Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Wali Nikah Bukan Muslim | rumahfiqih.com

Wali Nikah Bukan Muslim

Thu 4 January 2007 00:11 | Nikah | 5.148 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalammualaykum wr wb...

Ada dua hal yang ingin saya tanyakan ke ustadz, antara lain:

1.Bagaimana hukumnyawali seorang wanita yang mana orang tuanya non muslim? Terus solusi yang dapat diambil bagaimana agar pernikahan tersebut sah menurut syariat Islam, dan apakah kita tetap punya kewajiban untuk minta ridho keduanya?

2. Bagaimana kewajiban anak kepada orangtuanya yang non muslim tersebut?

Demikian saja ustadz atas segala kebaikannya

Saya haturkan: jazakallah khairan jaza'.

Wassalammu'alaykum wr. wb...

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ada 4 syarat mendasar yang harus terpenuhi agar seseorang bisa menjadi wali nikah, yaitu:

1. Islam

Seorang ayah yang bukan beragama Islam tidak menikahkan atau menjadi wali bagi pernikahan anak gadisnya yang muslimah. Begitu juga orang yang tidak percaya kepada adanya Allah SWT (atheis). Dalil haramnya seorang kafir menikahkan anaknya yang muslimah adalah ayat Quran berikut ini:

Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.(QS. An-Nisa: 141)

2. Berakal

Seorang yang otaknya kurang waras, idiot atau gila tidak syah bila menjadi wali bagi seorang wanita.

3. Bulugh

Seorang anak kecil yang belum pernah bermimpi atau belum baligh, tidak syah bila menjadi wali bagi saudara wanitanya atau anggota keluarga lainnya.

4. Merdeka

Seorang budak tidak syah bila menikahkan anaknya atau anggota familinya, meski pun beragama Islam, berakal, baligh.

Tentang syarat yang pertama yaitu keharusan seorang wali nikah itu beragama Islam, berlakudengan satu pengecualian, yaitu pernikahan antara seorang laki-laki muslim dengan wanita ahli kitab yang ayahnya juga seorang ahli kitab.

Dalam kasus itu, syarat keIslaman wali tidak berlaku, lantaran Al-Quran secara tegas menghalalkan laki-laki muslim menikahi wanita ahli kitab. Silahkan simak pada ayat berikut ini:

(Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu (QS. Al-Maidah: 5)

Maka seorang non muslim ahli kitab (yahudi atau nasrani) boleh menjadi wali nikah, asalkan anak gadisnya yang akan dinikahkan itu beragama yahudi atau nasrani.

Namun bila anak gadis itu sudah masuk Islam, justru ayahnya yang masih non muslim tidak boleh menjadi wali nikahnya. Harus dicarikan wali yang lain dari keluarganya terlebih dahulu, yang tentunya masih ada rentetan hubungan perwalian. Dafar mereka secara berurutan adalah:

  • Ayah kandung
  • Kakek, atau ayah dari ayah
  • Saudara (kakak/ adik laki-laki) se-ayah dan se-ibu
  • Saudara (kakak/ adik laki-laki) se-ayah saja
  • Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah dan se-ibu
  • Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah saja
  • Saudara laki-laki ayah
  • Anak laki-laki dari saudara laki-laki ayah (sepupu)

Bila dari daftar orang-orang di atas tidak terdapat juga yang beragama Islam, maka yang berhak menjadi wali adalah penguasa yang sah.

Sikap Kepada Orang Tua Yang Non Muslim

Seorang muslim yang kebetulan punya orang tua non muslim, baik orang tua langsung atau mertua, tetap diwajibkan untuk menghormati dan mentaatinya dengan sebaik-baiknya. Kecuali bila perintah dan kehendaknya bertabrakan dengan aqidah dan syariah Islam. Maka dalam kasus itu tidak ada ketaatan dalam rangka maksiat kepada Al-Khaliq (Allah SWT).

Bahkan akan lebih baik lagi bila bisa bergaul dengan baik serta meraih simpatinya. Yang demikian itu akan membuat hatinya lunak dan semakin percaya terhadap kebenaran agama Islam.

Sebaliknya, bila kita bersikap 'lain' kepada orang tua yang masih non muslim, apalagi memperlakukannya dengan cara kasar, tidak sopan, atau bahkan kurang menghormati dan mengambil hatinya, boleh jadi mereka semakin anti pati terhadap Islam.

