Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Cara Menebus Dosa Korban Pemaksaan Homoseks | rumahfiqih.com

Cara Menebus Dosa Korban Pemaksaan Homoseks

Wed 15 November 2006 23:59 | Jinayat | 5.036 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass. wr. wb.

Pak ustadz yang terhormat,
saya memiliki teman dekat. Dia dijadikan budak nafsu oleh gurunya sendiri saat di Tsanawiyah. Dia diancam dan harus melayani keinginan gurunya tersebut.

Dan sekarang, dia sudah pergi meninggalkan gurunya. dan selalu dihantui oleh rasa dosa besar yang pernah ia lakukan, walaupun pada saat itu, kondisinya dia dipaksa. Bagaimana dia harus menebus dosa itu?

Terima kasih,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Seorang yang dipaksa melayani nafsu seksual secara menyimpang dari ketentuan syariah, kedudukannya adalah orang yan dipaksa. Dalam istilah fiqih disebut dengan mustakrah.

Di dalam sabda suci nabi SAW, disebutkan bahwa orang yang dipaksa untuk melakukan sesuatu yang diharamkan tidaklah termasuk orang yang berdosa.

Dari Ibnu Abbas ra. dari nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak menganggap berdosa orang yang salah, lupa dan dipaksa. (HR Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Orang yang dipaksa melakukan perbuatan yang terlarang, apabila dalam kondisi yang lemah dan tidak mampu melawan, sesungguhnya adalah orang yang tidak akan dimintai pertanggung-jawab dalam pandangan syariah. Jadi jangankan siksa neraka, berdosa pun tidak. Karena posisinya sebagai korban kekerasan dan pelecehan seksual.

Yang perlu dilakukan adalah bimbingan dan penyuluhan untuk mengatasi trauma masa lalu. Dan masalah ini bisa kita percayakan kepada para psikolog yang memang lebih ahli untuk melakukan terapi secara intensif dan khusus.

Sebab trauma masa kecil atas hal-hal yang dianggap merusak kesucian itu memang seringkali berdampak besar di kemudian hari. Ada banyak kasus yang sudah terbukti terjadi, seperti sikap-sikap abnormal yang tidak biasa. Misalnya, gampang marah tanpa kendali, atau mungkin pernah mengamuk tanpa alasan yang pasti, atau bahkan melakukan hal-hal yang sama kepada orang lain sebagaimana yang pernah dialaminya. Dan masih banyak lagi sikap-sikap yang bermasalah, di mana kalau digali lebih dalam, ternyata penyebabnya adalah trauma di masa lalu.

Dari sisi syariah, yang bisa kita bantu adalah kepastian bahwa orang yang dilecehkan secara seksual, baik sejenis atau lawan jenis, bukanlah pelaku perbuatan dosa. Juga tidak perlu menyesali aib atau coreng di muka. Sebaliknya, posisinya adalah sebagai orang yang mendapat musibah umumnya, seperti korban kemalingan, penjarahan, perampokan, penggusuran, dan berbagai kejahatan kriminalitas lainnya.

Musibah yang pernah dialami itu tidak perlu disesali sepanjang hayat, apalagi sampai menjadi trauma dan ketakutan atas azab Allah SWT. Sebaliknya, sebagai orang yang terdzalimi, korban adalah orang yang apabila berdoa kepada Allah, maka doanya lebih banyak dikabulkan. Sebagaimana pesannabi SAW kepada Muaz bin Jabal saat diutus ke Yaman. Di antara kutipan pesannya adalah:

Takutlah atas doa orang yang terzalimi, karena tidak ada hijab (penghalang) antara dirinya dengan Allah. (HR Bukhari dan Muslim)

Bahkan dalam lain riwayat disebutkan bahwa doa orang yang kafir sekalipun tetap akan dikabulkan Allah SWT, asalkan diadizalimi.

Dari Anas bin Malik ra, "Doa orang yang terdzalimi meski dia kafir, tidak ada hijabnya (kepada Allah)." (HR Ahmad dalam Musnadnya)

Jadi pada dasarnya tidak ada istilah menebus dosa, karena pada dasarnya tidak ada dosa. Yang perlu dilakukan secara umum adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, baik di kala senang maupun susah. Istilah menebus dosa hanya akan membawa korban kepada trauma yang tidak ada habisnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hadits tentang Tidak Makan Kecuali Lapar
15 November 2006, 23:55 | Hadits | 6.205 views
Shalat Subuh Disaksikan Para Malaikat, Maksudnya?
15 November 2006, 01:14 | Shalat | 8.156 views
Nifas Sudah Selesai, tapi Masih Keluar Darah
14 November 2006, 07:32 | Thaharah | 6.311 views
Menyikapi Orang yang Tidak Ikut Perintah Rasul
14 November 2006, 04:27 | Aqidah | 6.279 views
Makhluk Pertama yang Diciptakan Allah Versi Tasawuf
14 November 2006, 03:49 | Aqidah | 9.604 views
Kenapa al-Quran itu Harus Berbahasa Arab?
10 November 2006, 05:45 | Quran | 6.412 views
Lupa Minum Waktu Puasa Syawal
10 November 2006, 03:16 | Puasa | 5.312 views
Menyentuh Quran Terjemahan Tanpa Wudhu
10 November 2006, 02:14 | Quran | 21.676 views
Bolehkah Menikah Lagi dengan Sepupu Isteri?
9 November 2006, 04:00 | Nikah | 5.185 views
Mengapa Harus Salafi?
9 November 2006, 02:54 | Umum | 11.840 views
Apa Arti Empat Bulan Haram?
9 November 2006, 00:53 | Quran | 5.855 views
Cara Bersuci setelah Terkena Tinta, Tip-ex, atau Cat
7 November 2006, 22:43 | Thaharah | 6.822 views
Asal Muasal Ka'bah
7 November 2006, 22:29 | Haji | 6.802 views
Sikap Menghadapi Adat Istiadat di Sekitar Kita
7 November 2006, 03:49 | Aqidah | 8.534 views
Jika Ada yang Masbuk dalam Shalat Ied
7 November 2006, 03:44 | Shalat | 5.225 views
Cukup Menerima Dalil dari Ulama Zaman Dahulu?
6 November 2006, 05:21 | Hadits | 6.591 views
Ketaatan Kepada Penguasa, Adakah Batasnya?
6 November 2006, 05:11 | Negara | 6.369 views
Beberapa Hukum dalam Ibadah Haji
3 November 2006, 07:31 | Haji | 5.951 views
Saat Haidh Darah Terhenti 2 Hari Lalu Keluar Lagi, Hukumnya?
3 November 2006, 07:26 | Thaharah | 6.218 views
Tindak Anarkis Buat Aliran Sesat
3 November 2006, 07:17 | Aqidah | 5.275 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,944,278 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

14-10-2019
Subuh 04:15 | Zhuhur 11:40 | Ashar 14:46 | Maghrib 17:49 | Isya 18:57 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img