Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Mengapa Penulisan Hadits Dibolehkan? | rumahfiqih.com

Mengapa Penulisan Hadits Dibolehkan?

Mon 4 December 2006 02:16 | Hadits | 6.458 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Segala puji syukur hanya kepada Allah SWT, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, dan para pengikutnya yang menegakkan Kitabullah dan Sunnah sampai akhir zaman, amma ba'du..

Ustadz Sarwat yang dimuliakan Allah SWT,

Ada kebingungan yang saya belum bisa pikirkan jawabannya belakangan ini. Rasulullah SAW melarang penulisan Hadits yang merupakan dasar hukum ke 2 setelah Al-Qur'an yang berbunyi:

Rasulullah saw melarang penulisan al-Hadits sebagaimana hadits dari Abu Sa'id al-Khudri Dari Abu Sa'id Al-Khudri,
sesungguhnya Rasulullah saw bersabda, "

Janganlah kalian semua menulis dariku, barang siapa menulis dariku selain al-Quran maka hendaklah menghapusnya
 (HR. Muslim)

Yang mau saya tanyakan:

1. Apakah penulisan Hadits adalah sebuah bid'ah apa bukan? Menurut hadits di atas, harus bagaimanakah kita?

2. Sejarah penulisan Hadits secara ringkas?

Syukron jazakumullah khairan.

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sekurang-kurangnya ada tiga teks hadits yang esensi melarang para shahabat untuk menuliskan teks hadits. Masing-masing diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudhri, Abu Hurairah dan Zaid bin Tsabit. Dari ketiganya, hanya satu yang bisa dipertanggung-jawabkan keshahihannya dari segi riwayat. Yaitu yang berasal dari riwayat Abu Said Al-Khudhri. Sisanya diklaim sebagai hadits tidak shahih oleh para ulama hadits. (Lihat buku Studies in Hadith Methodology and Literature oleh Muhammad Mustafa 'Azami, MA., PH.D. 1977)

Seandainya kita menggunakan metode tekstual dalam memahami setiap hadits, tanpa melihat ke banyak sisi lainnya, maka akan semakin rancu saja ajaran Islam. Sebab begitu banyak dalil yang secara zahir bertentangan 180 derajat dengan dalil lainnya, meski sama-sama shahih.

Untunglah kita punya ilmu fiqih dan metodologi istimbath hukum, sehingga semua dalil yang saling berbeda dan membingungkan itu bisa ditemukan duduk persoalannya.

Kita tidak boleh membaca sebuah dalil saja dari sekian juta dalil yang ada. Semua dalil harus dikumpulkan lalu dikomparasikan. Untuk kemudian diambil kesimpulan hukumnya. Dan itulah guna belajar ilmu fiqih kepada para ulama syariah. Tanpa ilmu fiqih, akan banyak orang yang tersesat di jalan yang benar.

Dan ternyata di seberang satu hadits shahih yang melarang penulisan hadits, ada 8 hadits shahih lainnya yang justru menegaskan adanya penulisan hadits di masa hidup Rasulullah SAW. Bahkan bukan hanya membolehkan, sebagian dari hadits-hadits itu malah memerintahkan penulisan hadits.

Antara lain pada saat peristiwa Fathu Makkah, Rasulullah SAW berpidato di hadapan ribuan shahabat. Saat itu ada seorang yang bernama Abu Syah minta kepada beliau SAW untuk menuliskan isi pidato beliau, maka beliau SAW menjawab, "Tuliskan untuk Abu Syah." (Lihat Jami' Bayan Al-Ilmi wa Fadhlihi oleh Ibnu Abdil Barr jilid 1 halaman 84)

Kontroversi Dua Dalil

Hadits-hadits di atas tentu akan membuat kita yang awam semakin bingung. Satu hadits melarang penulisan hadits, tapi ada hadits lainnya yang memerintahkannya.

Untuk itu para ulama membuat metode penggabungan antara dua hadits yang berbeda dengan istilah tariqatul jam'i.

Oleh para ulama, hadits yang melarang penulisan hadits berlaku dalam konteks agar jangan sampai para shahabat bercampur-campur dalam menulis ayat dan hadits. Untuk memastikan agar tidak terjadi percampuran itu, maka dibuat ketentuan bahwa secara umum, para shahabat diminta untuk tidak menuliskan hadits.

