Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hadits yang Mengharamkan Seseorang Berpuasa | rumahfiqih.com

Hadits yang Mengharamkan Seseorang Berpuasa

Fri 24 November 2006 10:03 | Hadits | 4.928 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr. wb.

Adakah hadist yang menyatakan tentang haramnya seseorang yang menjalankan puasa jika sudah mendengar takbiran? Ini berdasarkan pengalaman lebaran tahun ini antara versi Depag dengan Muhammadiyah.

Wassalamualaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Berpuasa di hari raya Fithr (lebaran) dan juga di hari Adha (lebaran haji) hukumnya haram, berdasarkan hadits shahih berikut ini:

Rasulullah SAW melarang berpuasa pada dua hari: hari Fithr dan hari Adha. (HR. Muttafaq 'alaihi)

Namun larangan itu berlaku bila sudah dipastikan bahwa hari itu adalah benar-benar yang dimaksud. Maka larangan untuk berpuasa bukan bila kita mendengar suara takbiran, tetapi bila telah dipastikan masuknya tanggal 1 Syawwal.

Suara takbiran yang mengalun bukanlah metode untuk memastikan apakah bulan Ramadhan sudah usah atau belum. Metode yang benar adalah dengan rukyatul hilal, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Puasalah dengan melihat bulan dan berfithr (berlebaran) dengan melihat bulan, bila tidak nampak olehmu, maka sempurnakan hitungan Sya‘ban menjadi 30 hari. (HR. Bukhari dan Muslim)

Bila hilal telah terlihat, meski hanya oleh sebagian orang saja, maka orang-orang yang tidak melihatnya wajib ikut berbuka. Paling tidak yang berada pada radius tertentu. Dengan pengecualian bila jarak antara orang yang melihat hilal dengan mereka cukup jauh. Dan dalam masalah batasan jarak ini, para ulama berbeda pendapat.

Akan tetapi inti masalahnya bahwa jatuhnya tanggal 1 Syawwal itu memang ditetapkan berdasarkan terlihat atau tidaknya hilal syawwal. Bukan berdasarkan ada orang yang takbir atau tidak. Sebab bisa saja seseorang bertakbir tanpa dasar pengetahuan atas sudah jatuhnya 1 Syawwal, atau bisa saja karena memang ada perbedaan pendapat dalam menentukannya.

Masalah Perbedaan Pendapat

Sebagaimana kita ketahui bahwa di negeri kita, masalah perbedaan penetapan jatuhnya 1 Syawwal memang lumayan kompleks dan sedikit rumit. Sebab setiap kelompok dan jam'iyah mereka punya hak untuk berijtihad sendiri, sesuai dengan apa yang dia yakini. Tanpa pernah merasa butuh untuk duduk bersama dengan sesama umat muslimin lainnya.

Seolah-olah mereka yakin 100% bahwa ijtihad mereka mutlak benar, serta rada 'gengsi' untuk mau berbagai pendapat dengan yang lainnya. Ditambah lagi mandulnya pemerintah serta kekurang-populernya di mata umat, karena beragam sebab yang panjang untuk diceritakan di sini, tapi intinya umat tidak terlalu merasa wajib untuk ikut ketentuan pemerintah dalam masalah penetapan 1 Syawwal. Bahkan pimpinan Muhammadiyah malah mengusulkan agar pemerintah tidak usah mengatur penetapan jatuhnya hari raya agama.

Kami memandang bahwa ungkapan itu menunjukkan betapa pemerintah memang sama sekali tidak punya wibawa di mata umatnya. Alih-alih mau mengikuti ketetapan pemerintah, justru para pemuka agama minta agar pemerintah tidak usah ikut campur. Mungkin karena selama ini dianggap bukan menambah mudah, tapi malah bikin susah.

Bayangkan, kalau para tokoh agama saja sudah tidak punya rasa percaya kepada pemerintah, berarti ada yang kurang beres di dalam pemerintahan, atau di kalangan tokoh agama, atau pada keduanya.

