Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukumnya Menjual Kulit Hewan Qurban untuk Biaya Kepanitiaan | rumahfiqih.com

Hukumnya Menjual Kulit Hewan Qurban untuk Biaya Kepanitiaan

Thu 28 December 2006 08:39 | Qurban Aqiqah | 5.692 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr wb.

Yth. Ustadz. Ahmad Sarwat, Lc.
Mohon izin bertanya. Bagaimana hukumnya menjual kulit hewan qurban oleh panitia qurban dan uang hasil penjualan tersebut dipakai untuk biaya kepanitian, antara lain: konsumsi panitia, sewa peralatan, pembelian kantung-kantung plastik dan membayar kebersihan tempat (halaman masjid). Biasanya uang tersebut tidak selalu habis maka sisanya disimpan sebagai kas Masjid. Apakah hal yang demikian dibolehkan?

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas jawaban Ustadz.

Wassalamualaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di dalam kitab Bidayatul Mujtahid disebutkan bahwa para ulama seluruhnya sepakat untuk mengharamkan menjual daging hewan qurban. Dalilnya adalah sabda nabi SAW:

Siapa yang menjual kulit hewan qurban, maka dia tidak memperoleh qurban apapun. (HR Hakim)

Al-Hakim menshahihkan hadits ini dalam kitab Al-Mauhibah jilid 4 halaman 697.

Sedangkan tentang hukum menjual kulit dan bulunya, ada sebagian yang membolehkannya, yaitu kalangan Imam Abu Hanifah. Namun beliau membolehkannya dengan syarat, yaitu dengan selain uang dinar dan dirham (uang), tetapi dengan barang dagangan alias barter.

Yang benar-benar membolehkan menjual dengan imbalan uang adalah Atha'. Selebihnya, jumhur ulama sepakat mengharamkan jual beli daging qurban.

Sebagian ulama mazhab As-Syafi'i membolehkan menjual daging hewan qurban sebatas orang miskin yang telah menerimanya. Sedangkan pihak yang memiliki hewan, atau orang yang menerima lewat sedekah, diharamkan menjualnya.

Kulit itu telah menjadi milik orang miskin, sehingga sebagai pemilik, dia berhak menjualnya. Kebolehan itu sendiri karena pertimbangan bahwa orang miskin itu mungkin membutuhkan hal-hal lain di luar daging atau kulit hewan qurban itu.

Disebutkan di dalam kitab Bughytul Mustarsyidin halaman 258: Orang faqir berhak untuk mengelola bagiannya dari hewan qurban, meski dia menjualnya kembali kepada seorang muslim. Hal itu karena dia telah memiliki apa yang telah diberikan kepadanya. Berbeda jika yang mengambil tersebut dari kalangan orang kaya...

Hal yang sama juga terdapat di dalam kitab lainnya seperti Busyral Karim halaman 127 dan kitab Fathul Wahhab jilid 4 halaman 296-299 serta kitab Asnal Matalib jilid 1 halaman 525.

Haramnya menjual kulit hewan qurban ini juga tela ditetapkan olehKeputusan Muktamar ke-27Nahdhatul-Ulama di Situbondo pada tanggal 8-21 Desember 1984. Bunyinya: Menjual kulit hewan qurban tidak boleh kecuali oleh mustahiqnya (yang berhak atas kulit-kulit itu) yang fakir/miskin. Sedangkan mustahiq yang kaya, menurut pendapat yang muktamad tidak boleh.

Wallahu 'alam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Daging Biawak, Apakah Halal?
28 December 2006, 08:09 | Kuliner | 6.110 views
Paham Asy'ari
27 December 2006, 23:28 | Aqidah | 11.017 views
Perbedaan Waktu Wukuf dengan Hasil Perhitungan Waktu Iedul Adha di Indonesia
26 December 2006, 03:13 | Haji | 5.558 views
Mana Lebih Utama, Shalat Berjamaah di Masjid atau di Rumah?
26 December 2006, 03:02 | Shalat | 9.685 views
Dakwah Islam, Dimulai dari Mana?
26 December 2006, 02:59 | Dakwah | 5.463 views
Dasar Hukum Haramnya Anjing
26 December 2006, 02:39 | Kuliner | 7.030 views
Materi Pengajian Jarak Jauh
26 December 2006, 02:17 | Umum | 4.729 views
Bongkar Kuburan, Pembuktian Cepat Agama Siapa yang Benar
22 December 2006, 03:32 | Kontemporer | 6.345 views
Cinta kepada Allah atau Cinta Negara
22 December 2006, 03:20 | Negara | 4.893 views
Wahabi, Apa dan Siapakah?
21 December 2006, 02:34 | Umum | 13.251 views
Bagaimana Seharusnya Menghormati dan Mencintai Rasulullah SAW?
21 December 2006, 02:31 | Hadits | 6.231 views
Hukum Mengotopsi Mayat
21 December 2006, 02:02 | Kontemporer | 5.691 views
Mengapa Presiden Abbas dan Fatah Menyatakan Keharusan Mengakui Eksistensi Israel
20 December 2006, 04:28 | Negara | 4.910 views
Barat Lebih Islami dari Umat Islam?
20 December 2006, 04:27 | Umum | 5.119 views
Bolehkah Bekerja di Perusahaan Rokok?
20 December 2006, 04:27 | Umum | 4.910 views
Qurban Perusahaan
20 December 2006, 04:06 | Qurban Aqiqah | 5.061 views
Apakah Seseorang Guru Perlu Mendapat Sanad Bersambung kepada Nabi Muhammad?
19 December 2006, 04:19 | Umum | 6.054 views
Beda antara Talak dan Cerai
18 December 2006, 03:34 | Nikah | 8.391 views
Peminta Sumbangan Masjid di Jalan dan Bus
18 December 2006, 01:33 | Umum | 4.870 views
Qurban untuk Orang Tua yang Sudah Wafat
15 December 2006, 08:49 | Qurban Aqiqah | 6.791 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,078,091 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img