Namun aturan itu tidak berlaku untuk sebagian shahabat yang dikenal sudah mahir dalam menulis dan piawai dalam mengandministrasikan tulisan-tulisannya. Sehingga tidak dikhawatirkan akan tercampur-campur antara keduanya.

Bukti bahwa hadits sudah ditulis di masa shahabat adalah pengakuan Abu Hurairah ra. tentang jumlah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra. Abu Hurairah ra. mengatakan bahwa jumlah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra. lebih banyak dari yang diriwayatkan oleh dirinya. Sebabnya karena Ibnu Umar ra. adalah shahabat yang pandai menulis hadits.

Selain itu yang juga dikenal punya catatan hadits adalah Abdullah bin Umar bin Al-Ash. Catatan hadits beliau sangat termasyhur dan dikenal dengan nama Ash-Shahifah Ash-Shadiqah.

Bukti lainnya lagi bahwa hadits sudah ditulis di masa nabi SAW adalah adanya ratusan surat dari beliau SAW. Sebagian dikirim ke sekian banyak raja dunia untuk mengajak mereka masuk Islam, sebagiannya lagi berisi petunjuk urusan agama. Semua surat nabi SAW termasuk ke dalam kategori hadits juga.

Klaim bahwa hadits nabi SAW dilarang untuk ditulis di masa beliau masih hidup, seringkali digunakan oleh para orientalis untuk menuduh bahwa hadits-hadits nabi itu banyak yang palsu, karena ditulis pada abad ketiga hijriyah. Beberapa gelintir umat Islam yang awam seringkali terkecoh dengan tuduhan para orientalis ini, sehingga ikut-ikutan pendapat mereka.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Batalkah Menyentuh Istri?
4 December 2006, 01:27 | Thaharah | 6.565 views
Khutbah Jumat Harus Bahasa Arab?
1 December 2006, 01:46 | Shalat | 6.791 views
Bolehkah Berdagang dengan Mengambil Laba Lebih dari 30%?
30 November 2006, 05:04 | Muamalat | 6.707 views
Hukumnya Membayar Tukang Sembelih Qurban Hari Raya
30 November 2006, 04:36 | Qurban Aqiqah | 5.359 views
Kenapa Ada yang Benci Syaikh Yusuf Qaradawi?
30 November 2006, 04:24 | Ushul Fiqih | 7.243 views
Hukum Bermain Sepakbola
30 November 2006, 03:01 | Umum | 9.971 views
Adakah Berpolitik dan Berpartai Dicontohkan Nabi dan Sahabat?
29 November 2006, 01:45 | Negara | 6.347 views
Hadits Tentang Zikir Bersama
29 November 2006, 01:22 | Hadits | 6.655 views
Siapakah Syeikh Albani?
29 November 2006, 01:19 | Hadits | 9.949 views
Mencuci Celana yang Ada Maninya Dicampur dengan Cucian Lain
29 November 2006, 01:11 | Thaharah | 8.708 views
Mana yang Lebih Dulu, Nabi Adam a.s atau Manusia Purba?
29 November 2006, 01:05 | Umum | 7.065 views
Balap Mobil, Tinju, Panjat Tebing, Bolehkah?
27 November 2006, 04:30 | Umum | 4.686 views
Halalkah Bekerja di Media Televisi? (Pertanyaan Lanjutan)
27 November 2006, 04:27 | Muamalat | 5.453 views
Hadits yang Mengharamkan Seseorang Berpuasa
24 November 2006, 10:03 | Hadits | 4.876 views
Dosa Onani Saat Puasa, Bagaimana Membayarnya?
24 November 2006, 09:58 | Puasa | 18.676 views
Halalkah Bekerja di Media Televisi?
23 November 2006, 09:13 | Muamalat | 4.988 views
Nikah Tanpa Wali dan Saksi, Bagaimana Caranya Pisah?
23 November 2006, 06:55 | Nikah | 5.270 views
Kenapa Imam Syafii Menjadikan Qunut Rukun Shalat Shubuh?
23 November 2006, 04:49 | Shalat | 9.412 views
Pernikahan Tanpa Wali Pengantin Pria
20 November 2006, 04:19 | Nikah | 4.905 views
Hukuman Bagi Pemerkosa
20 November 2006, 04:14 | Jinayat | 6.423 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,008,307 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

18-7-2019
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:00 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img