Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bolehkah Uang Zakat Dipinjamkan pada Mustahik? | rumahfiqih.com

Bolehkah Uang Zakat Dipinjamkan pada Mustahik?

Sat 20 July 2013 01:41 | Zakat | 8.423 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum w.w.

Taqobbal Allahu Minna wa Minkum. Ustadz, saya mau nanya:

1. Bolehkah kami selaku amil zakat meminjamkan uang zakat kepada  mustahik yang termasuk fakir miskin? Sebab kami ingin agar memberdayakan mereka supaya mandiri.

Jadi kami kasih kailnya, bukan ikannya. Pinjaman tersebut tentu saja tidak berbunga. Dan kembali berjangka. Mohon penjelasannya.

2. Seandainya boleh, terus, jika mereka tidak bisa mengembalikan uang tersebut, apakah BAZ merelakan saja uang tersebut?

Mohon penjelasannya, karena kami ingin mengentaskan kemiskinan dengan pemberdayaan zakat minimal di tingkat desa/kampung dahulu.

Syukron.

Wassalamu'alaikum w.w.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebagai amil zakat, tugas utama anda dan teman-teman adalah mengumpulkan harta dari orang kaya untuk diberikan kepada orang miskin. Tentu dengan memenuhi semua syarat dan aturannya.

Tugas utama sebuah badan amil zakat sebenarnya hanya sebatas pada lalu lintas harta saja. Paling tidak, tugas itulah yang dibebankan oleh Rasulullah SAW kepada para shahabat yang diangkat menjadi petugas zakat di masa lalu.

Sedangkan tugas untuk mengangkat kesejahteraan umat atau memberdayakan mereka agar mandiri, memang tugas yang mulia. Tetapi kami berpendapat bahwa tugas itu tidak harus dikerjakan oleh sebuah institusi semacam badan amil zakat.

Mungkin lembaga lain yang punya para ahli di bidang enterprenership serta segudang pengalaman, rasanya lebih cocok melakukan tugas itu. Sebab kami yakin bahwa tujuan anda dan teman-teman ketika memberikan fasilitas pinjaman kepada para mustahik itu adalah semata-mata untuk mendidik mereka agar bisa berusaha sendiri dan mandiri. Dan kami yakin niat anda bukan untuk berbisnis dengan uang zakat.

Maka menurut hemat kami, sebelum anda meluncurkan program peminjaman itu, latih dan didik dulu mereka dengan materi serta program yang memang akan mencetak mereka bisa mandiri. Setelah dianggap mampu dan lulus, barulah modali mereka.

Jangan terbalik sehingga badan amil zakat akhirnya malah sekedar melakukan aktifitas perekonomian model bank yang kerjanya memberi pinjaman. Meski tanpa bunga, tetapi tugas dasar sebuah lembaga amil zakat sebenarnya bukan memberi pinjaman, melainkan menyaluran harta orang kaya untuk diberikan kepada orang miskin.

Idealnya menurut hemat kami, sebagai pengurus badan amil zakat, anda menggandeng lembaga pendidikan yang profesional dan dianggap mampu melahirkan peserta didik yang mandiri secara ekonomi dan pandai berusaha. Tentunya harus dipilih agar mereka juga termasuk orang yang mustahik zakat juga.

Kepada mereka itulah anda salurkan harta yang bersumber dari pada wajib zakat. Dan kalau peserta didik itu sudah terampil, rasanya tidak perlu lagi dipinjamkan uang, tetapi berikan saja hak mereka. Toh memang uang itu telah ditetapkan sebagai milik mereka oleh agama ini.

Urusan mendidik mereka, serahkan saja pada lembaga rekanan anda. Jadi kesibukan anda bisa fokus pada managemen pengumpulan dan pendistribusian harta saja.

Harta Wakaf

Sebenarnya ide untuk memberikan pinjaman kepada fakir miskin itu bukan keliru, cuma kurang tepat kalau menggunakan harta zakat. Sebab tugas amil zakat itu menyerahkan dan memberikan harta titipan secara sempurna kepada fakir miskin dan mustahik lainnya. Berhenti hanya sampai disitu memang.

Sebab kalau status harta itu hanya dipinjamkan, maka pada hakikatnya justru harta itu belum diterima oleh si mustahik. Artinya, sebagai amil, fungsinya belum berjalan tuntas.

Oleh karena itu, untuk mengimplementasikan ide bagus di atas, kita bisa manfaatkan harta wakaf, yang cara pemanfaatannya lebih fleksibel dan luas. Harta wakaf ini bahkan boleh diinvestasikan secara bisnis yang serius, boleh diserahkan kepada fakir miskin untuk dijadikan modal usaha.

Bahkan tidak harus kepada fakir miskin. siapa saja yang memang piawai dalam usaha, serta punya pengalaman dan jam terbang yang tinggi, boleh saja memanfaatkan dana wakaf.

Yang penting bagi hasilnya sejalan dengan syariat Islam, yaitu yang dibagi keuntungannya dan bukan nilai investasinya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Berhubungan Seksual Masa Haidh dan Tidak Tahu Keharamannya
19 July 2013, 02:38 | Nikah | 10.952 views
Perbedaan Antar Mazhab
17 July 2013, 23:47 | Ushul Fiqih | 16.954 views
Lupa Niat Puasa dan Menjilat Shampoo
17 July 2013, 02:12 | Puasa | 9.544 views
Zakat Fitrah : Pakai Beras Atau Uang?
12 July 2013, 21:02 | Zakat | 25.004 views
Apakah Tiap Transaksi Penjualan Ada Zakatnya?
11 July 2013, 23:22 | Zakat | 25.726 views
Hasil Panen Tembakau Wajibkah Dizakati?
11 July 2013, 14:33 | Zakat | 8.766 views
Pemerintah Bukan Ulil Amri Yang Berwenang Menetapkan Ramadhan?
9 July 2013, 01:13 | Puasa | 24.490 views
Taraweh Dulu Baru Puasa?
8 July 2013, 22:47 | Shalat | 12.979 views
Ramadhan Bakar Petasan, Adakah Syariatnya?
8 July 2013, 01:42 | Puasa | 8.107 views
I'tikaf Sambil Bekerja Bolehkah?
5 July 2013, 00:00 | Puasa | 14.123 views
Haramkah Jadi Golput?
2 July 2013, 21:50 | Negara | 10.148 views
Wajibkah Wanita Memakai Cadar?
1 July 2013, 04:19 | Wanita | 13.365 views
Tata Cara Talaq Sesuai Syariah
28 June 2013, 03:15 | Nikah | 11.759 views
Penetapan Awal Ramadhan, Kenapa Sering Berbeda?
25 June 2013, 20:37 | Puasa | 13.635 views
Mohon Maaf Menjelang Ramadhan, Bid'ahkah?
24 June 2013, 22:53 | Puasa | 18.605 views
Nenek Ingin Puasa
21 June 2013, 18:37 | Puasa | 6.117 views
Puasa untuk Ibu yang Sedang Menyusui
21 June 2013, 01:22 | Puasa | 10.271 views
Pulang Pergi Jakarta Bogor, Bolehkah Menjama' Shalat?
20 June 2013, 00:28 | Shalat | 22.513 views
Shalat Sendirian Lalu Ditepuk Bahunya
19 June 2013, 02:45 | Shalat | 136.523 views
Sikat Gigi Memakai Pasta Gigi Apa Membatalkan Puasa?
17 June 2013, 02:21 | Puasa | 24.512 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,133,553 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img