Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pernikahan Tanpa Wali Pengantin Pria | rumahfiqih.com

Pernikahan Tanpa Wali Pengantin Pria

Mon 20 November 2006 04:19 | Nikah | 4.965 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass. wr. wbr.

Pak ustadz, saya ingin menanyakan hukum pernikahan di mana tidak ada perwalian dari pihak laki-laki. Hal ini disengajakan karena beberapa hal (ada konflik keluarga). Sementara dari pihak perempuan sudah memenuhi syaratnya. Pernikahannya didasarkan untuk menghindari dosa yang berkepanjangan di mana kedua pasangan sudah siap menikah, namun terpaksa dari pihak lelaki tidak bisa menyertakan kerabatnya dalam pernikahan itu. Bagaimana hukumnya pernikahan yang seperti ini?

Terima kasih Wsslm.wr.wbr.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau kita bicara tentang hukum halal dan haram, tanpa memperhatikan masalah-masalah yang lainnya, memang hukumnya halal.

Mengingat di dalam sebuah akad nikah, yang dibutuhkan hanyalah wali dari pihak wanita. Sedangkan wali dari pihak pria, sama sekali tidak dibutuhkan. Toh, yang akan melakukan akad nikah adalah pengantin pria dengan wali dari pihak pengantin wanita.

Wali pengantin wanita mengucapkan ijab, yaitu lafadz, "Aku nikahkan kamu (Fulan bin Fulan) dengan puteriku (Fulanah) dengan maskawin ini dan itu secara tunai." Kemudian pengantin pria akan mengucapkan lafadz qabul, yaitu, "Saya terima nikahnya puteri bapak yang bernama (Fulanah) dengan maskawin tersebut secara tunai."

Inilah yang namanya akad nikah, sebuah akad atau pernyataan antara dua orang saja. Kalau peristiwa itu disaksikan oleh minimal dua orang saksi laki, muslim, aqil, baligh, maka akad itu sah. Pernikahan sudah terjadi dan pasangan itu sudah boleh melakukan hubungan suami isteri.

Jadi kalau boleh kita simpulkan secara ekstrim, untuk halalnya sebuah hubungan suami isteri, hanya dibutuhkan 4 orang saja: suami, wali wanita dan 2 orang saksi.

Namun hidup kita ini tidak melulu hanya dipertimbangkan semata-mata berdasarkan hitam putih hukum fiqih. Tentunya pertimbangan-pertimbangan lain tidak bisa dinafikan begitu saja. Misalnya hubungan baik dengan keluarga, tetangga, serta kebiasaan-kebiasaan yang selaras dengan syariah namun sudah menjadi bagian dari kehidupan rutin.

Termasuk juga kehadiran sanak famili dan keluarga, wabil khusus orang tua pengantin pria, kalau memang memungkinkan. Meski tidak ada kaitannya dengan urusan sah tidaknya akad nikah, namun tidak ada salahnya bila semua hal itu ikut dijadikan bagian dari perhatian.

Wallau a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hukuman Bagi Pemerkosa
20 November 2006, 04:14 | Jinayat | 6.572 views
Hukum Software Bajakan
20 November 2006, 03:43 | Kontemporer | 7.032 views
Ribakah Royalti?
17 November 2006, 02:45 | Kontemporer | 4.957 views
Hukum Kuis Superdeal Milyaran
17 November 2006, 02:41 | Muamalat | 5.153 views
Mendoakan Orang Kena Musibah Agar Sadar
17 November 2006, 02:25 | Umum | 5.921 views
Wali Hakim untuk Janda dan Masa 'Iddah
16 November 2006, 00:09 | Nikah | 6.227 views
Tidak Punya Anak, Ingin Transfer Janin
16 November 2006, 00:04 | Kontemporer | 5.667 views
Cara Menebus Dosa Korban Pemaksaan Homoseks
15 November 2006, 23:59 | Jinayat | 4.955 views
Hadits tentang Tidak Makan Kecuali Lapar
15 November 2006, 23:55 | Hadits | 6.072 views
Shalat Subuh Disaksikan Para Malaikat, Maksudnya?
15 November 2006, 01:14 | Shalat | 7.861 views
Nifas Sudah Selesai, tapi Masih Keluar Darah
14 November 2006, 07:32 | Thaharah | 6.185 views
Menyikapi Orang yang Tidak Ikut Perintah Rasul
14 November 2006, 04:27 | Aqidah | 6.076 views
Makhluk Pertama yang Diciptakan Allah Versi Tasawuf
14 November 2006, 03:49 | Aqidah | 9.310 views
Kenapa al-Quran itu Harus Berbahasa Arab?
10 November 2006, 05:45 | Quran | 6.230 views
Lupa Minum Waktu Puasa Syawal
10 November 2006, 03:16 | Puasa | 5.235 views
Menyentuh Quran Terjemahan Tanpa Wudhu
10 November 2006, 02:14 | Quran | 21.311 views
Bolehkah Menikah Lagi dengan Sepupu Isteri?
9 November 2006, 04:00 | Nikah | 5.091 views
Mengapa Harus Salafi?
9 November 2006, 02:54 | Umum | 11.469 views
Apa Arti Empat Bulan Haram?
9 November 2006, 00:53 | Quran | 5.743 views
Cara Bersuci setelah Terkena Tinta, Tip-ex, atau Cat
7 November 2006, 22:43 | Thaharah | 6.641 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,734,800 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-8-2019
Subuh 04:40 | Zhuhur 11:57 | Ashar 15:17 | Maghrib 17:57 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img