Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Batalkah Menyentuh Istri? | rumahfiqih.com

Batalkah Menyentuh Istri?

Mon 4 December 2006 01:27 | Thaharah | 6.911 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalaamu'alaykum Wr. Wb. Ustadz,

Saya sudah membaca beberapa pertanyaan tentang mahram dan hubungannya dengan batal wudlu di rubrik ini. Ada pendapat yang menyatakan bahwa bersentuhan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram membatalkan wudlu-nya ada juga yang tidak.

Tapi ada juga masalah lain, yakni bersentuhan kulit laki-laki dan perempuan yang sudah menikah ada yang mengatakan batal ada juga yang tidak tidak. Hal ini dikarenakan perbedaan mendefinisikan mahram, di mana mahram bisa muncul diakibatkan oleh hubungan perkawinan.

Mohon penjelasannya ustadz batasan-batasan mahram berdasarkan pendapat ulama, dan (seperti biasa) disertai dengan hujjah yang kuat. Jazakallaahu khayran katsiira.

Wassalaamu'alaykum Wr. Wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yang dimaksud dengan mahram pada dasarnya adalah wanita yang haram untuk dinikahi. Jenisnya ada dua macam, yang bersifat abadi (muabbad) dan yang bersifat sementara (muaqqat). Yang bersifat abadi di antaranya ibu, saudari, bibi, anak perempuan, mertua perempuan, menantu perempuan, atau saudara sesusuan. Sedang yang bersifat sementara misalnya isteri orang, atau saudari ipar.

Yang ada kaitannya dengan masalah batal wudhu' hanyalah mahram yang bersifat muabbad, bukan yang muaqqat.

Sebenarnya dasar ketentuan apakah sentuhan kulit dengan wanita bukan mahram membatalkan wudhu' atau tidak, itu adalah masalah lain. Demikian juga, apakah suami isteri itu masih termasuk kategori mahram atau bukan, adalah sebuah diskusi lain yang berbeda.

Kalau kita bicara siapa saja yang termasuk wanita mahram (yang haram dinikahi), maka jawabnya jelas. Karena daftarnya sudah pasti. Dalam hal ini, isteri yang sudah dinikahi tentu saja berada di luar daftar itu. Sebab isteri itu asalnya adalah wanita halal dinikahi, bukan haram dinikahi.

Akan tetapi apakah menyentuh kulit isteri termasuk membatalkan wudhu' atau tidak, khusus buat isteri, latar belakang masalahnya bukan perdebatan apakah isteri termasuk mahram atau bukan. Sebab sudah jelas bahwa isteri itu tidak temasuk wanita yang haram dinikahi, artinya bukan mahram. Tapi penyebabnya karena ada banyak dalil yang saling bertentangan satu dengan lainnya. Di antaranya:

Dari Habib bin Abi Tsabit dari Urwah dari Aisyah ra. dari Nabi SAW bahwa Rasulullah SAW mencium sebagian isterinya kemudian keluar untuk shalat tanpa berwudhu`”. Lalu ditanya kepada Aisyah, ”Siapakah isteri yang dimaksud, kecuali anda?”. Lalu Aisyah tertawa. (HR Turmuzi Abu Daud, An-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad).

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Khutbah Jumat Harus Bahasa Arab?
1 December 2006, 01:46 | Shalat | 7.500 views
Bolehkah Berdagang dengan Mengambil Laba Lebih dari 30%?
30 November 2006, 05:04 | Muamalat | 7.120 views
Hukumnya Membayar Tukang Sembelih Qurban Hari Raya
30 November 2006, 04:36 | Qurban Aqiqah | 5.725 views
Kenapa Ada yang Benci Syaikh Yusuf Qaradawi?
30 November 2006, 04:24 | Ushul Fiqih | 7.600 views
Hukum Bermain Sepakbola
30 November 2006, 03:01 | Umum | 11.595 views
Adakah Berpolitik dan Berpartai Dicontohkan Nabi dan Sahabat?
29 November 2006, 01:45 | Negara | 6.688 views
Hadits Tentang Zikir Bersama
29 November 2006, 01:22 | Hadits | 7.179 views
Siapakah Syeikh Albani?
29 November 2006, 01:19 | Hadits | 10.360 views
Mencuci Celana yang Ada Maninya Dicampur dengan Cucian Lain
29 November 2006, 01:11 | Thaharah | 11.817 views
Mana yang Lebih Dulu, Nabi Adam a.s atau Manusia Purba?
29 November 2006, 01:05 | Umum | 7.653 views
Balap Mobil, Tinju, Panjat Tebing, Bolehkah?
27 November 2006, 04:30 | Umum | 4.990 views
Halalkah Bekerja di Media Televisi? (Pertanyaan Lanjutan)
27 November 2006, 04:27 | Muamalat | 5.842 views
Hadits yang Mengharamkan Seseorang Berpuasa
24 November 2006, 10:03 | Hadits | 5.086 views
Dosa Onani Saat Puasa, Bagaimana Membayarnya?
24 November 2006, 09:58 | Puasa | 19.448 views
Halalkah Bekerja di Media Televisi?
23 November 2006, 09:13 | Muamalat | 5.213 views
Nikah Tanpa Wali dan Saksi, Bagaimana Caranya Pisah?
23 November 2006, 06:55 | Nikah | 5.789 views
Kenapa Imam Syafii Menjadikan Qunut Rukun Shalat Shubuh?
23 November 2006, 04:49 | Shalat | 9.886 views
Pernikahan Tanpa Wali Pengantin Pria
20 November 2006, 04:19 | Nikah | 5.143 views
Hukuman Bagi Pemerkosa
20 November 2006, 04:14 | Jinayat | 7.061 views
Hukum Software Bajakan
20 November 2006, 03:43 | Kontemporer | 7.235 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,426,501 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:40 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:54 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img