Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bolehkah Bekerja di Perusahaan Rokok? | rumahfiqih.com

Bolehkah Bekerja di Perusahaan Rokok?

Wed 20 December 2006 04:27 | Umum | 4.873 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaykum wr. wb.

Ustadz yang saya hormati, beberapa waktu yang lalu Ustadz mengulas tentang haramnya merokok. Yang ingin saya tanyakan, karena merokok itu haram, bagaimana hukumnya bekerja di perusahaan rokok? Jika bekerja di perusahaan rokok juga haram, menurut ustadz apa solusinya bagi para karyawan muslim di perusahaan rokok mengingat begitu banyaknya (mungkin jutaan) umat Islam di negeri kita yang bekerja di perusahaan rokok?

Saya punya usul supaya para ulama di Indonesia di bawah naungan MUI untuk bekerja sama memfatwakan tentang haramnya merokok, karena begitu banyak umat Islam (bahkan termasuk para ustadz dan ulama) yang masih merokok (mungkin karena ketidakpahaman mereka tentang masalah ini). Terima kasih.

Wassalamu'alaykum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Semua tokoh agama dan ahli kesehatan sepakat bahwa rokok itu racun yang sangat berbahaya, baik baik perokok aktif, apalagi buat perokok pasif. Namun kalau anda melihat banyak para tokokh agama dan dokter masih asyik menyedot asap rokok, perkaranya lain lagi.

Begitu juga pemerintah, mereka punya pertimbangan lain lagi. Pertimbangannya adalah bahwa pemasukan pajak dari cukai rokok itu selama ini sangat besar. Kalau rokok sampai dilarang, mereka akan ikut menjerit lantaran pemasukan pajak berkurang.

Jangankan dilarang, sekedar pajaknya dinaikkan pun, para pengusaha rokok sudah bisa main ancam bahwa pendapatan pajak dari rokok akan berkurang. Maka sampai hari ini bangsa ini masih bisa merokok dengan murah.

Sebelumnya ada ide pajak rokok dinaikkan setinggi-tingginya, misalnya sebatang rokok jadi Rp 10.000, dengan tujuan agar pembelinya berkurang. Namun justru para pengusaha malah mengancam bahwa perusahaan rokok akan bangkrut, kalau bangkrut berarti pemasukan pajaknya menjadi tidak ada. Lalu pemerintah pun tidak jadi menaikan pajak rokok kecuali sedikit sekali.

Solusinya sebenarnya sederhana, yaitu pemerintah lebih meningkatkan efisiensi pengeluaran yang tidak perlu, juga lebih teliti terhadap ancaman mark-up, kolusi, korupsi dan sejenisnya. Sebab nilai tingkat kebocorannya jauh lebih besar dari kerugian dari berhentinya pemasukan dari pajak rokok. Bahkan seandainya pemerintah punya visi yang baik, seperti kembali kepada sektor pertanian yang berpihak kepada rakyat, jutaan buruh rokok itu akan kembali bertani.

Sayangnya selama ini, sektor pertanian sangat dianak-tirikan oleh kebijakan yang rancu. Padahal tidak ada negara yang melupakan sektor pertanian, karena sektor pertanian sangat penting. Bahkan negara maju semacam Amerika, Inggris, Jepang, Australia dan lainnya sangat memanjakan para petaninya. Mengapa negara kita yang sebagian besar rakyatnya petani malah menindas para petani sendiri?

Masalah rokok ini memang akan melebar ke mana-mana. Tidak bisa diselesaikan hanya dengan selembar surat fatwa haram dari Majelis Ulama. Harus ada good-will, kerja sama dan perjuanganyang serius dan terus menerus dari semua pihak, terutama pimpinan tertinggi di negeri ini, dengan menggandeng semua tokoh ulama, pengusaha, petani, ilmuwan, pengamat, pemilik media, wakil rakyat, bahkan seniman, LSM dan semua unsur. Barulah rokok bisa dilenyapkan dari negeri ini.

Tanpa peran serta semua pihak, maka rokok tetap akan terus dihisap oleh rakyat, yang semakin kurus kering dan miskin serta punya masalah dengan kesehatan.

Dan belanjakanlah di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.(QS. Al-Baqarah: 195)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Qurban Perusahaan
20 December 2006, 04:06 | Qurban Aqiqah | 4.991 views
Apakah Seseorang Guru Perlu Mendapat Sanad Bersambung kepada Nabi Muhammad?
19 December 2006, 04:19 | Umum | 5.972 views
Beda antara Talak dan Cerai
18 December 2006, 03:34 | Nikah | 8.228 views
Peminta Sumbangan Masjid di Jalan dan Bus
18 December 2006, 01:33 | Umum | 4.810 views
Qurban untuk Orang Tua yang Sudah Wafat
15 December 2006, 08:49 | Qurban Aqiqah | 6.676 views
Qiyamullail Berjamaah, Bid'ahkah?
15 December 2006, 08:39 | Shalat | 5.856 views
Apakah Wudhu Batal kalau Bersentuhan dengan Orang Kafir?
14 December 2006, 04:16 | Thaharah | 17.213 views
Isteri Kedua Wafat Meninggalkan Harta Hibah dari Suami
14 December 2006, 04:09 | Mawaris | 4.503 views
Memakai Kalung ID Card bagi Laki-laki
14 December 2006, 04:04 | Kontemporer | 5.817 views
Masbuk ketika Imam Duduk Tasyahud Akhir?
13 December 2006, 01:26 | Shalat | 6.046 views
Menggunakan Fasilitas Kesehatan Orang Lain
13 December 2006, 01:16 | Umum | 4.242 views
Arisan Qurban, Bisakah?
12 December 2006, 04:11 | Qurban Aqiqah | 7.088 views
Berniat Qurban Sapi, Apakah Akan Ditegur Allah Bila Saya Kurban Kambing?
12 December 2006, 02:12 | Qurban Aqiqah | 5.893 views
Pembangunan Masjid Dua Lantai Multi Fungsi
12 December 2006, 01:08 | Umum | 5.836 views
Dasar Zakat Penghasilan
11 December 2006, 01:00 | Zakat | 6.058 views
Mengapa Rasulullah Melarang Puterinya Dipoligami?
8 December 2006, 02:39 | Nikah | 8.122 views
Kafalah untuk Pengelola Lembaga Amil Zakat
8 December 2006, 02:39 | Zakat | 7.317 views
Sebenarnya Perempuan Pakai Celana, Boleh Gak Sih?
8 December 2006, 02:23 | Kontemporer | 9.593 views
HIV/AIDS dalam Perspektif Islam dan Upaya Pencegahannya
8 December 2006, 02:19 | Umum | 5.576 views
Ibu Menikah Saat Hamil, Dapatkah Kakak Saya Menjadi Wali?
8 December 2006, 02:14 | Nikah | 5.584 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,427,936 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-6-2018 :
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:55 | Ashar 15:17 | Maghrib 17:50 | Isya 19:03 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img