Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Nikah dengan Wanita Non Muslim | rumahfiqih.com

Nikah dengan Wanita Non Muslim

Sat 6 January 2007 23:53 | Aqidah | 6.018 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Yth.Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc.

Saya lajang usia tahun 2007 ini memasuki 41 th, saat ini saya berpacaran dengan wanita keturunan(China) danNon Muslim, saya berniat menikah dengan nya begitu juga dengan Dia, tapi kami bersikukuh pada agama kami masing-masing. Diatakut masuk Islam krn Dia menyasikan sendiri, betapa brutalnya orang-orang Islam me-ngobrak abrik kios majalah yang pedagangnya orang "Kecil" Muslim pula dan tayangan TV yang memojokan Islam. Saya berharap stlh menikah dengan saya Dia mau memeluk Islam, krn saya ingin menunjukan bhw Islam itu adalah Agama yang Sempurna dan tidak seperti yang diperkirakan. Yang saya ingin tanyakan bolehkan laki-laki Muslim menikah dengan wanita Non Muslim(Kristen Protestan)?? Adakah ayat Al-Quran yang berbicara tgg masalah perkawainan ini?? Kalo boleh bagaimana caranya?? Saya ingin sekali berdialog masalah ini dengan bapak, bagaimana caranya bisaberbicara langsung dengan bapak??

Terima Kasih

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Secara tegas Al-Quran sejak 14 abad lampau telah memberikan kehalalan bagi laki-laki muslim untuk menikahi wanita ahli kitab. Silahkan baca surat Al-Maidah:

(dihalalkan bagimu menikahi wanita) wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu. (QS. Al-Maidah: 5)

Semua ulama ahli syariah pun sepakat membenarkan tentang halalnya pria muslim menikahi wanita ahli kitab. Demikian juga dengan pendapat 4 imam mazhab, semua menghalalkannya.

Namun ada beberapa hal yang perlu kiranya dijadikan bahan pertimbangan, antara lain:

1. Masalah beda pendapat tentang pengertian ahli kitab

Harus diakui di balik dari tegasnya ayat Al-Quran dan sepakatnya jumhur ulama, ternyata masih ada pendapat sebagian ulama yang membatasi pengertian dan batasan ahli kitab.

Di antaranya ada yang menyebutkan bahwa wanita kristen itu tidak lain adalah wanita musyrikah, karena menyembah Yesus. Atau ada yang mengatakan bahwa yang masuk dalam kriteria ahli kitab hanyalah mereka yang keturunan langsung dari bani Israil. Bukan bangsa-bangsa lain yang dikristenkan.

Rupanya pendapat mereka mengembalikan pengertian ahli kitab kepada unsur keturunan, bukan kepada status. Di antara yang berpendapat demikian antara lain Dr. Salim Segaf Al-Jufri, sebagaimana pernah kami tanyakan hal ini saat kami masih kuliah dulu. Beliau membatasi pengertian wanita ahli kitab pada keturunan (sulalah) bani Israil saja, sedangkan wanita kritsten dari bangsa di luar itu, tidak termasuk hukum wanita ahli kitab.

Kalau menggunakan batasan ini, maka calon isteri anda yang keturunan cina itu tidak termasuk wanita ahli kitab. Tapi kalau kita menggunakan pendapat jumhur ulama yang tidak membedakan berdasarkan keturunan atau nasab, maka hukumnya boleh secara syariah. Yang jadi ukuran semata-mata status yang telah diikrarkan oleh yang bersangkutan.

Testnya mudah saja untuk membedakan apakah seseorang itu termasuk ahli kitab atau bukan, yaitu kita tanyakan kepadanya tentang agamanya, apakah anda seorang nasrani? Kalau dia menjawab 'ya', maka dia adalah seorang nasrani. Urusan dia percaya atau tidak percaya kepada bible, gereja, yesus atau doktrin-doktrin lainnya, tidak perlu kita risaukan. Pokoknya, begitu seseorang mengaku beragama kristen, maka secara hukum syariah kita perlakukan sebagai pemeluk agama itu.

Kalau seandainya dia meninggal, kita tidak perlu wawancara dulu tentang detail-detail doktrin agamanya, langsung saja kita kuburkan di pekuburan kristen, selesai.

2. Masalah styreotype umat Islam

Hal kedua yang jadi bahan pertimbangan adalah cara pandang sebagian umat Islam atas pernikahan model begini.

Kenyataan yang sulit dihindari adalah bahwa sebagian masyarakat kita ini meski mengaku muslim, tapi sangat awam dengan agamanya. Lihatlah Aa Gym yang berpoligami secara 100% halal, tapi habislah beliau dihujani hujatan, makian, cemooh, cibiran, bahkan fitnah berkepanjangan. Sementara Maria Eva yang jelas berzina dan menggugurkan bayi, malah mendapat simpati.

Aa Gym pasti sudah tahu resiko dicibirkan oleh orang yang dahulu memuja dirinya. Sangat menyakitkan pastinya.

