Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Mengapa Presiden Abbas dan Fatah Menyatakan Keharusan Mengakui Eksistensi Israel | rumahfiqih.com

Mengapa Presiden Abbas dan Fatah Menyatakan Keharusan Mengakui Eksistensi Israel

Wed 20 December 2006 04:28 | Negara | 5.012 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Pak Ustadz, saya jadi mengerti mengapa Hamas bermusuhan dengan Fatah. Siapakah sebenarnya Presiden Abbas dan Fatah ini? Mengapa mereka sampai menyatakan keharusan mengakui pemerintahan penjajah zionis Israel, bukankah mereka juga warga Palestina dan muslim juga? Apa sebenarnya alasan mereka sehingga memihak Israel? Apakah mereka tidak pernah membaca Qur'an tentang hancurnya bangsa Israel oleh orang-orang Islam? Apakah di pihak Fatah tidak ada Ustadz/Imam yang mengajarkan permusuhan antara Israel - Islam ini.

Mohon penjelasannya, Jazakallohu khoiron katsiron.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Masalahnya sederhana saja, yaitu wawasan dan nyali. Wawasan adalah cara pandang seseorang terhadap situasi dan keadaan. Mungkin dalam pandangan Mahmud Abbas dan Fatahnya, Yahudi itu bisa diajak kerjasama dan tidak akan berkhianat. Atau boleh jadi malah dianggap bukan penjajah. Sedangkan masalah yang kedua, ya masalah nyali. Boleh jadi mereka memang tidak punya nyali berhadapan dengan penjajah.

Itulah yang sekarang ini kita pahami dari arti slogan 'merdeka' di zaman kemerdekaan Indonesia dahulu. Di masa perang kemerdekaan, kita mengenal jargon 'merdeka ataoe mati'. Tidak ada pilihan yang ketiga, seperti misalnya merdeka tapi rela hidup di bawah ketiak penjajah, atau berdampingan dengan penjajah atau malah mengakui pemerintahan Belanda. Ini yang membedakan orang punya nyali dengan yang tidak punya nyali.

Rupanya para pahlawan kita jauh lebih mengerti arti kemerdekaan ketimbang saudara kita para pendukung Fatah di Palestina. Pahlawan kita mengenal jargon 'sekali merdeka tetap merdeka', sementara orang-orang Fatah masih masih terlalu lemah sehingga belum memikirkan tentang arti punya 'izzah.

Memang wajar bila mereka para pendukung Fatah merasa minder menghadapi kekuatan yahudi. Sebab kelihatannya memang yahudi itu sangat kuat dan tak terkalahkan, paling tidak, itulah yang tercitra di dalam benak mereka barangkali. Tapi yang paling parah adalah kenyataan bahwa mereka kurang punya nyali untuk mengusir yahudi, sebaliknya malah berpikir berdamai saja dan hidup berdampingan.

Dahulu di negeri kita juga banyak yang berpikiran sama, yaitu rela dan menerima untuk dijajahBelanda. Bahkan sampai anti terhadap kemerdekaan. Biasanya karena sudah termakan oleh bujuk rayu Belanda. Ada kalangan tertentu yang dijadikan kaki tangan oleh Belanda, bahkan ada yang diangkat jadi pejabat, demang, bupati dan lainnya. Mereka yang sudah terlanjur hidup enak bersama Belanda, mendapat banyak fasilitas dan kemudahan lainnya, tentu kurang mendukung ide kemerdekaan dan pengusiran Belanda. Dan jelas tidak punya nyali untuk melawan penjajah.

Meksipun mereka menyaksikan rakyatnya dijajah dan diperkosa, tetapi hidup enak bersama Belanda telah melupakan penderitaan saudara-saudara mereka.

Dan memang itu adalah salah satu cara yang paling jitu dan efektif, kalau dilihat dari sudut pandang si penjajah. Caranya adalah melemahkan bangsa yang dijajah dengan politik 'pecah belah dan jajah'. Dahulu Belanda melakukannya dan ternyata sangat efektif. Bangsa Indonesia butuh waktu sampai 350 tahun untuk kemudian menyadari arti penting kemerdekaan dan punya nyali untuk bangkit mengusir penjajah.

