Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Penggunaan Bacaan Al-Quran Atau Adzan untuk Ringtone HP | rumahfiqih.com

Penggunaan Bacaan Al-Quran Atau Adzan untuk Ringtone HP

Tue 9 January 2007 23:30 | Quran | 6.800 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaykum wa rahmatuLLAHi wa barakatuh,

Ustadz, ana mau bertanya mengenai penggunaan bacaan muratall atau adzan untuk ringtone HP. Karena ana baca pada sebuah artikel yang memberitakan bahwa umumnya ulama di mesir dan arab saudi melarang hal yang demikian. Demikian juga ulama di India. Artikel itu ana baca di situs ini.

Bagaimana menurut pandangan ustadz? Mohon pencerahannya karena ada teman di kantor yang juga menanyakan hal serupa.

JazakaLLAH khairan katsiran.

Wassalamu'alaykum wa rahmatuLLAHi wa barakatuh,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Terus tetang masalah ini adalah masalah yang tidak ada nashnya, baik di dalam Al-Quran maupun As-Sunnah, bahkan dalam kitab-kitab fiqih sekalipun.

Sebab ringtone dengan bacaan murattal Al-Quran dan adzan memang merupakan hal yang benar-benar baru. Mungkin 10 tahun yang lalu belum pernah ada.

Seiring dengan semakin majunya teknologi seluler, dering telepon tidak lagi berbunyi kring atau tut..tut..tut, tetapi bisa digunakan beragam bunyi, mulai dari MIDI file hingga mp3. Sehingga suara apa pun bisa dibunyikan, termasuk suara bacaan Al-Quran dan juga azdan.

Mungkin ada sebagian orang yang berpendapat bahwa suara dering telepon itu haram, atau karena beranggapan bahwa musik itu haram, sehingga tidak mau bila telepon selulernya berdering seperti bel atau bersuara lagu-lagu dengan musik.

Maka digantinya suara dering itu dengan lantunan ayat suci Al-Quran, atau dengan suara adzan.

Atau sebagian lagi mungkin tidak berangkat dari pemikiran bahwa dering telepon itu haram karena menyerupai musik, tetapi dia ikut-ikutan 'latah'melihat orang lainpunya dering telepon yang unik, yaitu yang bisa 'ngaji' atau bisa 'adzan'.

Pendapat Mereka Yang Mengharamkan

Kalau kita perhatikan, ada sebagian ulama kontemporer yang memandang ringtone Quran dan adzan sebagai sebuah kreatifitas.

Namun tidak sedikit yang memandang miris, karena menganggap hal itu justru merupakan sikap kurang hormat pada Al-Quran. Sebab menurut mereka, seharusnya Al-Quran tidak dijadikan alat untuk memanggil orang. Seharusnya Al-Quran itu didengarkan baik-baik, untuk direnungkan ayat demi ayatnya.

Demikian juga dengan ringtone adzan, bukankah adzan itu panggilan untuk shalat? Sedangkan waktu-waktu shalat itu ada lima yang wajib dan disunnahkan dengan dikumandangkan adzan.

Lalu bagaimana bila bukan waktu shalat, teleponnya berdering dengan dering adzan, bukankah hal ini malah akan mengecoh orang? Bagaimana bila saat orang-orang menunggu waktu berpuasa Ramadhan, tiba-tiba telepon berbunyi suara adzan, lalu mereka langsung berbuka, padahal belum lagi masuk maghrib?

Maka sebenarnya wajar ketika sebagian ulama menganjurkan agar umat Islam tidak menggunakan ringtone Al-Quran atau adzan, demi agar tidak terjadi ketidak-sopanan kepada Al-Quran dan kerancuan dalam menduga datangnya waktu shalat dan jadwal puasa.

Kami Tidak Mengharamkan Secara Mutlak

Namun meski cenderung setuju dengan pendapat para ulama di atas, bukan berarti kami langsung mengharamkan secara mutlak. Ringtone seperti itu pada dasarnya sah-sah saja, selama dampak negatifnya tidak terasa mengganggu.

