Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Qurban untuk Orang Tua yang Sudah Wafat | rumahfiqih.com

Qurban untuk Orang Tua yang Sudah Wafat

Fri 15 December 2006 08:49 | Qurban Aqiqah | 6.630 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum, pak ustadz.

Mohon dijelaskan tentang hukum berqurban untuk dihadiahkan pahalanya demi orang tua kami yang sudah wafat. Apakah hal itu dibenarkan atau tidak? Ataukah hal itu menjadi khilaf di kalangan para ulama?

Terima kasih sebelumnya, pak ustadz.

Wassalamualaikum,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Para ulama memang berbeda pendapat hukum menyembelih hewan qurban dengan niat untuk orang tua yang telah wafat.

Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa hal itu dibolehkan, sebagaimana dibolehkan berhaji untuk orang yang sudah wafat. Juga sebagaimana dibolehkan bersedekah untuk orang yang sudah wafat.

Hanya menurut beliau, sebaiknya penyembelihan itu dilakukan di rumah, bukan di tempat umum, demi menghindari tafakhur atau membanggakan orang tua masing-masing. Rupanya barangkali di zaman beliau, menyembelih hewan qurban untuk orang tua seringkali dijadikan media untuk saling berbangga-banggaan orang tua di antara mereka. Itulah yang ingin dihindari oleh beliau.

Namun secara umum, bagi Ibnu Taimiyah yang merupakan ulama dari kalangan mazhab Al-Hanabilah, yang namanya mengirim pahala kepada orang yang sudah wafat memang dibenarkan. Termasuk pahala bacaan Al-Quran.

Lain halnya dengan pendapat para ulama dari mazhab lainnya seperti mazhab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah dan Asy-Syafi'iyah. Mereka umumnya mensyaratkan harus ada harta waqaf dari almarhum atau paling tidak ada wasiat sebelum kematiannya. Wasiat ini maksudnya agar ahli warisnya menyembelihkan hewan qurban untuknya bila telah meninggal dunia. Bila wasiat itu ada, maka umumnya para ulama dari ketiga mazhab itu membolehkan penyembelihan hewan quran untuk almarhum.

Namun bila tidak ada wasiat, tetapi para ahli waris almarhum rela mengeluarkan uang mereka masing-masing untuk menyembelihkan hewan qurban untuk orang tua mereka, sebagian dari para ulama membolehkannya, seperti Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah. Namun sebagian lainnya tidak membolehkannya atau memakruhkannya, seperti Asy-Syafi'iyah dan Al-Malikiyah.

Menurut Asy-Syafi'iyah, bila tidak ada harta waqaf atau harta yang diwasiatkan, maka tidak hukum penyembelihan itu tidak boleh dilakukan.

Di dalam kitab At-Taudhih milik mazhab Al-Malikiyah, disebutkan bahwa Imam Malik mengatakan, "Saya tidak menyukai seseorang yang menyembelih hewan qurban untuk ayah ibunya yang telah wafat."

Pensyarah kitab Al-Kabir menegaskan bahwa menyembelih hewan qurban untuk orang yang sudah wafat dimakruhkan, lantaran tidak pernah dicontohkan oleh nabi SAW, juga tidak pernah dilakukan oleh seorang pun dari ulama salaf. Ditambah lagi justru hal itu seringkali dijadikan media untuk saling membangga-banggakan orang tua masing-masing.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Qiyamullail Berjamaah, Bid'ahkah?
15 December 2006, 08:39 | Shalat | 5.676 views
Apakah Wudhu Batal kalau Bersentuhan dengan Orang Kafir?
14 December 2006, 04:16 | Thaharah | 16.880 views
Isteri Kedua Wafat Meninggalkan Harta Hibah dari Suami
14 December 2006, 04:09 | Mawaris | 4.469 views
Memakai Kalung ID Card bagi Laki-laki
14 December 2006, 04:04 | Kontemporer | 5.741 views
Masbuk ketika Imam Duduk Tasyahud Akhir?
13 December 2006, 01:26 | Shalat | 6.001 views
Menggunakan Fasilitas Kesehatan Orang Lain
13 December 2006, 01:16 | Umum | 4.210 views
Arisan Qurban, Bisakah?
12 December 2006, 04:11 | Qurban Aqiqah | 7.030 views
Berniat Qurban Sapi, Apakah Akan Ditegur Allah Bila Saya Kurban Kambing?
12 December 2006, 02:12 | Qurban Aqiqah | 5.841 views
Pembangunan Masjid Dua Lantai Multi Fungsi
12 December 2006, 01:08 | Umum | 5.756 views
Dasar Zakat Penghasilan
11 December 2006, 01:00 | Zakat | 5.983 views
Mengapa Rasulullah Melarang Puterinya Dipoligami?
8 December 2006, 02:39 | Nikah | 7.944 views
Kafalah untuk Pengelola Lembaga Amil Zakat
8 December 2006, 02:39 | Zakat | 7.164 views
Sebenarnya Perempuan Pakai Celana, Boleh Gak Sih?
8 December 2006, 02:23 | Kontemporer | 9.241 views
HIV/AIDS dalam Perspektif Islam dan Upaya Pencegahannya
8 December 2006, 02:19 | Umum | 5.495 views
Ibu Menikah Saat Hamil, Dapatkah Kakak Saya Menjadi Wali?
8 December 2006, 02:14 | Nikah | 5.530 views
Menghajikan Almarhum Ayah dan Wakaf Tunai
7 December 2006, 00:32 | Haji | 6.324 views
Tata Cara Berjamaah dan Masbuk Shalat
7 December 2006, 00:21 | Shalat | 8.826 views
Hukum Merokok
7 December 2006, 00:18 | Kontemporer | 6.378 views
Makna Hadits "Belum beriman seseorang sehingga aku lebih dicintai..."
6 December 2006, 00:29 | Hadits | 5.653 views
Bagi Warisan Apabila Anak Masih Kecil-Kecil
5 December 2006, 02:47 | Mawaris | 4.522 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,844,698 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img