Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hubungan Intim Tiap Hari, Berdosakah? | rumahfiqih.com

Hubungan Intim Tiap Hari, Berdosakah?

Mon 15 January 2007 02:25 | Nikah | 6.658 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualikum. Wr. Wb

Ust Ahmad yang di rahmati Allah, ada beberapa pertanyaan yang saya ingin konsultasikan mengenai hubungan intim dengan isteri saya Yang:

1 Apakah melakukan hubungan hampir setiap hari berdosa

2 berhubungan yang proposanal yang sesuai dengan Al-qur'an & As sunnah seperti apa?

3 Kalau setelah melakukan hubungan hati iniada perasaan mentesal & gelisah kenapa

4 Isteri saya dalam kondisi hamil 7 bulan apakah masih layak melakukan hubungan intilm

Jazakalah atas jawabannya

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktatuh,

Secara hukum syariah, tidak ada larangan bagi suami untuk melakukan hubungan seksual dengan isteri sahnya, kecuali saat haidh dan nifas. Bahkan bila isteri mengalami istihadhah yang bukan haidh dan nifas, hukumnya tetap boleh dilakukan.

Sedangkan bila isteri dalam keadaan hamil, yang harus dijaga adalah jangan sampai mengganggu anak dalam kandungan. Hukumnya tetap halal 100%.

Kita tidak mendapati di dalam Quran dan sunnah, adanya larangan untuk melakukannya tiap hari, bahkan juga tidak terlarang ketika melakukannya beberapa kali dalam sehari. Secara umum, hukumnya boleh, bahkan sunnah yang mendapatkan pahala.

Mendapat pahala?

Benar, dapat pahala. Pertanyana ini juga pernah dilontarkan shahabat nabi yang keheranan, masak sih kita berenak-enak dengan isteri, bisa dapat pahala?

Perhatikan hadits berikut ini:

Rasulullah SAW bersabda, ..." Kamu mendapat pahala bila menyetubuhi isterimu." Para shahabat bertanya, "Seseorang menunaikan syahwatnya, lalu dapat pahala?" Beliau SAW menjawab, "Tidakkah kamu tahu bila seseorang melakukannya pada yang haram, bukankah dia dapat dosa? Maka kalau dia melakukannya pada yang halal, dia dapat pahala". (HR Muslim)

Maka perasaan bersalah sehabis berhubungan dengan isteri adalah perasaan yang tidak sesuai dengan jalan sunnah. Sebab melakukannya merupakan perintah Allah dan rasul-Nya. Yang melakukannya mendapat pahala.

Jangan biarkan syetan bermain dalam benak anda, denganmembisiki doktrin yang keliru serta bertentangan dengan sabda Rasulullah SAW. Rasa sesal dan gelisah setelah melakukan sunnah nabi SAW berarti datang dari syetan. Sedangkan syetan adalah musuh yang terbesar buat manusia. Tutup telinga anda dari syetan dan dengarlah Quran dan sunnah.

Tentang proporsi yang anda tanyakan, Quran dan sunnah tidak memberikan batas maksimal dan minimal. Yang penting lakukan sesuai dengan kebutuhan anda berdua. Siapa yang butuh, berhak memintanya kepada pasangannya, bahkan meski pasangannya itu sedang tidak butuh. Tetap saja pasangannya wajib melayaninya, baik dalam posisi sebagai suami maupun sebagai isteri.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bukankah Seharusnya Diadili Dulu Baru Disiksa Dikuburnya?
15 January 2007, 02:25 | Aqidah | 6.170 views
Benarkah Setan Nggak Boleh Disakiti?
12 January 2007, 03:00 | Aqidah | 5.670 views
Batasan Mengambil Keuntungan dengan Kredit
12 January 2007, 00:14 | Muamalat | 5.779 views
Meminta Komisi Pembelian
11 January 2007, 03:31 | Umum | 6.951 views
Kalau Rokok Haram, Bagaimana Solusinya?
11 January 2007, 02:22 | Kuliner | 5.938 views
Bolehkah Perempuan Menggunakan Perhiasan?
10 January 2007, 03:57 | Wanita | 6.502 views
Penggunaan Bacaan Al-Quran Atau Adzan untuk Ringtone HP
9 January 2007, 23:30 | Quran | 6.799 views
Mi`raj Nabi dan Teknologi
9 January 2007, 23:29 | Kontemporer | 5.672 views
Ciuman dengan yang Bukan Muhrim
9 January 2007, 23:27 | Umum | 7.711 views
Tsunami dan Keadilan Allah
9 January 2007, 05:47 | Aqidah | 5.810 views
Orang Tua Syirik, Kita Bagaimana?
9 January 2007, 03:08 | Umum | 4.580 views
Nikah dengan Wanita Non Muslim
6 January 2007, 23:53 | Aqidah | 6.203 views
Apakah Tuhan Kita Sama?
6 January 2007, 20:17 | Aqidah | 5.972 views
Bentuk-Bentuk Ibadah Umat Terdahulu
5 January 2007, 22:48 | Umum | 6.279 views
Tujuh Pertanyaan Fundamental
5 January 2007, 15:07 | Kontemporer | 12.650 views
Tidak Menikah Karena Asyik dengan Komputer
5 January 2007, 02:35 | Umum | 4.550 views
Wali Nikah Orang Syi'ah
4 January 2007, 22:59 | Nikah | 4.894 views
Wali Nikah Bukan Muslim
4 January 2007, 00:11 | Nikah | 5.093 views
Isteri Aktifis Dakwah Kok Meminta Cerai?
2 January 2007, 12:20 | Nikah | 5.828 views
Jawaban Istikharah dari Al-Quran
2 January 2007, 11:58 | Shalat | 9.006 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,121,262 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img