Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Mengapa Ada Hadits Qudsi, Kan Sudah Ada Al-Quran? | rumahfiqih.com

Mengapa Ada Hadits Qudsi, Kan Sudah Ada Al-Quran?

Thu 18 January 2007 23:12 | Hadits | 7.828 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass. Wr. Wb.....

Ustadz.....

Saya mau menanyakan perihal dasar diturunkannya Hadits Qudsi & Al-Qur'an. Setahu saya, Hadits Qudsi merupakan perkataan dari Allah SWT yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Lalu mengapa ada Hadits Qudsi??? Kan sudah ada Al-Qur'an.

Mohon penjelasannya

Wassalam,

Kohir

Jawaban :

Assalmu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hadits Qudsi bukan Al-Quran, melainkan hadits. Tentu keduanya berbeda sekali. Tapi hadits Qudsi bukan hadits biasa, melainkan hadits yang isinya firman Allah SWT.

Maka kalau pertanyaannya, mengapa harus ada hadits Qudsi padahal sudah ada Al-Quran, maka sesungguhnya pertanyaan itu sama dengan pertanyaan: mengapa harus ada hadits padahal sudah ada Al-Quran.

Jawabannya tentu juga jelas, yaitu karena Al-Quran saja tidak cukup untuk menjelaskan semua kemauan Allah SWT kepada manusia. Sebab Al-Quran itu sangat terbatas jumlahnya. Padahal akan dihafal oleh banyak orang dan membacanya merupakan ibadah.

Kalau semua hal-hal kecil harus masuk ke dalam Al-Quran, maka tebalnya bisa mengalahkan ensiklopedi. Lalu siapa yang akan baca Al-Quran? Kapan khatamnya?

Maka tetap dibutuhkan firman Allah SWT yang bukan dalam format Al-Quran. Formatnya hadits, tetapi tetap beda dengan umumnya hadits. Sebab materinya adalah firman Allah SWT.

Perbedaan antara Al-Quran dengan Hadits Qudsi:

Ada beberapa perbedaan antara Quran dengan hadis Qudsi, yang terpenting di antaranya ialah:

A. Al-Quranul Kariem adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah dengan lafalnya. Dan dengan itu pula orang arab ditantang, tetapi mereka tidak mampu membuat seperti Quran itu, atau sepuluh surah yang serupa itu, bahakan satu surah sekalipun. Tantangan itu tetap berlaku, karena Quran adalah mukjizat yang abadi hingga hari kiamat.

Sedang hadits Qudsi tidak untuk menantang dan tidak pula untuk mukjizat.

B. Al- Quranul-Karim hanya dinisbahkan kepada Allah, sehingga dikatakan, "Allah telah berfirman", sedang hadis qudsi terkadang diriwayatkan dengan disandarkan kepada Allah, sehingga nisbah hadis qudsi kepada Allah itu merupakan nisbah yang dibuatkan. Maka dikatakan, "Allah berfirman."

Dan terkadang pula diriwayatkan dengan disandarkan kepada Rasulullah SAW tetapi nisbahnya adalah nisbah khabar, karena Nabi yang menyampaikan hadis itu dari Allah, maka dikatakan: Rasulullah SAW mengatakan mengenai apa yang diriwayatkan dari Tuhan-Nya.

C. Seluruh isi Quran dinukil secara mutawatir, sehingga kepastiannya sudah mutlak. Sedang hadis-hadis Qudsi kebanyakannya adalah khabar ahad, sehingga kepastiannya masih merupakan dugaan.

Secara derajat keshahihan, ada kalanya hadis Qudsi itu sahih, terkadang hasan dan terkadang pula da`if.

D. Al-Qurnanul Al-Karim bersumber dari Allah, baik lafaz maupun maknanya. Dia adalah wahyu.

Sedang hadis qudsi maknanya saja yang dari Allah, sedang lafadznya dari Rasulullah SAW. Maka hadis Qudsi adalahwahyu dalam makna tetapi bukan dalam lafadz. Oleh sebab itu, menurut sebagian besar ahli hadis diperbolehkan meriwayatkan hadits Qudsi dengan maknanya saja.

E. Membaca Al-Quranul Karim merupakan ibadah, karena itu ia dibaca di dalam salat.

`Maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Qur`an itu`(QS. Al-Muzammil: 20).

Sedang hadis Qudsi tidak disyariatkan untuk dibaca dalam salat. Alllah SWT memberikan pahala membaca hadis Qudsi secara umum saja. Maka membaca hadis qudsi tidak akan memperoleh pahala sperti yang disebutkan dalam hadis mengenai membaca Quran bahwa pada setiap huruf akan mendapatkan kebaikan.

Begitulah, karena keduanya berbeda, maka masing-masing punya fungsi dan manfaat yang berbeda, sesuai dengan peranan masing-masing.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalmu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bagaimana Mendapat Jawaban Shalat Istikharah?
18 January 2007, 23:11 | Shalat | 6.862 views
Sejarah Islam Terkontaminasi
18 January 2007, 06:18 | Umum | 5.918 views
Ibnu Taimiyah Apakah Termasuk Mujtahid Mutlak
18 January 2007, 04:55 | Ushul Fiqih | 8.095 views
Merayakan Hari Ulang Tahun atau Kelahiran
18 January 2007, 02:53 | Kontemporer | 6.413 views
Adakah Dalil Shahih Qunut Subuh?
17 January 2007, 10:21 | Shalat | 7.084 views
Pengajian dengan Memakai Musik
17 January 2007, 10:13 | Dakwah | 7.873 views
Shahabat Nabi Saling Berbunuhan: Bagaimana Posisi Kita?
15 January 2007, 23:50 | Aqidah | 6.455 views
Hukum Air Liur dan Sholat
15 January 2007, 23:47 | Thaharah | 7.137 views
Hubungan Intim Tiap Hari, Berdosakah?
15 January 2007, 02:25 | Nikah | 6.802 views
Bukankah Seharusnya Diadili Dulu Baru Disiksa Dikuburnya?
15 January 2007, 02:25 | Aqidah | 6.326 views
Benarkah Setan Nggak Boleh Disakiti?
12 January 2007, 03:00 | Aqidah | 5.754 views
Batasan Mengambil Keuntungan dengan Kredit
12 January 2007, 00:14 | Muamalat | 5.891 views
Meminta Komisi Pembelian
11 January 2007, 03:31 | Umum | 7.130 views
Kalau Rokok Haram, Bagaimana Solusinya?
11 January 2007, 02:22 | Kuliner | 6.098 views
Bolehkah Perempuan Menggunakan Perhiasan?
10 January 2007, 03:57 | Wanita | 6.618 views
Penggunaan Bacaan Al-Quran Atau Adzan untuk Ringtone HP
9 January 2007, 23:30 | Quran | 6.940 views
Mi`raj Nabi dan Teknologi
9 January 2007, 23:29 | Kontemporer | 5.751 views
Ciuman dengan yang Bukan Muhrim
9 January 2007, 23:27 | Umum | 8.387 views
Tsunami dan Keadilan Allah
9 January 2007, 05:47 | Aqidah | 5.941 views
Orang Tua Syirik, Kita Bagaimana?
9 January 2007, 03:08 | Umum | 4.673 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,244,435 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-9-2019
Subuh 04:30 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img