Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Halalkah Meminjam Uang di Bank untuk Kredit Rumah? | rumahfiqih.com

Halalkah Meminjam Uang di Bank untuk Kredit Rumah?

Mon 4 December 2006 02:34 | Muamalat | 10.546 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Wr. Wb.

Saat ini banyak sekali bank-bank menawarkan berbagai pinjaman termasuk salah satunya kredit untuk perumahan. Saya rasa pada awalnya merasa tertolong, tapi terkadang dalam hati kecil juga terasa tercekik dan menyesal pada saat melihat bahwa total pembayaran utang yang harus kita bayar bisa mencapai dua kali lipat.

Apakah hukumnya untuk orang yang sudah terlanjur berhutang? Apakah nasabah yang meminjam karena terjepit kebutuhan juga termasuk mengamalkan riba? Karena banyak orang juga berfikiran jika dengan sewa, dalam selama 10 tahun kita tidak akan mendapatkan apa-apa, tapi dengan mencicil sekalipun bunganya 100% kita akan dapat rumah.

Sekian dan terima kasih.

Wassalam,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kita diharamkan untuk terlibat dalam sebuah sistem transaksi ribawi yang diharamkan syariat, baik sebagai penjual atau pun sebagai pembeli. Baik sebagai pihak yang diuntungkan atau sebagai pihak yang dirugikan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Dari Jabir bin Abdillah berkata bahwa Rasulullah SAW melaknat orang yang makan riba, yang memberi makan, penulisnya dan dua orang saksinya. Dia berkata, "Mereka sama." (HR Muslim)

Mengapa mereka dianggap sama, karena tidak mungkin ada orang yang makan keuntungan dari riba (yang meminjamkan uang), kalau tidak ada yang memberi makan (yang meminjam dengan pengembalian plus bunga). Bahkan siapa pun yang terlibat, akan ikut dilaknat juga, termasuk yang mencatat bahkan yang sekedar jadi saksi.

Sebab semuanya punya andil masing-masing, di mana sebuah transaksi ribawi tidak mungkin berjalan tanpa jasa semua orang itu.

Kredit Rumah

Dahulu di masa tidak enak era orde lama dan awal orde baru, memang pemerintah melarang keberadaan bank syariah. Namun di akhir era orde baru, lalu di zaman sekarang ini, nyaris tidak ada alasan lagi buat kita untuk terus berdalih tidak adanya bank syariah.

Hari ini di setiap sudut jalan sudah ada bank syariah. Maka sudah bukan masanya lagi kita selalu terpaku dengan bank non syariah. Sejak tahun 1991, sudah berdiri bank syariah pertama di Indonesia. Dan sekarang, nyaris hampir semua bank sudah punya cabang atau divisi syariah.

Tidak ada alasan lagi bagi umat Islam kalau mau kredit rumah atau apa pun yang membutuhkan jasa bank, untuk setia pada bank konvensional. Itu masa lalu, biarlah berlalu. Sekarang zaman sudah maju, bank syariah ada di mana-mana, maka haram hukumnya kita masih saja berkutat dan terjebak dengan bank yang anti syariah.

Kecuali bila memang sudah terlanjur sebelumnya. Maka tugas kita adalah bagaimana keluar dari jerat-jerat riba itu. Upayakan sebisa mungkin untuk keluar dari jerat itu. Kalau tidak salah, beberapa bank syariah pun melayani over kredit dari bank konvensional. Silahkan datangi semua bank syariah terdekat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apakah Orang Hamil Diperbolehkan Takziah?
4 December 2006, 02:18 | Wanita | 6.055 views
Mengapa Penulisan Hadits Dibolehkan?
4 December 2006, 02:16 | Hadits | 6.777 views
Batalkah Menyentuh Istri?
4 December 2006, 01:27 | Thaharah | 6.759 views
Khutbah Jumat Harus Bahasa Arab?
1 December 2006, 01:46 | Shalat | 7.283 views
Bolehkah Berdagang dengan Mengambil Laba Lebih dari 30%?
30 November 2006, 05:04 | Muamalat | 6.904 views
Hukumnya Membayar Tukang Sembelih Qurban Hari Raya
30 November 2006, 04:36 | Qurban Aqiqah | 5.582 views
Kenapa Ada yang Benci Syaikh Yusuf Qaradawi?
30 November 2006, 04:24 | Ushul Fiqih | 7.434 views
Hukum Bermain Sepakbola
30 November 2006, 03:01 | Umum | 10.467 views
Adakah Berpolitik dan Berpartai Dicontohkan Nabi dan Sahabat?
29 November 2006, 01:45 | Negara | 6.495 views
Hadits Tentang Zikir Bersama
29 November 2006, 01:22 | Hadits | 6.902 views
Siapakah Syeikh Albani?
29 November 2006, 01:19 | Hadits | 10.146 views
Mencuci Celana yang Ada Maninya Dicampur dengan Cucian Lain
29 November 2006, 01:11 | Thaharah | 9.976 views
Mana yang Lebih Dulu, Nabi Adam a.s atau Manusia Purba?
29 November 2006, 01:05 | Umum | 7.345 views
Balap Mobil, Tinju, Panjat Tebing, Bolehkah?
27 November 2006, 04:30 | Umum | 4.798 views
Halalkah Bekerja di Media Televisi? (Pertanyaan Lanjutan)
27 November 2006, 04:27 | Muamalat | 5.584 views
Hadits yang Mengharamkan Seseorang Berpuasa
24 November 2006, 10:03 | Hadits | 4.971 views
Dosa Onani Saat Puasa, Bagaimana Membayarnya?
24 November 2006, 09:58 | Puasa | 19.076 views
Halalkah Bekerja di Media Televisi?
23 November 2006, 09:13 | Muamalat | 5.095 views
Nikah Tanpa Wali dan Saksi, Bagaimana Caranya Pisah?
23 November 2006, 06:55 | Nikah | 5.503 views
Kenapa Imam Syafii Menjadikan Qunut Rukun Shalat Shubuh?
23 November 2006, 04:49 | Shalat | 9.674 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,359,068 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-9-2019
Subuh 04:27 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:59 | Maghrib 17:52 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img