Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Saudara Non Muslim Berhak sebagai Ahli Waris? | rumahfiqih.com

Apakah Saudara Non Muslim Berhak sebagai Ahli Waris?

Mon 18 February 2013 10:31 | Mawaris | 8.149 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pak Ustaz, kami sembilan bersaudara, 5 orang kakak kami beragama Nasrani, dan 4 orang termasuk saya muslim, kebetulan saya anak bungsu. Ibu bapak kami, keduanya muslim, sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Orang tua kami meninggalkan 1 buah rumah cukup besar, dan saat ini agak terlantar karena tidak terawat. Dan kami semuanya sudah memiliki rumah masing-masing.

Kami saudara yang muslim sepakat untuk menjual rumah tersebut, kemudian hasilnya akan dibagikan sebagai waris, kepada ahli warisnya. Namun saudara yang Nasrani menolaknya, dengan alasan sebelum Bapak wafat, pernah berwasiat (katanya) bahwa rumah tersebut jangan dijual.

Pertanyaan saya:

1. Apakah rumah tersebut boleh dijual atau tidak, karena kata kakak saya yang Nasrani bapak pernah berwasiat untuk tidak menjual rumah tersebut, walaupun pada ahirnya tidak ada manfaat dari rumah tersebut.

2. Apakah saudara yang Nasrani (kakak-kakak saya) masih berhak sebagai ahli waris, mengingat bahwa kedua orang tua kami adalah muslim?

Demikian, terima kasih atas jawabannya.

Zajakumullah khaeran kasiro.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Kustanti.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatulahi wabarakatuh,

Setiap seorang yang wafat dan memiliki harta benda, maka harta benda miliknya akan berubah status pemilik. Dalam hal ini menjadi milik ahli warisnya.

Kalau rumah peninggalan dari ayah itu sudah dibagi waris, maka ahli waris sepenuhnya sudah jadi pemilik. Dan sebagai pemilik, tentu saja berhak untuk melakukan apa pun atas hak miliknya. Mau dijual, disewakan, di tempati sendiri atau mau dirobohkan, semua merupakan hak sepenuhnya dari pemilik baru.

Orang yang sudah wafat, tidak punya lagi hak atas harta benda yang selama ini menjadi miliknya. Kematian telah memisahkan dirinya dengan harta benda miliknya.

Ahli Waris Bukan Muslim

Ada tiga yang menjadi penghalang warisan. Atau dikenal dengan istilah mawani'. Yang pertama adalah pembunuhan. Yang keduanya adalah beda agama. Dan yang ketiga adalah perbudakan.

Dalam mawani' yang kedua, yaitu beda agama, pengertiannya adalah bila seorang muwarrist (orang yang meninggal dunia dan memiliki harta untukdibagi waris) dan ahli waris berbeda agama, maka tidak terjadi pewarisan antara kedua. Beda agama di sini maksudnya salah satunya muslim dan satunya lagi bukan muslim.

Maka kakak anda yang kafir itu tidak berhak atas harta muwarrits-nya (ayah atau ibunya). Karena ayah dan ibunya muslim, sedangkan dirinya bukan muslim. Maka gugurlah haknya untuk mendapatkan warisan.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW:

Tidaklah berhak seorang muslim mewarisi orang kafir, dan tidak pula orang kafir mewarisi muslim. (Bukhari dan Muslim)

Kekafiran bukan saja memutuskan jalur pewarisan, juga memutus jalur nasab secara hukum. Misalnya, seorang wanita yang muslimah dan ayahnya kafir selain ahli kitab, maka secara hukum syariah, ayahnya itu tidak memenuhi syarat sebagai wali nikah atas dirinya.

Sebab salah satu syarat untuk seorang wali nikah adalah bahwa orang itu harus beragama Islam.

Bila Muwarrits Kafir dan Ahli Waris Muslim

Apabila muwarrits-nya kafir sedangkan ahli warisnya muslim, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian ulama mengatakan bahwa ahli waris muslim tetap mendapat harta warisan dari muwarrits yang kafir. Mereka mengaku bersandar pada pendapat Mu'adz bin Jabal r.a. yang mengatakan bahwa seorang muslim boleh mewarisi orang kafir, tetapi tidak boleh mewariskan kepada orang kafir. Alasan mereka adalah bahwa Al-Islam ya'lu walaayu'la 'alaihi (unggul, tidak ada yang mengunggulinya).

Sebagian ulama lainnya mengatakan tidak bisa mewariskan. Jumhur ulama termasuk yang berpendapat demikian, termasuk keempat imam mujtahid, yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Asy-syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatulahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc
.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Cara Ziarah Qubur Biar Tidak Syirik
18 February 2013, 10:26 | Aqidah | 16.841 views
Tidak Menyebutkan Istri Kedua, Apakah Termasuk Talaq?
18 February 2013, 01:56 | Nikah | 6.709 views
Hukum Menjual Alat Musik
14 February 2013, 23:14 | Muamalat | 11.019 views
Perlukah Para Ulama Disertifikasi?
14 February 2013, 01:43 | Ushul Fiqih | 7.555 views
Pembagian Waris Setelah Istri Meninggal
14 February 2013, 00:09 | Mawaris | 83.864 views
Mahar Dihutang Tapi Akadnya Tunai
12 February 2013, 08:58 | Nikah | 8.162 views
Bolehkah Membuat Merek Makanan Dengan Nama Orang?
11 February 2013, 20:07 | Muamalat | 7.125 views
Saya Sedang di Iran, Halalkah Sembelihan Mereka?
11 February 2013, 02:43 | Umum | 12.485 views
Hukum Perayaan Empat dan Tujuh Bulanan Kehamilan
10 February 2013, 21:36 | Kontemporer | 25.695 views
Kafirkah Orang Yang Meninggalkan Shalat?
10 February 2013, 11:15 | Shalat | 11.266 views
Ya Rabbi bil Musthafa, Apa Hukumnya?
10 February 2013, 11:14 | Aqidah | 13.066 views
Berkampanye untuk Meraih Jabatan
8 February 2013, 21:58 | Negara | 6.579 views
Bagaimana Menghadapi Krisis Ulama di Akhir Zaman
8 February 2013, 03:03 | Ushul Fiqih | 9.542 views
Apakah Kitab Barzanji Syirik dan Bidah?
7 February 2013, 07:34 | Aqidah | 58.998 views
Tata Cara dan Bacaan Sujud Sahwi
6 February 2013, 00:16 | Shalat | 68.893 views
Benarkah Menuduh Orang Berzina Dicambuk 80 Kali?
5 February 2013, 01:00 | Jinayat | 22.617 views
Kafirkah Indonesia Tidak Berhukum Dengan Hukum Allah?
4 February 2013, 11:35 | Negara | 12.076 views
Tertangkap Tangan Sedang Berduaan Dengan Wanita di Hotel
3 February 2013, 23:01 | Negara | 13.856 views
Hukuman Buat Orang Yang Mengkonsumsi Khamar
3 February 2013, 14:03 | Jinayat | 14.572 views
Adakah Nikah Jarak Jauh?
3 February 2013, 00:19 | Nikah | 8.575 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,312,408 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-9-2019
Subuh 04:28 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img