Sebab mungkin saja ada orang merasa lebih nyaman bila mendengar bacaan Quran, meski untuk ringtone. Demikian juga bila tidak mengganggu perkiraan orang lain dalam masalah waktu shalat dan puasa.

Namun kami sendiri memang tidak menggunakannya, selain telepon seluler kami termasuk yang paling kuno tidak bisa ringtone seperti itu, kami merasa sering terkecoh juga.

Kreatif tapi Bermanfaat

Saat ini yang dibutuhkan memang sikap kreatif, tetapi harus yang bermanfaat, bukan malah melahirkan madharat atau masalah baru.

Misalnya, bisakan kita membuat mesin yang bisa merecognize dan mengoreksi bacaan Al-Quran? Misalnya, ada orang baru belajar baca Al-Quran, tentu bacaannya masih salah di sana sini.

Tugas alat itu adalah bagaimana bisa mengenali bacaan yang salah, sambil menjelaskan di mana letak titik kesalahannya, lalu mencontohkan bacaan yang benar.

Seandainya software seperti ini ada, maka akan sangat berguna sekali. Lantaran begitu banyak umat Islam yang masih belum bisa baca Al-Quran dengan baik.Software ajaib inilah solusinya. Dampak kecilnya, mungkin ada sebagian guru ngaji baca Quran mungkin akan kehabisan murid, karena muridnya punya alat ini.

Tapi intinya, alat seperti ini kreatif dan sangat bermanfaat. Tapi kalau sekedar mengganti ringtone dengan bacaanquran dan adzan, kami menganggap bahwa sikap seperti ini memang kreatif, tetapi melahirkan masalah baru.

Wallahu a'lam bishshawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Mi`raj Nabi dan Teknologi
9 January 2007, 23:29 | Kontemporer | 5.675 views
Ciuman dengan yang Bukan Muhrim
9 January 2007, 23:27 | Umum | 7.718 views
Tsunami dan Keadilan Allah
9 January 2007, 05:47 | Aqidah | 5.811 views
Orang Tua Syirik, Kita Bagaimana?
9 January 2007, 03:08 | Umum | 4.582 views
Nikah dengan Wanita Non Muslim
6 January 2007, 23:53 | Aqidah | 6.211 views
Apakah Tuhan Kita Sama?
6 January 2007, 20:17 | Aqidah | 5.973 views
Bentuk-Bentuk Ibadah Umat Terdahulu
5 January 2007, 22:48 | Umum | 6.279 views
Tujuh Pertanyaan Fundamental
5 January 2007, 15:07 | Kontemporer | 12.670 views
Tidak Menikah Karena Asyik dengan Komputer
5 January 2007, 02:35 | Umum | 4.552 views
Wali Nikah Orang Syi'ah
4 January 2007, 22:59 | Nikah | 4.896 views
Wali Nikah Bukan Muslim
4 January 2007, 00:11 | Nikah | 5.095 views
Isteri Aktifis Dakwah Kok Meminta Cerai?
2 January 2007, 12:20 | Nikah | 5.832 views
Jawaban Istikharah dari Al-Quran
2 January 2007, 11:58 | Shalat | 9.038 views
Non Muslim Berqurban untuk Ibunya
2 January 2007, 09:26 | Qurban Aqiqah | 4.695 views
Penetapan Wuquf oleh Pemerintah Arab Saudi Beda Dengan Software
1 January 2007, 04:08 | Haji | 4.673 views
Pameran Foto Tsunami, Bid'ahkah?
30 December 2006, 11:36 | Umum | 4.275 views
Adakah Hadis Menjelaskan Sholat Fardu Dan Rakaatnya?
30 December 2006, 07:14 | Shalat | 5.618 views
Penundaan Hari Pelaksanaan Sholat Iedhul Adha
30 December 2006, 02:01 | Haji | 4.632 views
Hukumnya Menjual Kulit Hewan Qurban untuk Biaya Kepanitiaan
28 December 2006, 08:39 | Qurban Aqiqah | 5.700 views
Daging Biawak, Apakah Halal?
28 December 2006, 08:09 | Kuliner | 6.120 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,142,840 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img