Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Shalat Sembari Membaca Mushaf Al-Quran | rumahfiqih.com

Shalat Sembari Membaca Mushaf Al-Quran

Wed 9 January 2013 23:30 | Quran | 10.894 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ysh. Ustadz, saya ada beberapa pertanyaan:

1. Bolehkah dalam shalat kita membaca mushaf Al-Qur'an?

Alasannya melakukan hal tersebut adalah:
a. Sewaktu Shalat Tarawih dengan bacaan Imam yang panjang kita mendengarkan sambil menyimak bacaan Imam.
b. Sewaktu Shalat Tahajjud kita membaca surah setelah bacaan Al-Fatihah sembari menghafal.

2. Apa dasar hukum yang membolehkan hal tersebut di atas?

Terima kasih sebelumnya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum yang anda tanyakan. Sebagian membolehkannya dan sebagian lainnya mengatakan bahwa hal itu membatalkan shalat.

1. Kalangan yang Membolehkan

Di antara yang membolehkan shalat sambil memegang dan membaca dari mushaf adalah Al-Imam Malik, Al-Imam As-Syafi'i dan Al-Imam Ahmad bin Hanbal, Abu Yusuf dan Muhammad serta yang lainnya rahimahumullah.

Namun meski mereka memandang bahwa shalat sambil membaca mushaf Al-Quran bukanlah hal yang terlarang, namun lebih dikhususkan untuk shalat sunnah atau nafilah dan bukan shalat wajib.

Selain itu mereka tetap mensyaratkan agar tidak terlalu banyak gerakan yang akan mengakibatkan batalnya shalat. Hal itu mengingat bahwa dalam pandangan para ulama syafi'i misalnya, tiga kali gerakan yang berturut-turut tanpa jeda sudah dianggap membatalkan shalat. Meski membolehkan, namun mereka tetap mengatakan bahwa shalat dengan menghafal langsung tanpa membaca dari mushaf tetaplah lebih utama dan lebih baik.

Dalil-dalil yang Membolehkan

a. Zakwan mengimami Aisyah ra. dengan melihat mushaf

Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi bahwa sahaya Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha yang bernama Zakwan telah shalat menjadi imam bagi Aisyah ra. di bulan Ramadhan. Dia menjadi imam sambil membaca Al-Quran dari mushaf. Hal yang sama juga dalam shalat nafilah (sunnah) yang lain.

Riwayat ini sampai kepada kita lewat hadits yang dikeluarkan oleh Al-Baihaqi (2/253).

b. Nabi SAW shalat sambil menggendong anak

Diriwayatkan secarashahih sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bukhari (494) dan Muslim (543) dari Abi Qatadah bahwa Rasulullah SAW shalat sambil menggendong anak (cucu beliau).

Dengan penjelasan itu, maka logikanya adalah kalau menggendong anak tidak membatalkan shalat, apalagi bila sekedar memegang mushaf. Padahal memegang mushaf itu punya manfaat tersendiri agar tidak salah bacaan, serta bermanfaat buat yang belum hafal Quran dari ingin membaca lebih banyak di dalam shalat.

c. Nabi SAW Terganggu Shalatnya tapi tetap meneruskan

Bahkan dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah merasa terganggu konsentrasi shalatnya ketika melihat al-khamishah (kain empat persegi terbuat dari wol), namun tidak ada keterangan bahwa beliau mengulangi shalatnya.

Benda itu melalaikanku dari shalatku. (HR Bukhari 366 dan Muslim 556)

Teranggunya shalat tidaklah membatalkannya. Karena tidak ada keterangan beliau mengulangi shalatnya. Maka demikian juga dengan memegang mushaf, meski barangkali agak mengganggu namun tidak lantas membatalkan shalat.

d. Pendapat para ulama

Al-Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarah Al-Muhazzab menyebutkan: Bila seseorang membaca dari mushaf, maka shalatnya tidak batal. Baik dia hafal atau tidak hafal. Bahwa wajib membaca dari mushaf bila tidak hafal surat Al-Fatihah. Meski sesekali membolak-balik halaman, tidak membatalkan.

2. Pendapat yang Mengatakan Batalnya Shalat

Namun ada pendapat yang tidak membolehkannya secara mutlak, yaitu pendapat kalangan mazhab Al-Hanafiyah dan Az-Dzahiriyah.

Pendapat mereka didasari oleh beberapa hal, di antaranya:

a. Hadits Ibnu Abbas ra.

Dalam kitab Al-Mashahif, Imam Ibnu Abi Daud meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas ra. berkata, "Amirul Mukminin melarang kami untuk menjadi imam shalat di depan orang-orang sambil melihat ke mushaf."

b. Melihat mushaf sama dengan berbicara dengan orang lain

Selain dengan hadits di atas, larangan membaca dari mushaf yang mereka pegang beralasan bahwa membaca dari mushaf sama kedudukannya dengan talqin (dibacakan oleh orang lain).

