hasil persewaannya didapat pemasukan. Maka yang terkena kewajiban bayar zakat semata-mata karena unsur persewaannya.

Sebagai sebuah ilustrasi dari zakat rumah yang disewakan, anggaplah uang sewa bulanan rumah anda Rp 1.200.000,-. Uang ini adalah pemasukan anda, tetapi pemasukan yang masih kotor.

Sementara anda harus mengontrak rumah di kota lain, taruhlah misalnya anda harus bayar Rp 1.000.000,- tiap bulan. Jadi yang tersisa dari pemasukan hanya Rp 200.000,-. Bila dikumpulkan dalam setahun, maka akan didapat Rp Rp 2.400.000,- dari pemasukan bersihnya. Dan jumlah ini kira-kira sudah dianggap melewati nisab. Dari uang sejumlah inilah zakat anda keluarkan, bukan dari pemasukan kotornya.

Karena itu zakat yang harus dikeluarkan adalah 5% dari pemasukan bersih. Jadi besarnya zakat yang dikeluarkannya adalah dari setiap pemasukan bersih tiap bulan 5% x Rp. 200 ribu = Rp 10 ribu.

Dari mana angka 5% itu?

Dari hasil qiyas zakat rumah kontrakan dengan zakat pertanian. Sebagaimana kita tahu, besar zakat pertanian itu 5% kalau diairi atau 10% dari hasil panen kalau tidak diairi.

Ketika diqiaskan kepada zakat investasi, maka kita mengambil angka 5%, karena rumah kontrakan itu membutuhkan perawatan dan juga biaya-biaya lain.

Dibayarkannya zakat pada saat panen didapat, dengan syarat hasil pertanian itu bila telah mencapai nisah. Dan nisab untuk sekali panen adalah 5 wasaq atau setara dengan 520 kb beras. Maka bila hasil 'panen' anda mencapai nilai harga beras seberat 520 kg setahun, rumah yang anda kontrakkan itu sudah wajib dikeluarkan zakatnya.

Tentunya setelah dikeluarkan beberapa kebutuhan dasar anda, salah satunya adalah biaya untuk anda mengontrak rumah di kota lain.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Mencabut Sighat Taliq yang Terlanjur Dilakukan
28 March 2013, 23:46 | Nikah | 9.628 views
Kotoran Kambing dan Air Kencing Unta Tidak Najis?
27 March 2013, 23:01 | Thaharah | 16.730 views
Perayaan Khitanan, Adakah Pensyariatannya?
26 March 2013, 23:24 | Thaharah | 9.933 views
Membatalkan Baiat, Apakah Ada Kaffarahnya?
26 March 2013, 23:21 | Aqidah | 7.753 views
Rasulullah SAW Dituduh Maniak Seks dan Pedofil?
25 March 2013, 22:45 | Umum | 12.180 views
Hukum Tinggal di Hotel Milik Orang Kafir di Mekkah Madinah
24 March 2013, 19:24 | Muamalat | 7.500 views
Wali Salah Mengucapkan Nama Ayah Saat Ijab-Qabul
22 March 2013, 18:52 | Nikah | 18.989 views
Korupsi Halal Karena Termasuk Rampasan Perang?
22 March 2013, 00:56 | Kontemporer | 7.265 views
Haramkah Menghias Masjid
20 March 2013, 02:59 | Shalat | 6.385 views
Mengapa Umat Islam Sulit untuk Bersatu?
19 March 2013, 00:01 | Kontemporer | 8.660 views
Benarkah Ada Ayat-ayat Yang Saling Kontradiktif
18 March 2013, 02:00 | Quran | 7.934 views
Bolehkah Wanita Jadi Saksi Dalam Pernikahan
17 March 2013, 23:33 | Nikah | 6.760 views
Apakah Kita Baca Al-Fatihah Ketika Shalat di Belakang Imam?
16 March 2013, 23:38 | Shalat | 17.641 views
Yahudi, Kristen dan Islam : Apakah Tuhannya Sama?
16 March 2013, 00:30 | Aqidah | 19.012 views
Tidak Berhukum dengan Hukum Allah: Kafir?
16 March 2013, 00:23 | Negara | 8.080 views
Bolehkah Nikah Tapi Sudah Niat Segera Mentalak?
15 March 2013, 01:18 | Nikah | 6.485 views
Bolehkah Membatalkan Niat Haji Kedua?
13 March 2013, 01:35 | Haji | 5.920 views
Hukum Sunat bagi Perempuan
13 March 2013, 00:56 | Wanita | 10.032 views
Bolehkah Menyembelih Hewan Tanpa Baca Bismillah?
12 March 2013, 00:16 | Qurban Aqiqah | 8.225 views
Hukum Barang Temuan Jam Tangan Di Mall
11 March 2013, 00:34 | Muamalat | 6.559 views

TOTAL : 2.301 tanya-jawab | 27,666,435 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema