Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Shalat Subuh Disaksikan Para Malaikat, Maksudnya? | rumahfiqih.com

Shalat Subuh Disaksikan Para Malaikat, Maksudnya?

Wed 15 November 2006 01:14 | Shalat | 7.684 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Asslamualaikum wr. wb.

Pak Ustadz yang saya hormati, perkenankan saya mengajukan beberapa pertanyaan yang selama ini mengganjal fikiran saya tentang masalah shalat. Di dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa "Dirikanlah shalat subuh, karena sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan para malaikat." Kenapa hanya shalat subuh yang disaksikan para malaikat? Bukankah shalat yang lain dan juga amal perbuatan manusia dicatat oleh malaikat?

Pertanyaan kedua, dalam Al-Qur'an ada anjuran kita untuk berdo'a dg menggunakan Asmaul-Husna. Bagaimana cara mengamalkannya? Mohon pencerahan dari pak ustadz. Terima kasih

Jazakumullah khoiron

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Tentu saja malaikat menyaksikan semua shalat setiap hamba, bukan hanya shalat shubuhnya saja. Bahkan semua gerak gerik, tindak tanduk serta segala yang tersirat di dalam kepala kita, Allah SWT telah mengetahuinya. Dan tidak lepas dari catatan para malaikat.

Namun mengapa ada firman Allah SWT yang menyebutkan bahwa shalat shubuh itu disaksikan oleh para malaikat?

Pertama, ayat itu tidak boleh langsung ditafsirkan dengan pendekatan mahfum mukhalafah, atau pendekatan terbalik. Kalau Allah SWT menyebutkan bahwa shalat shubuh itu disaksikan oleh para malaikat, bukan berarti shalat selain shubuh tidak disaksikan.

Kedua, penjelasan lebih dalam tentang mengapa Allah SWT mengatakan bahwa shalat shubuh itu disaksikan adalah karena ada momentum khusus yang terjadi saat shalat shubuh.

Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmizy disebutkan bahwa salah satu sebab mengapa shalat Shubuh itu disaksikan oleh para malaikat, karena pada waktu shubuh itu disaksikan oleh malaikat malam dan juga oleh malaikat siang.

Mari kita perhatikan hadits berikut ini baik-baik:

Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang firman Allah SWT, "Wa Qur'anal fajri inna qur'anal fajri kana masyhuda: Disaksikan oleh malaikat malam dan malaikat siang. (HR. Tirmizy dengan derajat hasan shahih)

Jadi momentum yang kami maksud itu adalah adanya dua rombongan malaikat yang menjadi saksi atas shalat shubuh yang dikerjakan seorang hamba. Yaitu malaikat malam dan malaikat siang. Sedangkan shalat lainnya, hanya disaksikan oleh satu rombongan malaikat. Kalau shalat itu shalat malam, maka disaksikan oleh malaikat malam. Sedangkan kalau shalat itu siang hari, maka disaksikan hanya oleh malaikat siang saja.

Selain itu juga ada riwayat yang lebih shahih oleh Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah.

Dari Abi Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan shalat berjamaah dengan shalat sendirian adalah 25 derajat. Dan malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada saat shalat shubuh." (HR Bukhari)

Maka sudah jelas apa yang menjadi pertanyaan anda dengan adanya kedua hadits di atas.

Berdoa dengan Al-Asmaul Husna

Allah SWT itu punya banyak nama. Namun untuk mengetahui nama-nama Allah SWT, hanya boleh lewat riwayat yang shahih baik ayat Quran maupun sunnah yang shahihah.

Haram buat kita untuk memanggil Allah SWT dengan nama yang kita karang sendiri. Sebab belum tentu sesuai dengan penamaan Allah SWT atas diri-Nya.

Namun pernyataan banyak orang bahwa nama-nama Allah itu hanya terbatas 99 saja, adalah sebuah pernyataan yang kurang tepat. Nama-nama Allah SWT ternyata jauh lebih banyak dari 99 buah. Dan rujukannya adalah ayat Quran atau hadits yang shahih.

Selama ada penjelesan tentang nama Allah SWT yang sah dari kedua sumber itu, kita akui sebagai nama Allah. Sebaliknya, bila tidak ada penjelasan resmi dari keduanya, maka haram kita memanggil Allah SWT dengannya.

Di antara manfaat yang secara sah Allah SWT sebutkan dari banyaknya nama-nama Allah SWT itu adalah agar kita menyapa dan memanggilnya dalam berdoa kepadanya. Demikian Allah SWT perintahkan kepada kita dalam firman-Nya.

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-A'raf: 180)

Katakanlah, "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al-asmaaul husna dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu."(QS. Al-Isra': 110)

Ketika seseorang mengharapkan rahmat dan kasih sayang Allah SWT, maka dia berdoa dengan memanggil nama Allah yang terkait dengan sifat rahman dan rahim-Nya. Sedangkan ketika meminta agar musuh-musuh Islam dihancurkan misalnya, maka kita berdoa dengan memanggil nama-Nya yang terkait dengan kekuatan dan kedahsyatan-Nya. Dan demikian seterusnya sehingga kita bisa meminta sesuai dengan konteksnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Nifas Sudah Selesai, tapi Masih Keluar Darah
14 November 2006, 07:32 | Thaharah | 6.105 views
Menyikapi Orang yang Tidak Ikut Perintah Rasul
14 November 2006, 04:27 | Aqidah | 6.012 views
Makhluk Pertama yang Diciptakan Allah Versi Tasawuf
14 November 2006, 03:49 | Aqidah | 9.172 views
Kenapa al-Quran itu Harus Berbahasa Arab?
10 November 2006, 05:45 | Quran | 6.096 views
Lupa Minum Waktu Puasa Syawal
10 November 2006, 03:16 | Puasa | 5.201 views
Menyentuh Quran Terjemahan Tanpa Wudhu
10 November 2006, 02:14 | Quran | 21.139 views
Bolehkah Menikah Lagi dengan Sepupu Isteri?
9 November 2006, 04:00 | Nikah | 5.041 views
Mengapa Harus Salafi?
9 November 2006, 02:54 | Umum | 11.262 views
Apa Arti Empat Bulan Haram?
9 November 2006, 00:53 | Quran | 5.659 views
Cara Bersuci setelah Terkena Tinta, Tip-ex, atau Cat
7 November 2006, 22:43 | Thaharah | 6.525 views
Asal Muasal Ka'bah
7 November 2006, 22:29 | Haji | 6.398 views
Sikap Menghadapi Adat Istiadat di Sekitar Kita
7 November 2006, 03:49 | Aqidah | 7.868 views
Jika Ada yang Masbuk dalam Shalat Ied
7 November 2006, 03:44 | Shalat | 5.068 views
Cukup Menerima Dalil dari Ulama Zaman Dahulu?
6 November 2006, 05:21 | Hadits | 6.443 views
Ketaatan Kepada Penguasa, Adakah Batasnya?
6 November 2006, 05:11 | Negara | 6.101 views
Beberapa Hukum dalam Ibadah Haji
3 November 2006, 07:31 | Haji | 5.744 views
Saat Haidh Darah Terhenti 2 Hari Lalu Keluar Lagi, Hukumnya?
3 November 2006, 07:26 | Thaharah | 5.987 views
Tindak Anarkis Buat Aliran Sesat
3 November 2006, 07:17 | Aqidah | 5.137 views
Hukum Memakai Parfum Beralkohol
3 November 2006, 07:02 | Thaharah | 9.532 views
Sentuhan, Batal Kata Isteri Tidak Batal Kata Suami Lalu Cerai
3 November 2006, 03:37 | Nikah | 5.331 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,143,609 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img