Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Haruskah Pembantu Bayar Zakat Fitrah? | rumahfiqih.com

Haruskah Pembantu Bayar Zakat Fitrah?

Mon 22 July 2013 08:29 | Zakat | 9.284 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pak ustaz, kami punya seorang pembantu rumah tangga yang tinggal di rumah dan seluruh kebutuhan sehari-harinya ditanggung oleh kami juga. Dia digaji tiap bulan oleh kami dan Insya Allah tidak pernah telat. Apakah kami berkewajiban mengeluarkan zakat fitrah untuk pembantu tersebut ataukah dia harus bayar sendiri dari uang gaji yang dia dapat perbulan?

Kami takut seandainya kami bayar untuk dia tapi kewajibannya belum lepas dan uang yang kami serahkan untuk zakat akhirnya hanya dihitung sedekah belaka dan juga ibadah puasanya jadi terkatung-katung karena tidak bayar zakat. Mohon penjelasan pak ustaz.

Wassalamualaikum Wr Wb.

Jawaban :

Asslamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kewajiban kita membayarkan zakat fitrah adalah kepada orang-orang yang nafkahnya menjadi tanggungan kita. Misalnya, isteri dan anak-anak. Atau misalnya anak yatim yang kita pelihara dengan nafkah kita.

Sedangkan pembantu, meski tinggal bersama kita dan makan di rumah kita, sebenarnya tidak bisa dikategorikan orang yang kita tanggung nafkahnya. Sebab dia punya nafkah sendiri, yaitu dari hasil keringatnya dengan bekerja di rumah kita.

Kedudukan pembantu rumah tangga pada dasarnya sama dengan pegawai kantoran atau pegawai negeri. Mereka sama-sama bekerja dan makan gaji dari keringatnya. Bedanya hanyalah karena pembantu rumah tangga itu tinggal di rumah kita, makan dari makanan rumah kita dan seterusnya. Tetapi kalau dia tidak bekerja, dia tidak dapat gaji dari kita.

Berbeda dengan isteri dan anak kita. Mereka benar-benar kita tanggung nafkahnya. Uang yang kita berikan kepada anak dan isteri semata-mata nafkah yang kita berikan, tanpa kewajiban bekerja atau memberi jasa tertentu kepada kita. Anak dan isteri inilah yang disebut dengan orang yang kita tanggung nafkahnya. Maka kewajiban kita juga untuk membayarkan zakat fitrah untuk mereka.

Sedangkan pembantu rumah tangga, kita tidak menanggung nafkahnya, melainkan mereka bekerja dan mendapat upah/gaji dari keringatnya. Walhasil, para pembantu rumah tangga itu punya kewajiban sendiri untuk membayar zakat fitrahnya, bila mampu tentunya.

Kalau mereka sampai tidak mampu bayar zakat fitrah yang sebenarnya sangat murah itu, berarti mungkin ada yang tidak beres dalam perjanjian gaji dengan kita sebagai majikan. Boleh jadi kita terlalu murah membayar gajinya, sehingga meski sudah bekerja 24 jam sehari, tetap saja tidak cukup untuk mereka. Maka kewajiban kita adalah menaikkan gajinya, bukan membayarkan zakatnya.

Jangan dikira menggaji pembantu dengan nilai yang besar dan cukup itu itu tidak berpahala. Justru yang utama harus kita kerjakan adalah menggaji orang yang berjasa kepada kita dengan nilai yang cukup dan manusiawi. Bukannya orang yang sudah susah kita tambahi dengan kesusahan. Sehingga dia jadi miskin selamanya, kemudian baru kita beri zakat.

Seharusnya kita harus memprogram agar dia bisa jadi kaya, biar suatu saat nanti dia bisa jadi muzakki yang sesungguhya.

Wallahu a'lam bishshawab, wasslamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bolehkah Uang Zakat Dipinjamkan pada Mustahik?
20 July 2013, 01:41 | Zakat | 8.547 views
Berhubungan Seksual Masa Haidh dan Tidak Tahu Keharamannya
19 July 2013, 02:38 | Nikah | 11.114 views
Perbedaan Antar Mazhab
17 July 2013, 23:47 | Ushul Fiqih | 18.372 views
Lupa Niat Puasa dan Menjilat Shampoo
17 July 2013, 02:12 | Puasa | 9.657 views
Zakat Fitrah : Pakai Beras Atau Uang?
12 July 2013, 21:02 | Zakat | 25.221 views
Apakah Tiap Transaksi Penjualan Ada Zakatnya?
11 July 2013, 23:22 | Zakat | 26.435 views
Hasil Panen Tembakau Wajibkah Dizakati?
11 July 2013, 14:33 | Zakat | 9.000 views
Pemerintah Bukan Ulil Amri Yang Berwenang Menetapkan Ramadhan?
9 July 2013, 01:13 | Puasa | 24.667 views
Taraweh Dulu Baru Puasa?
8 July 2013, 22:47 | Shalat | 13.103 views
Ramadhan Bakar Petasan, Adakah Syariatnya?
8 July 2013, 01:42 | Puasa | 8.184 views
I'tikaf Sambil Bekerja Bolehkah?
5 July 2013, 00:00 | Puasa | 14.259 views
Haramkah Jadi Golput?
2 July 2013, 21:50 | Negara | 10.269 views
Wajibkah Wanita Memakai Cadar?
1 July 2013, 04:19 | Wanita | 13.608 views
Tata Cara Talaq Sesuai Syariah
28 June 2013, 03:15 | Nikah | 12.750 views
Penetapan Awal Ramadhan, Kenapa Sering Berbeda?
25 June 2013, 20:37 | Puasa | 13.792 views
Mohon Maaf Menjelang Ramadhan, Bid'ahkah?
24 June 2013, 22:53 | Puasa | 18.759 views
Nenek Ingin Puasa
21 June 2013, 18:37 | Puasa | 6.188 views
Puasa untuk Ibu yang Sedang Menyusui
21 June 2013, 01:22 | Puasa | 10.368 views
Pulang Pergi Jakarta Bogor, Bolehkah Menjama' Shalat?
20 June 2013, 00:28 | Shalat | 23.321 views
Shalat Sendirian Lalu Ditepuk Bahunya
19 June 2013, 02:45 | Shalat | 140.082 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,251,535 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-9-2019
Subuh 04:30 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img