Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Penundaan Hari Pelaksanaan Sholat Iedhul Adha | rumahfiqih.com

Penundaan Hari Pelaksanaan Sholat Iedhul Adha

Sat 30 December 2006 02:01 | Haji | 4.830 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass. wr. wb.

Ustadz ykh. semoga pertanyaan ini segera dijawab untuk menenangkan hati saya dan mungkin muslimin yang lain.

Sejumlah ulama menetapkan Jum'at 29 Des 2006 sebagai hari untuk berpuasa Arofah bagi muslimin Indonesia (artinya mereka mengakui bahwa hari Iedhul Adhanya harusnya Sabtu esok harinya), tapi mereka malah menetapkan hari Iedhul Adhanya Ahad 31 Desember dengan alasan untuk kesatuan ummat dan kenyataan dulu Rasul pernah menunda sholat Iedhul Adha.

Mohon keterangan dari Ustadz tentang ini. Jazakallah atas jawabannya.

Wass. wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarkatuh,

Apa yang anda sampaikan itu tidak lain adalah sebuah ijtihad fiqih dari sebagian umat Islam. Kita wajib menghormati ijtihad itu sebagai sebuah fatwa. Meski barangkali sebagian di antara kita ada yang kurang sependapat dengan hasil ijtihad ini.

Kita berhusnudzdzan bahwa ijtihad itu sudah didasarkan pada dalil-dalil syar'i yang kuat serta pertimbangan yang masak. Dan insya Allah tidak bertentangan dengan sunnah dan syariah Islam.

Misalnya tentang alasan menjaga kesatuan umat, memang hukumnya wajib. Semua ulama sepakat bawa persatuan dan kerukunan sesama umat Islam adalah sebuah harga yang mahal. Namun tetap harus dibayar dengan harga berapapun, selama masih halal dan dibenarkan.

Sikap menjaga persatuan ini kadang sering dianggap sepele oleh sebagian kalangan. Bahkan ada sebagian dari umat Islam yang justru suka mencari sikap-sikap yang bertentangan dan rentan memecah-belah persatuan umat. Sampai urusan yang masih diperdebatkan hukumnya oleh para ulama, malah diangkat seolah-olah menjadi bagian aqidah. Siapa yang pendapatnya tidak sama dengan pendapatnya, harus siap dijadikan korban caci maki, cercaan, hinaan, pelecehan bahkan ditunjuk hidungnya sebagai ahli neraka. Tentu sikap seperti ini sangat kita sayangkan.

Dasar Syariah Penundaan Shalat Id

Menunda pelaksanaan shalat Id hingga satu hari kemudian, bukan tidak pernah dilakukan di masa Nabi SAW. Kita menemukan beberapa bukti otentik dari dalil-dalil sya'i yang menegaskan bahwa hal itu pernah terjadi di masa Rasulullah SAW.

Dari Umair ibn Anasdari kerabatnyadari kalanganAnshar bahwa mereka berkata, “Kami tidak melihat hilal syawwal. Karena itu di pagi harinya kami berpuasa. Lalu di penghujung siang (menjelang zuhur) datang rombongan di mana mereka bersaksi di hadapan Rasulullah saw bahwa mereka telah melihat hilal kemarin. Maka Rasulullah SAW memerintahkan mereka untuk berbuka pada hari itu dan menunaikan shalat ied pada keesokan harinya. (HR Ahmad, Abu Daud, al-Nasai, dan Ibn Majah)

Berdasarkan hadits ini maka para ulama membolehkan penundaan pelaksaan shalat Id. Di antaranya adalah Al-Imam Abu Hanifah, Al-Imam As-Syafi'i, Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahumullah. Termasuk juga Al-Awza'i, Al-Tsauri,Ishaq serta kedua murid Abu Hanifah, Abu Yusuf dan Muhammad.

Beda Pendapat Tentang Motivasinya

Namun ada sedikit perbedaan pendapat dalam kebolehannya. Sebagian ulama mensyaratkan kebolehan ini hanya bila terdapat ketidak-jelasan jatuhnya tanggal 1 Syawwal, sesuai dengan sifat khusus dalam kisah di dalam hadits di atas.