Jangan sampai kita menjadi penghalang orang lain untuk mendapat hidayah Allah, karena sikap-sikap kita yang kurang pada tempatnya.

Bahkan Rasulullah SAW ada sosok yang paling diberi banyak pujian oleh orang-orang musyrikin Makkah. Gelar Al-Amien yang sejak belia disandang, tetap melekat bahkan setelah beliau menjadi nabi dan dimusuhi lawannya. Tapi lawan-lawannya itu justru sangat mempercayai beliau untuk menitipkan harta dan barang kekayaan mereka. Hingga salah satu alasan keterlambatan beliau dalam berhijrah ke Madinah karena beliau sibuk mengembalikan titipan-titipan milik lawannya.

Bayangkan, lawan yang memusuhinya justru mempercayakan penitipan barang kepada dirinya. Tentu ini sebuah akhlaq yang teramat terpuji dan tidak ada tandingannya. Pantas saja Islam begitu mempesona dan membuat banyak pihak berdecak kagum. Ternyata rahasianya ada di tangan pribadi para pemeluk Islam itu sendiri, yang termasyhur dengan kesantunannya, keramahannya, kebaikan hatinya, serta selalu memberikan kesempatan kepada siapapun untuk mengagumi Islam lewat penerapan akhlaq yang indah.

Maka sudah selayaknya, keindahan akhlaq nabi SAW dalam bergaul dengan kalangan kafir kita jadikan teladan dan panutan serta contoh implemantatif. Bukanlah hal yang benar jika kita selalu menampilkan wajah Islam yang kasar, keras, antipati, sok benar sendiri, atau mudah melecehkan orang lain dan seterusnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Isteri Aktifis Dakwah Kok Meminta Cerai?
2 January 2007, 12:20 | Nikah | 5.887 views
Jawaban Istikharah dari Al-Quran
2 January 2007, 11:58 | Shalat | 9.820 views
Non Muslim Berqurban untuk Ibunya
2 January 2007, 09:26 | Qurban Aqiqah | 4.776 views
Penetapan Wuquf oleh Pemerintah Arab Saudi Beda Dengan Software
1 January 2007, 04:08 | Haji | 4.715 views
Pameran Foto Tsunami, Bid'ahkah?
30 December 2006, 11:36 | Umum | 4.309 views
Adakah Hadis Menjelaskan Sholat Fardu Dan Rakaatnya?
30 December 2006, 07:14 | Shalat | 5.665 views
Penundaan Hari Pelaksanaan Sholat Iedhul Adha
30 December 2006, 02:01 | Haji | 4.668 views
Hukumnya Menjual Kulit Hewan Qurban untuk Biaya Kepanitiaan
28 December 2006, 08:39 | Qurban Aqiqah | 5.851 views
Daging Biawak, Apakah Halal?
28 December 2006, 08:09 | Kuliner | 6.184 views
Paham Asy'ari
27 December 2006, 23:28 | Aqidah | 11.136 views
Perbedaan Waktu Wukuf dengan Hasil Perhitungan Waktu Iedul Adha di Indonesia
26 December 2006, 03:13 | Haji | 5.639 views
Mana Lebih Utama, Shalat Berjamaah di Masjid atau di Rumah?
26 December 2006, 03:02 | Shalat | 9.872 views
Dakwah Islam, Dimulai dari Mana?
26 December 2006, 02:59 | Dakwah | 5.529 views
Dasar Hukum Haramnya Anjing
26 December 2006, 02:39 | Kuliner | 7.450 views
Materi Pengajian Jarak Jauh
26 December 2006, 02:17 | Umum | 4.779 views
Bongkar Kuburan, Pembuktian Cepat Agama Siapa yang Benar
22 December 2006, 03:32 | Kontemporer | 6.406 views
Cinta kepada Allah atau Cinta Negara
22 December 2006, 03:20 | Negara | 4.958 views
Wahabi, Apa dan Siapakah?
21 December 2006, 02:34 | Umum | 13.428 views
Bagaimana Seharusnya Menghormati dan Mencintai Rasulullah SAW?
21 December 2006, 02:31 | Hadits | 6.294 views
Hukum Mengotopsi Mayat
21 December 2006, 02:02 | Kontemporer | 5.761 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,703,883 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-8-2019
Subuh 04:41 | Zhuhur 11:58 | Ashar 15:18 | Maghrib 17:58 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img