Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Nabi Pertama Bukan Adam? | rumahfiqih.com

Nabi Pertama Bukan Adam?

Fri 13 October 2006 02:30 | Aqidah | 6.446 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ustadz yang dirahmati Allah, beberapa waktu yang lalu ada teman yang menanyakan hal berikut:

1. Benarkah manusia pertama itu nabi Adam, sebab kalau manusia pertama seorang nabi dan tugas nabi adalah menyampaikan kebenaran dari Allah lalu kepada siapa dia berdakwah?

2. Kenapa tulisan Alloh di Al-Qur'an dibacanya Alloh bukan Allah padahal kalau dibaca menurut kaidahnya bukannya dibaca Allah. Bahasa Arab kan tidak ada bunyi o katanya.

Mohon penjelasan atas pertanyaan yang "nyleneh" tersebut ustadz?

Jazakumullah khoiron katsiron.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Nabi Adam as. adalah manusia pertama sekaligus juga nabi pertama. Tidak ada masalah bila saat beliau jadi nabi, belum ada manusia.

Tapi yang jelas, kalau makna kenabian itu adalah menyampaikan wahyu dari Allah dan memimpin orang-orang untuk tunduk dan beriman kepada perintah Allah, hal itu baru berlangsung setelah Adam ada di muka bumi. Dan ternyata beliau tidak sendirian, ada satu umatnya, yaitu isterinya Hawwa. Kemudian lahir anak-anaknya yang semakin hari semakin banyak, termasuk anda salah satu keturunannya.

Kalau kita lihat sejarah nabi Muhammad SAW, beliau dilahirkan tidak langsung jadi nabi. Selama 40 tahun beliau hanya menjalani hidup sebagai manusia biasa. Barulah setelah menginjak tahun ke-40 sejak kelahirannya, turun wahyu dari langit. Dan saat itu beliau resmi diangkat menjadi nabi.

Maka demikian juga dengan nabi-nabi yang lain, termasuk Adam alaihissalam. Ketika baru pertama kali diciptakan, beliau tidak 'ujug-ujug' jadi nabi.Apalagi beliau tinggal pertama kali di surga. Di surga kan tidak perlu nabi. Nabi itu diperlukan kalau kita tinggal di muka bumi. Sebab tidak semua manusia bisa langsung menerima wahyu dari langit. Hanya orang tertentu saja yang menerima wahyu, dan itu adalah Adam as.

Maka tidak ada salahnya bila Adam as. menjadi nabi ketika sudah di muka bumi dan sudah punya rakyat. Dan rakyatnya adalah isteri dan anak-anaknya. Jumlah mereka awalnya hanya 2 orang, tapi kemudian lahir kembar 2 orang lagi, begitu seterusnya hingga jumlahnya sangat banyak. Padahal meski pun hanya ada satu orang saja manusia di muka bumi, dia harus punya nabi. Kalau tidak ada nabinya, bagaimana cara dia mengenal tuhannya dan bagaimana dia tahu tata cara menyembah tuhan?

Maka keberadaanAdam as. sebagai nabi mutlak harus ada. Logika dan akal sehat kita justru mendorong kita kepada kesimpulan nabi seorang nabi sangat diperlukana keberadaannya, meskipun hanya ada satu manusia di muka bumi.

Allah atau Alloh

Memang bukan huruf vocal 'O', melainkan ada beberapa jenis huruf Arab yang harus dibaca tafkhim (tebal) dalam keadaan tertentu. Misalnya huruf Kha', Ra', Shad, Dhad, Tha' Dhza', Ghain dan Qaf. Kesemuanya bila berbaris fathah harus dibaca tebal, sehingga seoleh terdengar seperti suara huruf O. Demikian juga dengan lafdzhul jalalah nama Allah. Kita tidak menyebut al-loh, tetapi Allah dengan huruf lam ditebalkan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Mimpi Didatangi Orang-Orang Sholeh
13 October 2006, 02:25 | Aqidah | 7.901 views
Belajar Agama Tanpa Guru
13 October 2006, 02:13 | Umum | 5.828 views
Tidak Perlu Syariat yang Wajib Prinsip Islam Saja, Benarkah?
13 October 2006, 01:56 | Negara | 4.974 views
Nuzulul Quran, setelah Pengajaran Iqro, Selanjutnya Nabi Bisa Baca?
13 October 2006, 01:31 | Quran | 7.791 views
Ustadz Keliling Meminta Zakat untuk Kepentingan Pribadi
12 October 2006, 01:47 | Zakat | 5.544 views
Hukum Darah Nifas
12 October 2006, 01:33 | Wanita | 6.489 views
hudud<-i>.html>Mungkinkah Dosa Besar Dihapus Allah Kalau Tidak di-Hudud?
12 October 2006, 01:30 | Jinayat | 5.556 views
Kapan Zakat Fitrah Diberikan?
11 October 2006, 07:14 | Zakat | 7.659 views
Hukum Bercampur di Siang Ramadhan, Zina, dan Kaffarat
10 October 2006, 06:05 | Puasa | 7.155 views
Zakat Profesi Suami Isteri Bekerja
10 October 2006, 05:58 | Zakat | 5.115 views
Hukum Air WWTP
10 October 2006, 05:41 | Thaharah | 6.055 views
Doa Kamilin Bertentangan dengan Al-Quran?
10 October 2006, 05:37 | Aqidah | 9.049 views
Tarawih Berjama'ah Cepat v.s. Munfarid Khusyu'
9 October 2006, 01:42 | Shalat | 6.403 views
Negara Islam Indonesia
9 October 2006, 01:39 | Negara | 5.491 views
Pengelompokan Ayat-Ayat dalam Al-Qur'an
9 October 2006, 01:30 | Quran | 6.249 views
Muntah atau Sengaja Muntah, Batalkah Puasa?
5 October 2006, 03:14 | Puasa | 6.158 views
Zakat Mal untuk Pegawai dengan Penghasilan Tetap
5 October 2006, 03:06 | Zakat | 5.939 views
Duda Menikahi Janda tanpa Wali
5 October 2006, 02:17 | Nikah | 7.887 views
Berkumur Waktu Wudhu Saat Puasa, Mungkinkah Air Tidak Tertelan?
4 October 2006, 09:14 | Puasa | 33.096 views
Minum Air Dijampi Kiyai, Apakah Saya Syirik kepada Allah?
4 October 2006, 05:33 | Aqidah | 8.647 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,142,882 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img