Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Tidak Tahan Menggauli Isteri Masih Nifas | rumahfiqih.com

Tidak Tahan Menggauli Isteri Masih Nifas

Tue 27 August 2013 04:39 | Nikah | 10.579 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Pak Ustaz yang dirahmati dan disayang Alloh SWT, seorang suami menggauli isterinya pada nifas (belum 40 hari) karena tidak tahan menunggu masa nifasnya, yang menjadi pertanyaan:

a. Apakah hukumnya bagi si suami tersebut menggauli Isterinya pada saat masa nifasnya belum berakhir, apakah termasuk dosa besar (kategori zina)?

b. Apakah segala amal ibadah si suami tersebut akan ditolak oleh Allah SWT?

c. Bagaimana solusinya Pak Ustaz agar si suami kuat menahan sampai 40 hari, padahal dia sudah menjalankan puasa sunah Senin Kamis?

Atas jawaban pak Ustaz, saya ucapkan terima kasih.

Wassalam wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya kita tidak menemukan nash yang secara langsung menyebutkan haramnya seorang wanita yang sedang mendapat nifas untuk disebutuhi. Kecuali memang para ulama seringkali menyamakan kedudukan hukum antara wanita yang haidh dan nifas. Karena kedekatan kasus antara keduanya.

Maka untuk menjawab pertanyaan anda, yang digunakan adalah dalil-dalil untuk wanita yang mendapat haidh apabila disetubuhi oleh suaminya.

Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat. Sebagian mewajibkan denda (kaffarah), sementara sebagian lainnya tidak mewajibkannya.

a. Harus Bersekedah (kaffarat)

Menurut Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah, bila seorang wanita sedang haid disetubuhi oleh suaminya maka ada hukuman berupa bersedekah untuk fakir miskin. Besarnya adalah satu dinar atau setengah dinar dan terserah memilih yang mana.

Sedangkan pada ahli hadits membedakan keduanya. Bila persetubuhn itu dilakukan saat darah sudah selesai tapi belum mandi janabah, maka nilainya cukup 1/2 dinar saja. Tetapi bila darah masih keluar sudah disetubuhi, maka dendanya 1 dinar.

Dalilnya adalah hadis Rasulullah SAW berikut:

Dari Ibn Abbas dari Rasulullah SAW bersabda tentang orang yang menyetubuhi isterinya dalam keadaan haidh, "Orang yang menyetubuhi isterinya diwaktu haid haruslah bersedekah satu dinar atau setengah dinar." (HR. Khamsah dan dishahihkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Al-Qaththan)

b. Cukup beristighfar saja tanpa kewajiban bayar denda

Namun menurut jumhur ulama, orang tersebut cukup beristighfar saja tanpa kewajiban bayar denda. Di antaranya yang mengatakan demikian adalah Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan Imam As-syafi'i rahimahumullah. Lihat kitab Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusy Al-Hafid jilid 1 halaman 153.

Al-Imam As-Syafi`i memandang bahwa bila terjadi kasus seperti itu tidaklah didenda dengan kafarat, melainkan hanya disunnahkan saja untuk bersedekah. Satu dinar bila melakukannya di awal haid, dan setengah dinar bila di akhir haid.

Dalil mereka adalah bahwa hadits yang menyebutkan kafarat itu hadis yang digunakan oleh Imam Ahmad di atas adalah hadits yang mudhtharib sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Nailul Authar jilid 1 halaman 278. Sehingga tidak bisa dijadikan landasan dalam mengambil hukum.

Namun tentang amal suami itu tertolak dan tidak diterima Allah SWt, kami tidak menemukan dalil tentang hal itu.

Bagaimana Kiat Menahan Gejolak?

Sedangkan tentang bagaimana kiat menahan syahwat saat isteri sedang mendapat halangan, ada banyak caranya. Selain dengan bersabar dan puasa, syariah Islam tetap masih membolehkan percumbuan selain hubungan seksual.

Wanita yang sedang mendapat haid memang haram disetubuhi. Namun dibolehkan mencumbupada bagian tubuh selain antara pusar dan lutut atau selama tidak terjadi persetubuhan menurut Al-Hanabilah. Hal itu didasari oleh sabda Rasulullah SAW ketika beliau ditanya tentang hukum mencumbui wanita yang sedang haid maka beliau menjawab:

Dari Anas ra. bahwa orang Yahudi bila para wanita mereka mendapat haidh, tidak memberikan makanan. Rasulullah SAW bersabda, "Lakukan segala yang kau mau kecuali hubungan badan." (HR Muslim)

Dari Aisyah ra berkata, "Rasulullah SAW memerintahkan aku untuk memakain sarung, beliau mencumbuku sedangkan aku dalam keadaan datang haidh." (HR Muslim)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kondangan Diniatkan Infaq?
26 August 2013, 04:39 | Umum | 11.660 views
Hukum Menikah untuk Diceraikan
22 August 2013, 07:40 | Nikah | 8.113 views
Tarif Memanggil Penceramah Terkenal Mahalnya
21 August 2013, 03:24 | Kontemporer | 12.481 views
Bolehkah Menikah Dengan Wali Hakim?
20 August 2013, 21:52 | Nikah | 13.992 views
Janda Berangkat Haji Dalam Masa Iddah, Haramkah?
19 August 2013, 18:59 | Haji | 10.412 views
Kutbah Jum'at Kekurangan Satu Rukun
16 August 2013, 11:35 | Shalat | 9.633 views
Minum Khamar Harus Dicambuk?
14 August 2013, 23:26 | Jinayat | 11.078 views
Mengganti Hutang Puasa Yang Sudah Terlalu Lama
12 August 2013, 23:40 | Puasa | 286.342 views
Benarkah Uang Tabungan Buat Beli Rumah Wajib Dizakatkan?
9 August 2013, 21:54 | Zakat | 12.516 views
Bolehkah Musafir Bermakmum Kepada Bukan Musafir?
6 August 2013, 00:30 | Shalat | 12.204 views
Zakat Profesi Konflik Dengan Zakat Tabungan, Mana Yang Menang?
4 August 2013, 23:09 | Zakat | 12.023 views
Bayi Dalam Kandungan Apakah Dibayarkan Zakatnya?
4 August 2013, 13:17 | Zakat | 13.703 views
Emas Berstatus Digadaikan, Wajibkah Dizakati?
2 August 2013, 23:57 | Zakat | 14.413 views
Pernikahan Beda Jamaah
31 July 2013, 04:36 | Nikah | 12.787 views
Fiqih I'tikaf Lengkap
29 July 2013, 21:43 | Puasa | 26.063 views
Jumlah Takbir Shalat Iedul Fitri
29 July 2013, 09:44 | Shalat | 11.289 views
Saya dan Suami Berhubungan Badan di Ramadhan, Harus Bagaimana?
27 July 2013, 06:51 | Puasa | 29.900 views
Bersentuhan Suami-Isteri Setelah Berwudlu, Batalkah?
26 July 2013, 00:45 | Thaharah | 31.396 views
Zakat Perniagaan, Bagaimana Menghitungnya?
25 July 2013, 03:55 | Zakat | 10.080 views
Cara Perhitungan Zakat Hasil Pertanian
24 July 2013, 01:30 | Zakat | 109.949 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,056,217 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-7-2019
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img