Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Merayakan Hari Ulang Tahun atau Kelahiran | rumahfiqih.com

Merayakan Hari Ulang Tahun atau Kelahiran

Thu 18 January 2007 02:53 | Kontemporer | 6.146 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalammualaikum Wr. Wb.

Saya seorang Bapak dari satu anak, saya mau bertanya tentang merayakan hari ulang tahun atau kelahiran menurut syariat Islam? Terimakasih.

Mohon penjelasannya.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pada dasarnya, kalau kita lihat kehidupan Rasulullah SAW dan para shahabat, mereka tidak pernah diriwayatkan mengadakan pesta ulang tahun kelahiran. Demikian juga dengan para salafusshalih, kita belum menemukan riwayat bahwa mereka melakukannya juga.

Lalu apa hukum merayakan hal itu? Bid'ahkah? Atau hukumnya kembali kepada hukum asal, yaitu mubah?

Semua akan kembali kepada masing-masing ulama ketika memandang masalah ini.

Buat sebagian ulama yang sedikit ketat dalam masalah hukum perayaan, umumnya mereka memandang bahwa perayaan hari ulang tahun merupakan bid'ah yang haram dikerjakan. Karena nabi SAW, para shahabat dan salafussalih tidak pernah melakukannya. Logika mereka, sebuah pekerjaan yang tidak ada dasarnya, harus menjadi bid'ah yang hukumnya haram.

Kita mengakui ada sebagian kalangan ulama yang berprinsip demikian. Dan kita berhusnudzdzan bahwa sikap seperti itu berangkat dari sikap wara' dan kehati-hatian mereka. Juga berangkat dari rasa takut jatuh ke dalam hal-hal yang diharamkan.

Ditambah lagi bahwa budaya merayakan ulang tahun ini disinyalir datang dari budaya di luar umat Islam. Misalnya dari budaya eropa, yang kemudian menyebar ke berbagai wilayah, termasuk ke wilayah umat Islam. Lalu sebagian umat Islam ikut-ikutan merayakannya.

Dengan demikian, maka landasan pengharaman perayaan ulang tahun bertambah satu lagi, yaitu peniruan terhadap orang kafir.

Pendapat Mereka Yang Lebih Moderat

Di sisi lain, ada sebagian ulama yang punya paradigma sedikit berbeda dengan kalangan yang di atas tadi. Bagi mereka, tidak semua yang hal yang tidak dilakukan di zaman Rasulullah SAW menjadi bid'ah. Terutamabila menyangkut masalah muamalah yang umum, bukan perkara ubudiyah.

Dan hal itu cukup banyak terjadi di sekeliling kita. Bukankah perayaan hari kemerdekaan negara RI tidak pernah dilakuakan oleh Rasulllah SAW? Bukankah Rasulullah SAW tidak pernah menerapkan hari libur seminggu sekali, baik hari Ahad atau hari Jumat? Lalu apakah segala sesuatu yang tidak dikerjakan oleh Rasulullah SAW selalu harus menjadi bid'ah? Menurut mereka, tidak harus demikian.

Sedangkan masalah peniruan terhadap orang kafir, dijawab dengan argumentasi demikian: bahwa tidak semua budaya yang dijalankan oleh sebuah bangsa yang kebetulan agamanya bukan Islam, harus identik dengan budaya kafir.

Misalnya, biladi Inggris ada budaya minum teh sore hari. Budaya ini sangat khas Inggris. Dan secara hukum dasar, minum teh itu tidak haram. Yang haram adalah budaya minum khamar. Kalau mayoritas orang Inggris kebetulan tidak beragama Islam, apakah budaya minum teh sore hari ala Inggris ini menjadi haram hukumnya?

Lalu bagaimana bila ada orang berkebangsaan Inggris masuk Islam dan sudah terbiasa minum teh sore hari, apakahhukumnya menjadi haram baginya? Apakah dikatakan bahwa dia menyerupai orang kafir?

Walhasil, menurut pendapat kalangan ini, urusan merayakan ulang tahun itu adalah hal yang mubah hukumnya. Karena tidak bisa secara gegabah dikatakan sebagai peniruan terhadap budaya kafir yang mungkar.

Buat mereka, yang termasuk diharamkan bagi kita untuk meniru orang kafir adalah bila budaya itu memang khas sebuah agama, bukan khas sebuah bangsa yang kebetulan mayoritasnya bukan muslim.

Misalnya, budaya memakai kalung salib adalah khas milik agama kristen. Hukumnya pasti 100% haram dilakukan atau ditiru oleh umat Islam. Namun bila budaya itu bersifat umum dan tida terkait langsung dengan urusan ritual agama non Islam tertentu, menurut para ulama di kalangan ini, hukumnya tidak bisa dijadikan haram.

Walllahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Adakah Dalil Shahih Qunut Subuh?
17 January 2007, 10:21 | Shalat | 6.790 views
Pengajian dengan Memakai Musik
17 January 2007, 10:13 | Dakwah | 7.393 views
Shahabat Nabi Saling Berbunuhan: Bagaimana Posisi Kita?
15 January 2007, 23:50 | Aqidah | 6.172 views
Hukum Air Liur dan Sholat
15 January 2007, 23:47 | Thaharah | 6.410 views
Hubungan Intim Tiap Hari, Berdosakah?
15 January 2007, 02:25 | Nikah | 6.467 views
Bukankah Seharusnya Diadili Dulu Baru Disiksa Dikuburnya?
15 January 2007, 02:25 | Aqidah | 5.982 views
Benarkah Setan Nggak Boleh Disakiti?
12 January 2007, 03:00 | Aqidah | 5.561 views
Batasan Mengambil Keuntungan dengan Kredit
12 January 2007, 00:14 | Muamalat | 5.633 views
Meminta Komisi Pembelian
11 January 2007, 03:31 | Umum | 6.729 views
Kalau Rokok Haram, Bagaimana Solusinya?
11 January 2007, 02:22 | Kuliner | 5.744 views
Bolehkah Perempuan Menggunakan Perhiasan?
10 January 2007, 03:57 | Wanita | 6.352 views
Penggunaan Bacaan Al-Quran Atau Adzan untuk Ringtone HP
9 January 2007, 23:30 | Quran | 6.653 views
Mi`raj Nabi dan Teknologi
9 January 2007, 23:29 | Kontemporer | 5.587 views
Ciuman dengan yang Bukan Muhrim
9 January 2007, 23:27 | Umum | 6.912 views
Tsunami dan Keadilan Allah
9 January 2007, 05:47 | Aqidah | 5.667 views
Orang Tua Syirik, Kita Bagaimana?
9 January 2007, 03:08 | Umum | 4.485 views
Nikah dengan Wanita Non Muslim
6 January 2007, 23:53 | Aqidah | 6.017 views
Apakah Tuhan Kita Sama?
6 January 2007, 20:17 | Aqidah | 5.854 views
Bentuk-Bentuk Ibadah Umat Terdahulu
5 January 2007, 22:48 | Umum | 6.070 views
Tujuh Pertanyaan Fundamental
5 January 2007, 15:07 | Kontemporer | 11.402 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,801,930 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img