Sementara sebagain yang lain tidak mensyaratkannya. Dan mereka pun menggunakan teks hadits yang sama. Menurut mereka, diketahui bahwa rombongan yang telah melihat hilal itu ternyata tidak melakukan shalat Id pada harinya. Mereka menundanya hingga hari kedua, sedang mereka melakukannya dengan sengaja.

Ini menunjukkan bahwa penundaan itu dilakukan -bahkan- oleh mereka yang sudah tahu pasti masuknya tanggal 1 Syawwal.

Karena itu kita tidak bisa menyalahkan pendapat sebagian ulama yang berketetapan jatuhnya tanggal 10 Dzulhijjah 1427 H pada hari Sabtu tanggal 30 Desember 2007, namun kemudianmenunda shalat Id pada satu hari ke depan yaitu pada hari Ahad tanggal 11 Dzulhijjah 1427 H.

Paling tidak, sebagai sebuah ijtihad fiqih, kita wajib menghormatinya, meski barangkali ada sebagian di antara kita yang tidak sepenuhnya setuju dengan kebijakan itu. Sebab kejadian seperti ini bukan perkara baru. Nyatanya di masa Rasulullah SAW pernah terjadi.

Semoga Allah SWT melimpahkan rasa kasih sayang di antara kita sebagai umat Muhammad SAW yang sejiwa, sehati, selangkah dan seperjuangan. Dan semoga Allah SWT bermurah untuk memberikan kita semuakemampuan yang cukup dalammemahami syariah-Nya, Amien.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarkatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hukumnya Menjual Kulit Hewan Qurban untuk Biaya Kepanitiaan
28 December 2006, 08:39 | Qurban Aqiqah | 6.184 views
Daging Biawak, Apakah Halal?
28 December 2006, 08:09 | Kuliner | 6.484 views
Paham Asy'ari
27 December 2006, 23:28 | Aqidah | 11.676 views
Perbedaan Waktu Wukuf dengan Hasil Perhitungan Waktu Iedul Adha di Indonesia
26 December 2006, 03:13 | Haji | 5.914 views
Mana Lebih Utama, Shalat Berjamaah di Masjid atau di Rumah?
26 December 2006, 03:02 | Shalat | 10.778 views
Dakwah Islam, Dimulai dari Mana?
26 December 2006, 02:59 | Dakwah | 5.808 views
Dasar Hukum Haramnya Anjing
26 December 2006, 02:39 | Kuliner | 9.642 views
Materi Pengajian Jarak Jauh
26 December 2006, 02:17 | Umum | 4.978 views
Bongkar Kuburan, Pembuktian Cepat Agama Siapa yang Benar
22 December 2006, 03:32 | Kontemporer | 6.692 views
Cinta kepada Allah atau Cinta Negara
22 December 2006, 03:20 | Negara | 5.162 views
Wahabi, Apa dan Siapakah?
21 December 2006, 02:34 | Umum | 14.241 views
Bagaimana Seharusnya Menghormati dan Mencintai Rasulullah SAW?
21 December 2006, 02:31 | Hadits | 6.703 views
Hukum Mengotopsi Mayat
21 December 2006, 02:02 | Kontemporer | 5.988 views
Mengapa Presiden Abbas dan Fatah Menyatakan Keharusan Mengakui Eksistensi Israel
20 December 2006, 04:28 | Negara | 5.129 views
Barat Lebih Islami dari Umat Islam?
20 December 2006, 04:27 | Umum | 5.334 views
Bolehkah Bekerja di Perusahaan Rokok?
20 December 2006, 04:27 | Umum | 5.118 views
Qurban Perusahaan
20 December 2006, 04:06 | Qurban Aqiqah | 5.376 views
Apakah Seseorang Guru Perlu Mendapat Sanad Bersambung kepada Nabi Muhammad?
19 December 2006, 04:19 | Umum | 6.422 views
Beda antara Talak dan Cerai
18 December 2006, 03:34 | Nikah | 8.972 views
Peminta Sumbangan Masjid di Jalan dan Bus
18 December 2006, 01:33 | Umum | 5.123 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,131,743 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

7-12-2019
Subuh 04:07 | Zhuhur 11:46 | Ashar 15:12 | Maghrib 18:02 | Isya 19:16 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img