Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Berdoa Harus dengan Lafadz dari Hadis? | rumahfiqih.com

Berdoa Harus dengan Lafadz dari Hadis?

Tue 17 October 2006 06:07 | Hadits | 6.021 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum WW.

Ustaz yang saya hormati. Baru-baru ini di musholla kami seorang penceramah menyatakan hal sesuai judul di atas, dan hal tersebut membuat saya menjadi ragu tentang doa yang saya lakukan, karena saya sering menggunakan bahasa Indonesia untuk berdoa di samping dengan doa yang di ajarkan Rosullah SAW. Mohon diberikan penjelasan mengenai:

1. Batasan-batasan apa yang menjadikan ibadah itu disebut ibadah mahdoh, seperti sholat, shaum dan lain-lain.
2. Mohon saya diberikan dalilnya

JazaKumuLLAH,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Memang benar bahwa sebaiknya kalau kita berdoa, maka kita menggunakan lafadz yang datang dari kitabullah atau dari sunnah Rasulullah SAW. Dari segi keutamaan, tentu keduanya lebih utama, karena merupakan kalamullah dan sabda Rasul-Nya.

Namun bukan berarti berdoa dengan lafadz yang kita buat sendiri menjadi haram atau terlarang. Tidak demikian cara kita memahaminya. Bahkan ada banyak riwayat yang menyebutkan adanya shahabat nabi yang berdoa dengan menggunakan gubahannya sendiri, namun alih-alih melarangnya, justru Rasulullah SAW memujinya.

Ini menunjukkan bahwa berdoa dengan lafadz yang kita gubah sendiri sama sekali tidak terlarang. Kecuali bila ada yang salah dalam redaksinya, sehingga malah merusak esesi doa kita.

Namun selama isinya masih sejalan dengan aqidah dan syariah, tidak ada larangan untuk hal itu.

Di masa Rasul, ada seorang shahabat yang diriwayatkan berdoa dengan lafadz yang beliau SAW belum pernah dengar. Sampai beliau SAW minta shahabat tadi mengulanginya. Bunyinya:

Segala puji bagi Allah, dengan pujian yang banyak dan baik serta diberkati di dalamya, dengan pujian yang Tuhan kami menyukai untuk dipuji dengannya dan pantas pujian itu untuk-Nya.

Setelah mendengar sekali lagi lafadz doa gubahan shahabatnya itu, beliau bersabda, "Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya. Sungguh 10 malaikat berebutan untuk menuliskannya. Namun mereka tidak tahu cara menuliskannya hingga mereka bawa kepada rabbul 'izzah Allah SWT, maka Allah SWT perintahkan, "Tulislah sebagai hamba-Ku mengucapkannya."

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dengan para perawi yang tsiqah. Juga diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya, namun dengan sedikit perbedaan, yaitu:

Segala puji bagi Allah, dengan pujian yang banyak dan baik serta diberkati di dalamya, dengan pujian yang Tuhan kami sukai dan ridhai.

Hadis ini bisa kita periksa dalam kitab At-Targhib wa At-Tarhib, pada bagian Az-Zikr wad- du'a.

Selain hadits di atas, juga ada hadits lainnya yang senada.

Dari Abdullah bin Umar ra. bahwa Rasulullah SAW menceritakan tentang seorang hamba dari hamba-hamba Allah yang berdoa, "Ya Tuhan, bagi-Mu segala puji sebgaimana pujian yang pantas untuk kemuliaan wajah-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu." Namun kedua malaikat tidak tahu bagaimana cara menuliskan pahalanya. Maka mereka naik ke langit dan bertanya, "Wahai Tuhan kami, hamba-Mu telah berdoa dengan lafaz yang kami tidak tahu bagaimana cara menuliskan pahalanya." Maka Allah bertanya, "Apa yang dilafazkan hamba-Ku?" Keduanya menjawab, "Dia berdoa, "Ya Tuhan, bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang pantas untuk kemuliaan wajah-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Maka Allah perintahkan kepada mereka berdua, "Tulislah sebagaimana hamba-Ku mengucapkannya, hingga Dia menemui-Ku, maka Aku akan berikan pahala-Nya."

Dua hadits di atas membuktikan bahwa Rasulullah SAW tidak melarang shahabatnya berdoa dengan lafadz yang dikarangnya. Tentunya dengan lafadz yang benar serta tidak melanggar adab berdoa.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Minuman Green Sand Bebas Alkohol, Bolehkah Dikonsumsi?
17 October 2006, 06:01 | Kuliner | 23.036 views
Membaca Fatihah bagi Makmum
17 October 2006, 04:43 | Shalat | 6.538 views
Zakat Harta untuk Beli Tafsir/Al-Quran?
16 October 2006, 05:41 | Zakat | 4.661 views
Pengertian Dihapus Dosa
16 October 2006, 05:27 | Umum | 5.836 views
Belajar tentang Islam
16 October 2006, 04:08 | Aqidah | 6.096 views
Witir Ikut Jamaah Tarawih
13 October 2006, 02:36 | Shalat | 5.359 views
Nabi Pertama Bukan Adam?
13 October 2006, 02:30 | Aqidah | 6.635 views
Mimpi Didatangi Orang-Orang Sholeh
13 October 2006, 02:25 | Aqidah | 8.590 views
Belajar Agama Tanpa Guru
13 October 2006, 02:13 | Umum | 5.943 views
Tidak Perlu Syariat yang Wajib Prinsip Islam Saja, Benarkah?
13 October 2006, 01:56 | Negara | 5.083 views
Nuzulul Quran, setelah Pengajaran Iqro, Selanjutnya Nabi Bisa Baca?
13 October 2006, 01:31 | Quran | 8.025 views
Ustadz Keliling Meminta Zakat untuk Kepentingan Pribadi
12 October 2006, 01:47 | Zakat | 5.680 views
Hukum Darah Nifas
12 October 2006, 01:33 | Wanita | 6.652 views
hudud<-i>.html>Mungkinkah Dosa Besar Dihapus Allah Kalau Tidak di-Hudud?
12 October 2006, 01:30 | Jinayat | 5.598 views
Kapan Zakat Fitrah Diberikan?
11 October 2006, 07:14 | Zakat | 7.751 views
Hukum Bercampur di Siang Ramadhan, Zina, dan Kaffarat
10 October 2006, 06:05 | Puasa | 7.422 views
Zakat Profesi Suami Isteri Bekerja
10 October 2006, 05:58 | Zakat | 5.178 views
Hukum Air WWTP
10 October 2006, 05:41 | Thaharah | 6.171 views
Doa Kamilin Bertentangan dengan Al-Quran?
10 October 2006, 05:37 | Aqidah | 9.201 views
Tarawih Berjama'ah Cepat v.s. Munfarid Khusyu'
9 October 2006, 01:42 | Shalat | 6.476 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,286,683 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

18-9-2019
Subuh 04:29 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:01 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img