Tinggal semua kembali kepada anda, tentunya panen kritik dan hal-hal sejenis pun akan terjadi. Padahal Al-Qruan dan syariah Islam sudah 100% menghalalkannya. Tetapi anda harus berhadapan dengan keawaman mereka plus sikap anarkisnya juga.

3. Masalah Fitnah dan Politik

Masalah ketiga adalah masalah fitnah di dalam tubuh umat Islam, lebi tepatnya di dalam lingkungan wanita muslimah. Masih banyak wanita muslimah yang sudah paten, shalihah, qanitah, berketurunan baik-baik dan lainnya, mengapa harus jauh-jauh mencari wanita yang masih belum jelas agamanya?

Hal ini juga yang dahulu jadi motivasi mengapa khalifah Umar bin Al-Khattab ra berkirim surat kepada bawahannya yang menikahi wanita ahli kitab.

Konon surat khalifah itu sangat tegas, "Jangan kamu letakkan suratkku ini sebelum kamu ceraikan dulu isterimu yang ahli kitab itu."

Tentu perintah khalifah itu bukan untuk menentang kehalalan yang sudah jelas di dalam Al-Quran, melainkan sebagai politisi, beliau punya kebijakan-kebijakan internal demi mendapatkan tujuan-tujuan yang lebih besar.

Mungkin beliau berpandangan lebih baik memerintahkan bawaannya untuk menceraikan isteri dari ahli kitab, dari pada timbul gelombang fitnah besar di dalam negeri, yang tentunya akan berimbas pada ketidak-stabilan politik lebih besar. Toh para bawahannya itu sudah punya isteri sebelumnya.

4. Masalah Pendidikan Anak dan Keluarga

Masalah ini juga perlu untuk dipertimbangkan matang-matang. Sebab masalah hidayah masuk Islam kan urusan Allah SWT. Meski pernikahan anda tetap halal untuk selamanya tanpa ada syarat masuk Islamnya isrti, namun bagaimana dengan pendidikan anak-anak anda.

Pastinya anda berkewajiban punya keturunan yang beragama Islam, bukan beragama sebagaimana agama ibunya. Kecuali bila anda memang tidak berniat punya keturunan dari isteri anda itu.

Tapi normalnya semua orang menikah pasti menginginkan anak keturunan.

Wallahu 'alam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apakah Tuhan Kita Sama?
6 January 2007, 20:17 | Aqidah | 5.856 views
Bentuk-Bentuk Ibadah Umat Terdahulu
5 January 2007, 22:48 | Umum | 6.070 views
Tujuh Pertanyaan Fundamental
5 January 2007, 15:07 | Kontemporer | 11.420 views
Tidak Menikah Karena Asyik dengan Komputer
5 January 2007, 02:35 | Umum | 4.467 views
Wali Nikah Orang Syi'ah
4 January 2007, 22:59 | Nikah | 4.809 views
Wali Nikah Bukan Muslim
4 January 2007, 00:11 | Nikah | 4.959 views
Isteri Aktifis Dakwah Kok Meminta Cerai?
2 January 2007, 12:20 | Nikah | 5.686 views
Jawaban Istikharah dari Al-Quran
2 January 2007, 11:58 | Shalat | 6.985 views
Non Muslim Berqurban untuk Ibunya
2 January 2007, 09:26 | Qurban Aqiqah | 4.591 views
Penetapan Wuquf oleh Pemerintah Arab Saudi Beda Dengan Software
1 January 2007, 04:08 | Haji | 4.586 views
Pameran Foto Tsunami, Bid'ahkah?
30 December 2006, 11:36 | Umum | 4.203 views
Adakah Hadis Menjelaskan Sholat Fardu Dan Rakaatnya?
30 December 2006, 07:14 | Shalat | 5.496 views
Penundaan Hari Pelaksanaan Sholat Iedhul Adha
30 December 2006, 02:01 | Haji | 4.555 views
Hukumnya Menjual Kulit Hewan Qurban untuk Biaya Kepanitiaan
28 December 2006, 08:39 | Qurban Aqiqah | 5.563 views
Daging Biawak, Apakah Halal?
28 December 2006, 08:09 | Kuliner | 5.932 views
Paham Asy'ari
27 December 2006, 23:28 | Aqidah | 10.769 views
Perbedaan Waktu Wukuf dengan Hasil Perhitungan Waktu Iedul Adha di Indonesia
26 December 2006, 03:13 | Haji | 5.463 views
Mana Lebih Utama, Shalat Berjamaah di Masjid atau di Rumah?
26 December 2006, 03:02 | Shalat | 9.263 views
Dakwah Islam, Dimulai dari Mana?
26 December 2006, 02:59 | Dakwah | 5.355 views
Dasar Hukum Haramnya Anjing
26 December 2006, 02:39 | Kuliner | 6.143 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,823,976 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img