Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Witir Ikut Jamaah Tarawih | rumahfiqih.com

Witir Ikut Jamaah Tarawih

Fri 13 October 2006 02:36 | Shalat | 5.398 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Semoga Alloh melimpahkan berkah, petunjuk dan kekuatan untuk ustadz. Amin. Ustadz, di masjid saya ada yang tarawih 8 rakaat dan 23 rakaat. Tapi saya tidak membicarakan perbedaan itu. Hanya yang agak janggal bagi saya adalah mereka yang shalat 8 rakaat itu lalu ikut jamaah tarawih yang 2 rakaat untuk melaksanakan shalat witir yang 3 rakaat dengan susunan mirip sholat Maghrib (dua kali takhiyat). Apakah hal itu dibenarkan?

Karena selama ini kan mereka berargumen semua harus sesuai contoh nabi, apakah hal itu pernah dicontohkan nabi? Saya khawatir apa yang selalu mereka katakan ternyata malah mereka langgar sendiri. Syukron atas jawabannya.

Wassalamuálaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatulahi wabarakatuh,

Memang ada banyak perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang teknis pelaksanaan shalat witir. Ada yang sekaligus tiga rakaat dengan hanya satu salam, tanpa tahiyat di rakaat kedua. Ada juga yang tiga rakaat dengan dua salam, yaitu setelah dua rakaat salam dulu, kemudian diteruskan satu rakaat lalu salam.

Namun biasanya yang langsung 3 rakaat dengan satu salam justru menghindari tahiyat awal agar tidak sama dengan shalat Maghrib.

Namun mengapa sampai terjadi beda pendapat seperti ini?

Jawabnya sederhana. Yaitu seandainya ada dalil yang shahih (valid) dan sharih (eksplisit) tentang teknis pelaksanaan shalat witir, pastilah semua ulama sepakat sebagaimana sepakatnya mereka dalam teknis pelaksanaan shalat maghrib.

Masalahnya, ada banyak dalil yang masih diributkan tingkat keshahihannya. Ulama A mengklaim bahwa dalil yang dimilikinya shahih, sementara ulama lain menampiknya dan mengeluarkan kritik bahwa keshahihannya diragukan. Belum lagi muncul beberapa nash dalil yang arahnya berlawanan satu sama lain, sehingga menimbulkan confuse di kalangan para ulama. Sehingga satu sama lain saling berbeda dalam menarik kesimpulan hukumnya.

Dan keadaan ini tidak jadi masalah, karena hal itu sudah terjadi bahkan sejak Nabi SAW masih ada. Kecuali ketika orang-orang awam yang tidak tahu urusan sok ikutan jadi pembela suatu pendapat. Tetapi sambil mencaci maki, mencibir, menghina bahkan memvonis sesat dan ahli bid'ah segala. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun!

Yang Paling Sesuai dengan Nabi?

Klaim bahwa apa yang kita kerjakan itu adalah sunnah nabi, sedangkan tata cara ibadah orang lain yang tidak sama dengan tata cara ibadah kita bukan sunnah nabi, memang agak menggelikan.

Semua pihak saling mengklaim bahwa dirinya paling dekat dengan sunnah nabi. Baik yang jumlah rakaat tarawihnya 8 atau yang 20. Masing-masing punya argumentasi sendiri yang dibelanya mati-matian.

Kadang argumentasi itu masuk akal, tetapi tidak jarang asal bunyi saja. Sama sekali tidak ilmiyah bahkan cenderung hanya mencari pembenaran saja. Dan yang semakin menggelikan lagi, mereka yang berdebat itu sama-sama bukan ulama, sama-sama tidak mengerti bahasa Arab, sama-sama tidak mengerti ilmu hadits dan sama-sama awam dalam masalah istimbath hukum. Artinya, mereka bukan ahli di bidangnya tapi sibuk mempertahankan argumentasi.

Ibarat penonton sepak bola yang jadi suporter, suaranya riuh rendah mengelu-elukan kesebelasan pujaannya. Penampilannya pun habis-habisan sampai wajah, tubuh dan pakaiannya habisdicat berwarna-warni. Lalu terlibat keributan dengan suporter kesebelasan lainnya. Kalau dipikir-pikir, apa sih yang diributkan?

Jadi pemain pun tidak, apalagi jadi pelatih. Tapi ributnya luar biasa. Itulah suporter sepak bola. Jangan sampai kita meributkan masalah khilafiyah dengan gaya suporter sepak bola. Ribut tapi tidak tahu urusan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatulahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Nabi Pertama Bukan Adam?
13 October 2006, 02:30 | Aqidah | 6.772 views
Mimpi Didatangi Orang-Orang Sholeh
13 October 2006, 02:25 | Aqidah | 9.763 views
Belajar Agama Tanpa Guru
13 October 2006, 02:13 | Umum | 6.002 views
Tidak Perlu Syariat yang Wajib Prinsip Islam Saja, Benarkah?
13 October 2006, 01:56 | Negara | 5.161 views
Nuzulul Quran, setelah Pengajaran Iqro, Selanjutnya Nabi Bisa Baca?
13 October 2006, 01:31 | Quran | 8.171 views
Ustadz Keliling Meminta Zakat untuk Kepentingan Pribadi
12 October 2006, 01:47 | Zakat | 5.777 views
Hukum Darah Nifas
12 October 2006, 01:33 | Wanita | 6.748 views
hudud<-i>.html>Mungkinkah Dosa Besar Dihapus Allah Kalau Tidak di-Hudud?
12 October 2006, 01:30 | Jinayat | 5.639 views
Kapan Zakat Fitrah Diberikan?
11 October 2006, 07:14 | Zakat | 7.832 views
Hukum Bercampur di Siang Ramadhan, Zina, dan Kaffarat
10 October 2006, 06:05 | Puasa | 7.595 views
Zakat Profesi Suami Isteri Bekerja
10 October 2006, 05:58 | Zakat | 5.230 views
Hukum Air WWTP
10 October 2006, 05:41 | Thaharah | 6.273 views
Doa Kamilin Bertentangan dengan Al-Quran?
10 October 2006, 05:37 | Aqidah | 9.318 views
Tarawih Berjama'ah Cepat v.s. Munfarid Khusyu'
9 October 2006, 01:42 | Shalat | 6.532 views
Negara Islam Indonesia
9 October 2006, 01:39 | Negara | 5.669 views
Pengelompokan Ayat-Ayat dalam Al-Qur'an
9 October 2006, 01:30 | Quran | 6.567 views
Muntah atau Sengaja Muntah, Batalkah Puasa?
5 October 2006, 03:14 | Puasa | 6.310 views
Zakat Mal untuk Pegawai dengan Penghasilan Tetap
5 October 2006, 03:06 | Zakat | 6.095 views
Duda Menikahi Janda tanpa Wali
5 October 2006, 02:17 | Nikah | 9.100 views
Berkumur Waktu Wudhu Saat Puasa, Mungkinkah Air Tidak Tertelan?
4 October 2006, 09:14 | Puasa | 33.695 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 37,158,830 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-10-2019
Subuh 04:12 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:49 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img