Melihat kenyataan demikian, maka cita-cita untuk bisa duduk bersama antara pemerintah dan elemen-elemen umat Islam rasanya masih jauh panggang dari api. Apalagi kalau kita lihat realitas selama ini yang selalu muncul ketidak-kompakan, maka semakin jauh rasanya kesamaan penetapan lebaran itu.

Bagaimana penetapan hari raya di negeri Islam lain?

Berbeda dengan di Indonesia, umat Islam di beberapa negara timur tengah seperti Saudi atau Mesir, mereka tidak pernah direpotkan dengan perbedaan penetapan. Meski antara Saudi dan Mesir seringkali berbeda, tetapi perbedaan itu tidak terjadi di dalam satu negara. Kedua penduduk negeri memang terpisah secara georgrafis, sehingga perbedaan seperti yang kita rasakan di Indonesia tidak terjadi.

Hal itu karena umat Islam di dalam negeri mereka kompak bersama dengan pemerintah. Pemerintah punya wibawa dan dipatuhi umat, tetapi pemerinthnya juga mau tunduk kepada ulama yang berwibawa dan berilmu. Sehingga terjadi harmoni yang indah. Tidak seperti di negeri kita, ulama tidak ada, pemerintahnya tidak dipatuhi, ya jadilah nasib kita seperti ini, centang perenang!!!

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Dosa Onani Saat Puasa, Bagaimana Membayarnya?
24 November 2006, 09:58 | Puasa | 18.908 views
Halalkah Bekerja di Media Televisi?
23 November 2006, 09:13 | Muamalat | 5.054 views
Nikah Tanpa Wali dan Saksi, Bagaimana Caranya Pisah?
23 November 2006, 06:55 | Nikah | 5.386 views
Kenapa Imam Syafii Menjadikan Qunut Rukun Shalat Shubuh?
23 November 2006, 04:49 | Shalat | 9.568 views
Pernikahan Tanpa Wali Pengantin Pria
20 November 2006, 04:19 | Nikah | 4.964 views
Hukuman Bagi Pemerkosa
20 November 2006, 04:14 | Jinayat | 6.562 views
Hukum Software Bajakan
20 November 2006, 03:43 | Kontemporer | 7.029 views
Ribakah Royalti?
17 November 2006, 02:45 | Kontemporer | 4.955 views
Hukum Kuis Superdeal Milyaran
17 November 2006, 02:41 | Muamalat | 5.151 views
Mendoakan Orang Kena Musibah Agar Sadar
17 November 2006, 02:25 | Umum | 5.920 views
Wali Hakim untuk Janda dan Masa 'Iddah
16 November 2006, 00:09 | Nikah | 6.209 views
Tidak Punya Anak, Ingin Transfer Janin
16 November 2006, 00:04 | Kontemporer | 5.665 views
Cara Menebus Dosa Korban Pemaksaan Homoseks
15 November 2006, 23:59 | Jinayat | 4.952 views
Hadits tentang Tidak Makan Kecuali Lapar
15 November 2006, 23:55 | Hadits | 6.071 views
Shalat Subuh Disaksikan Para Malaikat, Maksudnya?
15 November 2006, 01:14 | Shalat | 7.856 views
Nifas Sudah Selesai, tapi Masih Keluar Darah
14 November 2006, 07:32 | Thaharah | 6.182 views
Menyikapi Orang yang Tidak Ikut Perintah Rasul
14 November 2006, 04:27 | Aqidah | 6.073 views
Makhluk Pertama yang Diciptakan Allah Versi Tasawuf
14 November 2006, 03:49 | Aqidah | 9.303 views
Kenapa al-Quran itu Harus Berbahasa Arab?
10 November 2006, 05:45 | Quran | 6.228 views
Lupa Minum Waktu Puasa Syawal
10 November 2006, 03:16 | Puasa | 5.233 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,716,427 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-8-2019
Subuh 04:41 | Zhuhur 11:57 | Ashar 15:18 | Maghrib 17:58 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img