Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukuman Bagi Pemerkosa | rumahfiqih.com

Hukuman Bagi Pemerkosa

Mon 20 November 2006 04:14 | Jinayat | 6.233 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Ustadz yang saya hormati, langsung saja:

1. Baru-baru ini saya dengar kabar di Pakistan terjadi banyak pemerkosaan yang tidak bisa diproses dengan hukum karena sulitnya menghadirkan 4 saksi. Hal ini mengakibatkan parlemen Pakistan mengamandemen undang-undang yang mengatur hal tersebut. Menurut Islam syarat apakah yang harus dipenuhi supaya pemerkosa dapat dikenakan hukuman? Apakah seperti pada pelaku zina yang mensyaratkan harus ada pengakuan pelaku dan 4 orang saksi? Padahal dalam kasus pemerkosaan kan jarang ada pelaku yang mau mengaku dan tidak ada pemerkosaan yang ditonton 4 orang. Tidak bisakah pada saat ini syarat tersebut diganti dengan pengakuan korban dan bukti sperma pelaku yang masih tertinggal di tubuh korban yang dengan teknologi sekarang bisa diketahui milik siapa?

2. Ustadz pernah menerangkan banyak ulama yang melarang penggunaan alat kontrasepsi yang mekanisme kerjanya membunuh sperma. Apakah alat seperti itu atau sejenisnya boleh digunakan pada korban perkosaan supaya yang bersangkutan tidak hamil setelah diperkosa? Kalau boleh, sampai kapan hal itu dibolehkan sejak peristiwa perkosaan?

Demikian pertanyaan saya, atas jawabanya saya sampaikan terimakasih, jazakumullah.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Banyak orang salah mengira bahwa hukum Islam punya banyak kelemahan, seperti pada kasus yang anda ceritakan. Dalam kasus zina, memang diharuskan ada pengakuan dari pelaku langsung atau kesaksian 4 orang. Kalau pelakunya tidak mengaku dan juga kesaksian pihak lain tidak tercukupi syaratnya, orang mengira hukum zina menjadi batal dengan sendirinya.

Padahal tidak demikian sebenarnya. Bahkan pelaku zina atau pemerkosa tetap bisa dihukum dengan hukuman yang setimpal, meski bukan dengan hukum hudud. Tetapi dengan menggunakan hukum ta'zir.

Ketahuilah bahwa hukum itu ada dua macam, hudud dan ta'zir. Kalau lewat hukum hudud tidak bisa dipecahkan karena kurang syarat dan bukti, maka lewat hukum ta'zir masih bisa diselesaikan.

Kedua jenis hukum ini bisa dibedakan, terutama dari beberapa segi:

Hukum hudud

  • Ketetapan dan pembuktiannya sudah ditetapkan dari Allah SWT secara baku
  • Bentuk dan jenis hukumannya sudah ditetapkan dari Allah SWT juga

Hukum Ta'zir

  • Ketetapan dan pembuktiannya secara umum dari Allah SWT juga, namun detailnya diserahkan kepada hakim
  • Bentuk dan jenis hukumannya pun diserahkan kepada hakim

Bila secara hukum hudud zina pelaku pemerkosaan tidak bisa dihukum, maka bisa diproses lewat hukum hudud, di mana hakim punya hak untuk menuntut pelakunya dengan kesalahan pelecehan seksual atau pemerkosaan. Semua bentuk-bentuk pembuktian pemerkosaan bisa digunakan sebagai dasar tuntutan, bila menggunakan sistem ta'zir. Bahkan sampai hukuman mati pun bisa. Semua kembali kepada hakimnya.

Dalam hal ini hakim menghukum mati pemerkosa bukan lewat dalil hukum rajam pezina, tetapi lewat kewenangannya sebagai hakim untuk menghukum atas dosa pemerkosaan dan melecehan kehormatan wanita.

Perang Amoria

Jangankan sekedar menghukum mati pelaku pemerkosaan, bahkan sampai kepada perang terbuka pun bisa saja dijalankan.

Salah satu contohnya adalah perang Amoria yang sangat dahsyat, di mana umat Islam berhasil memukul habis orang kafir satu kota.

Pemicunya sederahana saja, yaitu karena ada seorang wanita muslimah diganggu dan dilecehkan oleh orang kafir. Kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya. Wanita itu lalu berteriak memanggil nama Khalifah Al-Mu'tshim billah dengan lafadz yang legendaris: waa mu'tashimaah!.

Maka Khalifah Al-Mu'tshim pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota Amoria dan melibas semua orang kafir yang ada di sana. Seseorang meriwayatkan bahwa panjangnya barisan tentara ini tidak putus dari istana khalifah hingga kota Amoria, karena besarnya pasukan.

Dengan realitas sejarah seperti ini, bagaimana mungkin kita mengatakan bahwa hukum Islam tidak bisa menghukum pemerkosa? Padahal apa yang dilakukannya jauh lebih keji dari zina itu sendiri. Kalau pun hukum hudud tidak memenuhi syarat untuk menghukum pemerkosa seberat-beratnya, maka hakim atau pemerintah punya hak sepenuhnya untuk menghukum mati pemerkosa, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Al-Mu'tashim billah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hukum Software Bajakan
20 November 2006, 03:43 | Kontemporer | 6.790 views
Ribakah Royalti?
17 November 2006, 02:45 | Kontemporer | 4.805 views
Hukum Kuis Superdeal Milyaran
17 November 2006, 02:41 | Muamalat | 4.966 views
Mendoakan Orang Kena Musibah Agar Sadar
17 November 2006, 02:25 | Umum | 5.712 views
Wali Hakim untuk Janda dan Masa 'Iddah
16 November 2006, 00:09 | Nikah | 5.537 views
Tidak Punya Anak, Ingin Transfer Janin
16 November 2006, 00:04 | Kontemporer | 5.478 views
Cara Menebus Dosa Korban Pemaksaan Homoseks
15 November 2006, 23:59 | Jinayat | 4.784 views
Hadits tentang Tidak Makan Kecuali Lapar
15 November 2006, 23:55 | Hadits | 5.840 views
Shalat Subuh Disaksikan Para Malaikat, Maksudnya?
15 November 2006, 01:14 | Shalat | 7.271 views
Nifas Sudah Selesai, tapi Masih Keluar Darah
14 November 2006, 07:32 | Thaharah | 5.941 views
Menyikapi Orang yang Tidak Ikut Perintah Rasul
14 November 2006, 04:27 | Aqidah | 5.857 views
Makhluk Pertama yang Diciptakan Allah Versi Tasawuf
14 November 2006, 03:49 | Aqidah | 8.845 views
Kenapa al-Quran itu Harus Berbahasa Arab?
10 November 2006, 05:45 | Quran | 5.870 views
Lupa Minum Waktu Puasa Syawal
10 November 2006, 03:16 | Puasa | 5.090 views
Menyentuh Quran Terjemahan Tanpa Wudhu
10 November 2006, 02:14 | Quran | 20.689 views
Bolehkah Menikah Lagi dengan Sepupu Isteri?
9 November 2006, 04:00 | Nikah | 4.928 views
Mengapa Harus Salafi?
9 November 2006, 02:54 | Umum | 10.770 views
Apa Arti Empat Bulan Haram?
9 November 2006, 00:53 | Quran | 5.498 views
Cara Bersuci setelah Terkena Tinta, Tip-ex, atau Cat
7 November 2006, 22:43 | Thaharah | 6.307 views
Asal Muasal Ka'bah
7 November 2006, 22:29 | Haji | 6.125 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,844,801 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img