Dan talqin itu sama dengan berbicara dengan orang di luar shalat. Sedangkan berbicara dengan orang lain yang tidak ikut shalat itu membatalkan shalat.

c. Selain itu, alasan pelarangannya karena membaca dari mushaf itu umumnya dilakukan sepanjang bacaan shalat. Ini berbeda dengan kasus imam yang lupa bacaan quran dan diingatkan oleh makmum. Dalam kasus itu, meski seolah ada 'pembicaraan' antar imam dan makmum, namun yang terjadi hanya sesekali saja, tidak sepanjang shalat.

Sedangkan membaca dari mushaf didudukkan seperti imam berbicara dengan orang lain, meski hanya lewat tulisan saja.

Mushaf Khusus, Mengapa Tidak?

Bila kita cenderung kepada pendapat yang membolehkan, tetap harus berhati-hati dengan gerakan yang berlebihan. Dan untuk itu boleh juga dipikirkan untuk tidak memegang mushaf dengan tangan, melainkan cukup diletakkan di depan orang yang shalat, tentunya dengan huruf yang besar dan tidak di atas tanah. Adapun bila hanya matanya saja yang membaca tulisan dari mushaf, tidak mengapa.

Dan sekarang ini di banyak tempat sudah terbit mushaf yang cocok untuk hal itu. Selain ukuran hurufnya besar juga halamannya lebar, sehingga tidak perlu membolak-balik halaman lagi. Satu halaman mushaf itu sebanding dengan 2 halaman di mushaf lain. Produsennya barangkali paham bahwa sebagian ulama agak ketat dalam masalah tidak boleh terlalu banyak bergerak dalam shalat.

Namun karena masalah ini memang khilaf di kalangan para ulama, di mana sebagian membolehkannya dan sebagian melarangnya, maka yang dibutuhkan sekarang ini adalah sikap bijak dan toleran. Alangkah baiknya bila kita tidak saling menyalahkan, apalagi sampai menghujat dan menuduh shalatnya saudara kita itu batal dan tidak sah.

Selama suatu masalah masih terjadi khilaf, yang terbaik adalah bersikap bijak dan berlaku adil.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Adakah Mazhab Salaf?
9 January 2013, 01:37 | Ushul Fiqih | 54.600 views
Hak Waris untuk Anak Perempuan Tunggal
8 January 2013, 10:01 | Mawaris | 8.078 views
Poligami dalam Pandangan Syariah
7 January 2013, 22:57 | Nikah | 13.951 views
Menikah dalam Kondisi Hamil
7 January 2013, 22:12 | Nikah | 11.574 views
Imam Membaca Surat Pendek Makmum Membaca Al-Fatihah
6 January 2013, 22:23 | Shalat | 78.074 views
Harta Istri dan Suami Apabila Cerai
6 January 2013, 20:47 | Nikah | 29.147 views
Kalung Emas Tidak Dizakati Selama 20 Tahun
5 January 2013, 21:23 | Zakat | 8.713 views
Keluar dari Suatu Jamaah, Murtadkah Saya?
4 January 2013, 15:08 | Dakwah | 9.983 views
Benarkah Pemeluk Madzhab Syafi'i Ahli Bid'ah?
4 January 2013, 02:00 | Ushul Fiqih | 17.575 views
Talfiq Antar Mazhab, Apa Maksud dan Pengertiannya
4 January 2013, 01:22 | Ushul Fiqih | 23.737 views
Istri Menikah Lagi Sebelum Habis Masa 'Iddah
4 January 2013, 00:47 | Nikah | 9.053 views
Perbedaan Antara Syariah dan Fiqih
3 January 2013, 02:50 | Ushul Fiqih | 45.540 views
Jawaban Shalat Istikharah Apakah Harus Mimpi?
3 January 2013, 01:05 | Shalat | 24.052 views
Haruskah Memilih Satu Jama'ah Tertentu?
3 January 2013, 00:46 | Dakwah | 9.882 views
Shalat Jama' Qasar dan Batasan Luar Kota
2 January 2013, 03:44 | Shalat | 31.270 views
Nabi dan Rasul Selain Muhammad SAW Beragama Apa Ya?
1 January 2013, 23:55 | Aqidah | 10.723 views
Adakah 'Bidadara' di Surga Nanti?
1 January 2013, 23:47 | Aqidah | 12.635 views
Apakah Uang Kertas Haram?
1 January 2013, 04:14 | Muamalat | 11.599 views
Hukum Mawaris dan Konsep Keluarga Dalam Islam
1 January 2013, 02:58 | Mawaris | 6.601 views
Khawatir Dzikir Bersama Malam Tahun Baru Jadi Budaya
31 December 2012, 12:25 | Kontemporer | 9.015 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,861,642 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img