Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukum Merokok | rumahfiqih.com

Hukum Merokok

Thu 7 December 2006 00:18 | Kontemporer | 7.008 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass. Semoga Alloh Swt. Selalu melindungi Ustadz.

Yang saya ketahui hukum merokok itu ada yang makruh dan haram, yang ingin saya tanyakan adalah:

1. Ulama yang mengharamkan merokok dan alasanya.
2. Ulama yang me makruhkan merokok dan alasanya.

Alhadulillah saya sendiri tidak merokok. Sebelumnya atas bantuan dan jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Wass.

Jawaban :

Dalam literatur fiqih Islam klasik, masalah rokok tidak pernah ditulis. Kemungkinan besar karena rokok di zaman itu belum lagi dikenal. Baru pada beberapa abad yang lalu peradaban manusia mengenal rokok. As-Syeikh Ali Thanthawi mengatakan bahwa rokok di negerinya baru dikenal 1.000-an tahun yang lalu.

Itu pun belum lagi diketahui sejauh mana bahayanya pada kesehatan. Karena itu bila kita mengacu pada literatur klasik, tidak kita temukan pernyataan mereka tentang rokok.

Sedangkan para ulama masa kini, di antaranya para ulama di Saudi, Yaman dan Mesir dan negeri lainnya di Timur Tengah, banyak berbicara tentang bahaya rokok serta melarang umat Islam mengkonsumsinya karena alasan-alasan yang sangat nyata. Maka bila kita menelaah fatwa ulama masa kini dalam masalah rokok, hampir seluruhnya melarang.

Jadi bila ada sementara tokoh agama, kiyai, ulama atau ustadz yang masih tetap merokok, besar kemungkinan beliau belum lagi menelaah fatwa para ulama masa kini tentang bahaya rokok. Atau belum mendapatkan informasi yang akurat berkaitan dengan bahaya rokok tersebut.

Maka memang masih ada sementara kalangan yang membolehkannya atau sekedar memakruhkannya dan tidak sampai mengharamkannya.

a. Yang Mengatakan Makruh

Banyak kalangan ulama di negeri kita yang masih saja asyik merokok, hal itu lantaran dalam kitab fiqih mereka tidak pernah tercantum bab tentang rokok, kecuali sekedar benda yang mengakibatkan mulut berbau tidak sedap.

Oleh karena itu hukumnya dalam alam pikiran mereka sekedar makruh saja, tidak pernah sampai haram. Karena ilmu pengetahuan penulis kitab fiqih di masa lalu baru sampai ke tingkat itu, tidak lebih.

b. Yang Mengatakan Haram

Berbeda dengan ulama di zaman sekarang, yang hidup di era kemajuan. Begitu banyak informasi yang baru terkuak di zaman ini, sementara 100-an tahun yang lalu orang masih buta tentang hakikatnya.

Informasi yang paling akurat dan sangat terpercaya dari dunia kesehatan telah dengan aklamasi mengatakan bahwa tidak pernah ada batas aman untuk merokok. Sebab dalam sebatang rokok terdapat 200-an jenis racun yang paling berbahaya bagi manusia.

Kalau racun-racun itu dikonsumsi terus menerus, maka nyaris hampir semua penyakit akrab dengan tubuh seseorang. Selain itu juga ada fakta-fakta yang tidak mungkin dipungkiri lagi:

  • Reomendasi WHO, 10/10/1983 menyebutkan seandainya 2/3 dari yang dibelanjakan dunia untuk membeli rokok digunakan untuk kepentingan kesehatan, niscaya bisa memenuhi kesehatan asasi manusia di muka bumi.
  • WHO juga menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok.
  • 90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit Sanghai Cina adalah disebabkan rokok.
  • Prosentase kematian disebabkan rokok adalah lebih tinggi dibandingkan karena perang dan kecelakaan lalulintas.
  • 20 batang rokok perhari menyebabkan berkurangnya 15% haemoglobin, yakni zat asasi pembentuk darah merah.
  • Posentase kematian orang yang berusia 46 tahun atau lebih adalah 25% lebih bagi perokok.

Maka wajar bila para ulama di masa sekarang ni yang hidup dengan semua sumber informasi umumnya mengharamkan rokok. Meski tidak terdapat nash sharih yang mengharamkannya, namun kriteria rokok sebagai racun yang haram dimakan telah dengan tegas di dalam quran dan sunnah.

Mereka yang mengharamkan rokok, berangkat dari dalil umum tentang haramnya seseorang menceburkan diri ke dalam kehancuran. Misalnya firman Allah SWT:

Dan belanjakanlah di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS Al-Baqarah: 195)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS. An-Nisa': 29)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Makna Hadits "Belum beriman seseorang sehingga aku lebih dicintai..."
6 December 2006, 00:29 | Hadits | 6.607 views
Bagi Warisan Apabila Anak Masih Kecil-Kecil
5 December 2006, 02:47 | Mawaris | 4.824 views
Halalkah Meminjam Uang di Bank untuk Kredit Rumah?
4 December 2006, 02:34 | Muamalat | 10.822 views
Apakah Orang Hamil Diperbolehkan Takziah?
4 December 2006, 02:18 | Wanita | 6.265 views
Mengapa Penulisan Hadits Dibolehkan?
4 December 2006, 02:16 | Hadits | 10.875 views
Batalkah Menyentuh Istri?
4 December 2006, 01:27 | Thaharah | 6.977 views
Khutbah Jumat Harus Bahasa Arab?
1 December 2006, 01:46 | Shalat | 7.607 views
Bolehkah Berdagang dengan Mengambil Laba Lebih dari 30%?
30 November 2006, 05:04 | Muamalat | 7.197 views
Hukumnya Membayar Tukang Sembelih Qurban Hari Raya
30 November 2006, 04:36 | Qurban Aqiqah | 5.789 views
Kenapa Ada yang Benci Syaikh Yusuf Qaradawi?
30 November 2006, 04:24 | Ushul Fiqih | 7.671 views
Hukum Bermain Sepakbola
30 November 2006, 03:01 | Umum | 11.950 views
Adakah Berpolitik dan Berpartai Dicontohkan Nabi dan Sahabat?
29 November 2006, 01:45 | Negara | 6.765 views
Hadits Tentang Zikir Bersama
29 November 2006, 01:22 | Hadits | 7.283 views
Siapakah Syeikh Albani?
29 November 2006, 01:19 | Hadits | 10.440 views
Mencuci Celana yang Ada Maninya Dicampur dengan Cucian Lain
29 November 2006, 01:11 | Thaharah | 12.617 views
Mana yang Lebih Dulu, Nabi Adam a.s atau Manusia Purba?
29 November 2006, 01:05 | Umum | 7.752 views
Balap Mobil, Tinju, Panjat Tebing, Bolehkah?
27 November 2006, 04:30 | Umum | 5.055 views
Halalkah Bekerja di Media Televisi? (Pertanyaan Lanjutan)
27 November 2006, 04:27 | Muamalat | 6.203 views
Hadits yang Mengharamkan Seseorang Berpuasa
24 November 2006, 10:03 | Hadits | 5.128 views
Dosa Onani Saat Puasa, Bagaimana Membayarnya?
24 November 2006, 09:58 | Puasa | 19.581 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,232,522 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

9-12-2019
Subuh 04:07 | Zhuhur 11:47 | Ashar 15:13 | Maghrib 18:03 | Isya 19:17 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img