Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Peminta Sumbangan Masjid di Jalan dan Bus | rumahfiqih.com

Peminta Sumbangan Masjid di Jalan dan Bus

Mon 18 December 2006 01:33 | Umum | 4.809 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass. Wr. Wb.

Pak Ustadz, bagaimana sikap yang terbaik jika kita bertemu dengan peminta sumbangan untuk pembangunan masjid yang lokasinya-pun kita tidak mengetahui dengan jelas, apakah memberi atau tidak?

Terima kasih,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dalam menyikapi apa yang anda sampaikan, kita harus seimbang antara ber-husnudzdzan dengan sikap berhati-hati.

Kita wajib berhusnudzdzan karena sikap seorang muslim memang harus demikian. Selalu berprasangka baik kepada setiap orang. Dan tidak menuduh yang bukan-bukan selama belum ada bukti yang kuat.

Husnudzdzan harus kita lakukan kepada sesama manusia. Dan kita dilarang memandang orang hanya sekedar dari penampilannya semata. Atau dari sekedar isu tertentu, atau opini yang berkembang. Kita dituntun untuk melakukan chek anda re-chek dalam menilai segala sesuatu, termasuk kepada para peminta sumbangan.

Memang banyak kasus yang terjadi, di mana para peminta sumbangan menjalankan edaran, padahal masjid atau proyek yang dikerjakannya fiktif belaka. Sumbangan itu ternyata dimakan untuk kepentingan pribadi, bukan sebagaimana yang ada di dalam surat edaran.

Modus seperti ini meski banyak terjadi, namun kita tidak boleh menggeneralisirnya. Karena boleh jadi tidak semua para pengedar edaran sumbangan seperti itu menipu. Ada juga yang benar-benar jujur dan sesuai dengan apa yang tertulis.

Beberapa Trik yang Boleh Digunakan

Kalau ada seseorang datang ke rumah anda menyodorkan edaran sumbangan pembangunan tertentu seperti demikian, tidak ada salahnya sesekali anda persilahkan orang itu untuk sekedar duduk sejenak, jangan terburu pergi. Ajaklah ngobrol secara baik-baik, mungkin sambil disuguhi minum atau makanan kecil, agar dia betah.

Perlahan tapi dengan cara tersamar, koreklah sedikit-sedikit keterangan dari orang itu. Kalau memang jujur, pasti dari rona wajah dan cara menjawabnya pasti terlihat.

Namun anda tidak perlu langsung menuduh dan memvonisnya sebagai penipu atau pembohong. Biarkan saja dia bercerita banyak tentang pekerjaannya sehari-hari. Tanyakan juga tentang teman-temannya, pimpinannya. Juga tentang keadaan proyek pembangunan yang sedang berjalan.

Dan tidak ada salahnya bila ketika pulang, anda selipkan uang seadanya, dengan niat anda memang bersedekah kepada orang itu, seandainya memang dia bohong. Tentu besar nilainya tidak perlu terlalu besar. Berilah sekiranya pantas yang dia terima.

Dan jangan sungkan-sungkan untuk memintanya datang lagi kapan-kapan, mungkin untuk sekedar ngobrol sambil makan cemilan di beranda rumah. Barangkali dengan pendekatan itu, anda bisa mendekatinya dan bisa tahu lebih banyak tentang apa yang sedang dikerjakannya. Bahkan boleh jadi dia justru akan dengan jujur mengakui perbuatannya kepada anda. Asalkan anda tidak bersikap menyalahkannya, tetapi memaklumi apa yang dilakukannya.

Barangkali dia memang miskin dan tidak punya pekerjaan lain kecuali hanya hal seperti itu saja. Dengan pendekatan seperti itu, boleh jadi anda malah bisa memasukkan nilai-nilai luhur tentang masalah kejujuran serta nilai bekerja dengan mengucurkan keringat secara.

Rasanya cara ini lebih baik ketimbang hanya memaki-maki atau menuduhnya penipu. Sebab belum tentu bisa menjadi solusi buat semua pihak.

Lagi pula kalau pun dia menipu, uang yang kita niatkan untuk sedekah insya Allah tidak akan sia-sia di sisi-Nya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Qurban untuk Orang Tua yang Sudah Wafat
15 December 2006, 08:49 | Qurban Aqiqah | 6.676 views
Qiyamullail Berjamaah, Bid'ahkah?
15 December 2006, 08:39 | Shalat | 5.856 views
Apakah Wudhu Batal kalau Bersentuhan dengan Orang Kafir?
14 December 2006, 04:16 | Thaharah | 17.213 views
Isteri Kedua Wafat Meninggalkan Harta Hibah dari Suami
14 December 2006, 04:09 | Mawaris | 4.503 views
Memakai Kalung ID Card bagi Laki-laki
14 December 2006, 04:04 | Kontemporer | 5.817 views
Masbuk ketika Imam Duduk Tasyahud Akhir?
13 December 2006, 01:26 | Shalat | 6.046 views
Menggunakan Fasilitas Kesehatan Orang Lain
13 December 2006, 01:16 | Umum | 4.242 views
Arisan Qurban, Bisakah?
12 December 2006, 04:11 | Qurban Aqiqah | 7.088 views
Berniat Qurban Sapi, Apakah Akan Ditegur Allah Bila Saya Kurban Kambing?
12 December 2006, 02:12 | Qurban Aqiqah | 5.893 views
Pembangunan Masjid Dua Lantai Multi Fungsi
12 December 2006, 01:08 | Umum | 5.836 views
Dasar Zakat Penghasilan
11 December 2006, 01:00 | Zakat | 6.058 views
Mengapa Rasulullah Melarang Puterinya Dipoligami?
8 December 2006, 02:39 | Nikah | 8.122 views
Kafalah untuk Pengelola Lembaga Amil Zakat
8 December 2006, 02:39 | Zakat | 7.317 views
Sebenarnya Perempuan Pakai Celana, Boleh Gak Sih?
8 December 2006, 02:23 | Kontemporer | 9.593 views
HIV/AIDS dalam Perspektif Islam dan Upaya Pencegahannya
8 December 2006, 02:19 | Umum | 5.576 views
Ibu Menikah Saat Hamil, Dapatkah Kakak Saya Menjadi Wali?
8 December 2006, 02:14 | Nikah | 5.584 views
Menghajikan Almarhum Ayah dan Wakaf Tunai
7 December 2006, 00:32 | Haji | 6.436 views
Tata Cara Berjamaah dan Masbuk Shalat
7 December 2006, 00:21 | Shalat | 8.956 views
Hukum Merokok
7 December 2006, 00:18 | Kontemporer | 6.461 views
Makna Hadits "Belum beriman seseorang sehingga aku lebih dicintai..."
6 December 2006, 00:29 | Hadits | 5.730 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,427,927 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-6-2018 :
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:55 | Ashar 15:17 | Maghrib 17:50 | Isya 19:03 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img