Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Saat Haidh Darah Terhenti 2 Hari Lalu Keluar Lagi, Hukumnya? | rumahfiqih.com

Saat Haidh Darah Terhenti 2 Hari Lalu Keluar Lagi, Hukumnya?

Fri 3 November 2006 07:26 | Thaharah | 6.125 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalaamu'alaikum, Ustadz.

Ana mau nanya tentang haid. Misalnya di bulan Ramadhan haid selama 6 hari, kemudian bersih 2 hari tapi datang lagi 2 hari. Saya pernah nanya ke guru kalau yang dua hari yang suci itu harus dibayar. karena belum sampai 15 hari. Apakah benar demikian ustadz? Terima kasih atas jawabannya.

Assalaamu'alaikum.wb.wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Para ahli fiqih kalau ditanya seperti ini, mereka punya rumus mudah. Mereka membuat batas minimal dan maksimal masa haidh sekaligus masa minimal dan maksimal masa suci dari haidh.

Misalnya Al-Imam As-Syafi'i rahimahullah, beliau dalam mazhabnya menyebutkan bahwa masa haidh seorang wanita minimalnya sehari semalam dan maksimalnya 15 hari. Kemudian masa suci dari haidh minimalnya 15 hari, sedangkan maksimalnya tanpa batas.

Dengan dibuatnya rumus di atas, maka pertanyaan anda bisa dijawab dengan mudah. Yang jadi titik masalah adalah apakah jeda 2 hari terputus dari keluarnya darah itu termasuk haidh atau suci dari haidh?

Dengan rumus di atas, maka bisa dipastikan bahwa dua hari yang tidak keluar darah itu tetap dianggap haidh. Tidak bisa dianggap suci dari haidh, karena batas minimal masa suci dari haidh adalah 15 hari. Dan dikuatkan lagi dengan jumlah hari haidh ditambah hari yang dianggap sebagai haidh, semua masih di bawah angka 15 hari. Jumlahnya baru 10 hari.

Maka dengan demikian, dalam mazhab As-Syafi'i, keterangan dari ustadz yang anda tanyakan itu benar adanya. Dua hari yang anda anggap sebagai masa suci dari haidh itu tidak bisa dianggap sebagai masa suci. Meski pada hakikatnya memang sama sekali tidak ada darah yang keluar selama 2 hari itu. Namun secara hukum, anda masih dianggap mendapat haidh dan haram berpuasa. Sebab seorang wanita yang haidh tidak boleh berpuasa dan wajib menggantinya di bulan lain.

Al-'Adatu Muhakkamah

Mungkin anda bertanya, dari masa para ahli fiqih mendapatkan rumus-rumus itu. Adakah dalil-dalil sharih dan shahih yang menyebutkan batas minimal dan maksimal itu?

Jawabnya adalah dari hasil pengamatan dan ijtihad para fuqaha'. Mereka melakukan eksperimen dan penelitian pada faal tubuh wanita. Akhirnya mereka mengambil kesimpulan dan membuat rumus batas mininal dan maksimal.

Di sini yang berlaku adalah sebuah kaidah al-'adatu muhakkamah, yaitu suatu yang sudah menjadi kebiasaan, meski tanpa dalil yang sharih dari nabi SAW, bisa dijadikan sebagai dasar hukum.

Tentu saja karena merupakan hasil ijtihad, angka-angka hari di atas tidak merupakan hal yang mutlak. Sangat mungkin terjadi perbedaan rumus oleh fuqaha' lainnya.

Misalnya Al-Hanafiyah mengatakan bahwa paling cepat haid itu terjadi selama tiga hari tiga malam, dan bila kurang dari itu tidaklah disebut haid tetapi istihadhah. Sedangkan paling lama menurut madzhab ini adalah sepuluh hari sepuluh malam, kalau lebih dari itu bukan haid tapi istihadhah. Dasar pendapat mereka adalah hadis berikut ini:

Dari Abi Umamah bahwa Rasulullah SAW bersabda: `Haid itu paling sepat buat perawan dan janda tiga hari. Dan paling lama sepuluh hari. (HR Tabarani dan Daruquthni dengan sanad yang dhaif)

Sedangkan Al-Malikiyah mengatakan paling cepat haid itu sekejap saja, bila seorang wanita mendapatkan haid dalam sekejap itu, batallah puasanya, salatnya dan tawafnya. Namun dalam kasus `iddah dan istibra` lamanya satu hari.

Sedangkan pendapat Al-Hanabilah sama dengan pendapat As-Syafi'iyah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Tindak Anarkis Buat Aliran Sesat
3 November 2006, 07:17 | Aqidah | 5.234 views
Hukum Memakai Parfum Beralkohol
3 November 2006, 07:02 | Thaharah | 9.764 views
Sentuhan, Batal Kata Isteri Tidak Batal Kata Suami Lalu Cerai
3 November 2006, 03:37 | Nikah | 5.428 views
Apakah Menafkahi Orang Tua dan Adik-Adik Termasuk Zakat Mal?
2 November 2006, 03:17 | Zakat | 8.354 views
Puasa Ikut 29 Sholat 'Ied Ikut yang Puasanya 30
19 October 2006, 03:17 | Puasa | 6.657 views
Beda Dita'zir dengan Dicambuk
19 October 2006, 03:10 | Jinayat | 5.414 views
Lebih Baik Menjadi Muslim Miskin atau Kaya?
18 October 2006, 06:21 | Hadits | 6.241 views
1 Syawal, 23 atau 24 Oktober?
18 October 2006, 04:23 | Puasa | 4.939 views
Sholat Tarawih ketika I'tikaf
17 October 2006, 06:38 | Shalat | 6.115 views
Berdoa Harus dengan Lafadz dari Hadis?
17 October 2006, 06:07 | Hadits | 6.025 views
Minuman Green Sand Bebas Alkohol, Bolehkah Dikonsumsi?
17 October 2006, 06:01 | Kuliner | 23.151 views
Membaca Fatihah bagi Makmum
17 October 2006, 04:43 | Shalat | 6.539 views
Zakat Harta untuk Beli Tafsir/Al-Quran?
16 October 2006, 05:41 | Zakat | 4.662 views
Pengertian Dihapus Dosa
16 October 2006, 05:27 | Umum | 5.841 views
Belajar tentang Islam
16 October 2006, 04:08 | Aqidah | 6.098 views
Witir Ikut Jamaah Tarawih
13 October 2006, 02:36 | Shalat | 5.360 views
Nabi Pertama Bukan Adam?
13 October 2006, 02:30 | Aqidah | 6.638 views
Mimpi Didatangi Orang-Orang Sholeh
13 October 2006, 02:25 | Aqidah | 8.605 views
Belajar Agama Tanpa Guru
13 October 2006, 02:13 | Umum | 5.943 views
Tidak Perlu Syariat yang Wajib Prinsip Islam Saja, Benarkah?
13 October 2006, 01:56 | Negara | 5.085 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,312,506 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-9-2019
Subuh 04:28 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img