Hari ini hal yang sama dilakukan oleh Israel. Mereka memecah belah kekuatan bangsa jajahannya menjadi beberapa faksi yang saling bertentangan. Semakin pecah konflik antara Hamas dengan Fatah, maka semakin berbahagia Israel. Sebab tanpa harus berlelah-lelah, Israel bisa menggebuk kekuatan lawannya. Cukup dengan meminjam tenaga lawannya itu setelah sebelumnya telah dipecah dua, lalu mereka bisa santai di kursi goyang, menyaksikan orang-orang jajahannya saling berbunuhan. Kakek kita menamakan siasat itu dengan nama khas, yaitu 'siasat belah bambu'.

Namanya juga penjajah, pasti punya 1001 akal bulus untuk menelikung lawannya. Kita kasihan juga melihat saudara-saudara kita dari Fatah yang nota bene orang Palestina, muslim pula. Tetapi pola pikir dan nyalinya masih dikuasai dominasi Israel. Bahkan bisa dengan mudah dibenturkan kepada sesama muslim yang memperjuangkan kemerdekaan tanah airnya.

Mungkin tidak ada salahnya bila kedua pemimpin dari Fatah dan Hamas bisa shalat berjamaah bersama, lalu duduk bersama untuk menyamakan visi perjuangan. Paling tidak mereka bisa berkaca dari sejarah gelap perjuangan saudara-saudara muslim lainnya seperti di Afghanistan, di mana kekuatan jahat international berhasil memecah belah faksi-faksi mujahidin, sehingga negeri itu kembali berubah menjadi negeri jajahan. Ibarat kata pepatah, lepas dari mulut buaya malah masuk mulut singa.

Fa'tabiru ya ulil abshar... Maka hendaklah orang-orang yang cerdas bisa mengambil pelajaran

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Barat Lebih Islami dari Umat Islam?
20 December 2006, 04:27 | Umum | 5.208 views
Bolehkah Bekerja di Perusahaan Rokok?
20 December 2006, 04:27 | Umum | 5.005 views
Qurban Perusahaan
20 December 2006, 04:06 | Qurban Aqiqah | 5.231 views
Apakah Seseorang Guru Perlu Mendapat Sanad Bersambung kepada Nabi Muhammad?
19 December 2006, 04:19 | Umum | 6.193 views
Beda antara Talak dan Cerai
18 December 2006, 03:34 | Nikah | 8.660 views
Peminta Sumbangan Masjid di Jalan dan Bus
18 December 2006, 01:33 | Umum | 4.987 views
Qurban untuk Orang Tua yang Sudah Wafat
15 December 2006, 08:49 | Qurban Aqiqah | 7.080 views
Qiyamullail Berjamaah, Bid'ahkah?
15 December 2006, 08:39 | Shalat | 6.062 views
Apakah Wudhu Batal kalau Bersentuhan dengan Orang Kafir?
14 December 2006, 04:16 | Thaharah | 18.209 views
Isteri Kedua Wafat Meninggalkan Harta Hibah dari Suami
14 December 2006, 04:09 | Mawaris | 4.647 views
Memakai Kalung ID Card bagi Laki-laki
14 December 2006, 04:04 | Kontemporer | 6.022 views
Masbuk ketika Imam Duduk Tasyahud Akhir?
13 December 2006, 01:26 | Shalat | 6.232 views
Menggunakan Fasilitas Kesehatan Orang Lain
13 December 2006, 01:16 | Umum | 4.363 views
Arisan Qurban, Bisakah?
12 December 2006, 04:11 | Qurban Aqiqah | 7.743 views
Berniat Qurban Sapi, Apakah Akan Ditegur Allah Bila Saya Kurban Kambing?
12 December 2006, 02:12 | Qurban Aqiqah | 6.209 views
Pembangunan Masjid Dua Lantai Multi Fungsi
12 December 2006, 01:08 | Umum | 6.140 views
Dasar Zakat Penghasilan
11 December 2006, 01:00 | Zakat | 6.253 views
Mengapa Rasulullah Melarang Puterinya Dipoligami?
8 December 2006, 02:39 | Nikah | 8.619 views
Kafalah untuk Pengelola Lembaga Amil Zakat
8 December 2006, 02:39 | Zakat | 7.576 views
Sebenarnya Perempuan Pakai Celana, Boleh Gak Sih?
8 December 2006, 02:23 | Kontemporer | 10.967 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,363,074 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-9-2019
Subuh 04:27 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:59 | Maghrib 17:52 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img