Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Ibnu Taimiyah Apakah Termasuk Mujtahid Mutlak | rumahfiqih.com

Ibnu Taimiyah Apakah Termasuk Mujtahid Mutlak

Thu 18 January 2007 04:55 | Ushul Fiqih | 7.508 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Apakah dia termasuk dalam mujtahid mutlak?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ibnu Taimiyah adalah seorang ulama yangsangat luas dan dalam ilmunya. Beliau telah melahirkan begitu banyak fatwa, yang kemudian dikumpulkan di dalam satu kesatuan dan disebut dengan Majmu' Fatawa.

Namun kalau diletakkan dalam struktur level para mujtahid, beliau berada di dalam salah satu dari keempat mazhab, yaitu mazhab Hambali. Meski seringkali pendapat beliau tidak harus selalu 'setia' dengan mazhab induknya.

Jadi beliau memang bukan berada di level mujtahid mutlak mustaqil seperti keempat imam mazhab. Karena beliau masih menggunakan kadiah-kaidah dari dari imam mazhabnya.

Urutan Para Mujtahid

Adapun urutan para mujtahidin setelah para mujtahid mutlak adalahmujtahid muthlaqmustaqil, mujtahid muthlaq ghairu mustaqil, mujtahid muqayyad, mujtahid tarjih, mujtahid fatwa, lalu tingkatan para muqallid.

Berikut ini adalah sedikit penjelasan dari kriteria para mujtahid dari beberapa levelnya.

a. Mujtahid Mutlak Mustaqil

Mujtahid mutlak atau mujtahid mutlak mustaqil adalah seseorang yang mampu membuat kaidah sendiri dalam membuat kesimpulan-kesimpulan hukum fiqih. Atau ketika berfatwa terhadap suatu masalah, mereka menggunakan kaidah-kaidah yangdiciptakan sendiri sebagai hasil dari pemahaman merekayang mendalam terhadap Al-Quran dan Sunnah.

Yang termasuk mujtahid mutlak hanyalah 4 imam mazhab yang besar, yaitu Al-Imam Abu Hanifah (80-150 H), Al-Malik bin Anas bin Abi Amir Al-Ashbahi (93 – 179 H), Muhammad bin Idris Asy Syafi’i (150 – 204 H) dan Al-Imam Ahmad bin Hanbal Asy Syaibani (164 – 241 H).

Selebihnya adalah para mujtahid yang punya hak untuk berijtihad, namun levelnya ada di bawahnya. Mereka sering disebut dengan istilah mujtahid mazhab atau istilah-istilah lainnya.

b. Mujtahid Muthlaq Ghairu Mustaqil
Mereka adalah ulamayang memenuhi kriteria sebagai seorang mujahid mustaqil, akan tetapi ia tidak membuat kaidah-kaidah sendiri dalam menyimpulkan masalah-masalah fiqihnya. Mereka tetap masih menggunakan kaidah-kaidah yang dipakai oleh para imam madzhab masing-masing dalam ijtihadnya.

Yang termasuk di antara mereka adalah para murid imam madzhabsepertiAbu Yusuf, Muhammad, Zufar dari kalangan madzhab Al-Hanafiyah. Ibnu Al-Qasim, Asyhab, dan Asad Ibnu Furat dari kalangan Madzab Al-Malikiyah. Al-Buwaithi, Al-Muzanni dari kalangan madzhab Asy-Syafi’iyah. Abu Bakar Al-Atsram, Abu Bakar Al-Marwadzi dari kalangan Madzhab Al-Hanabilah.

Ibnu Abidin menamakan mereka sebagaitingkatan mujtahidmadzhab. Mereka mampu mengeluarkan atau membuat kesimpulan hukum dalam masalah fiqih berdasarkan dalil yang merujuk kepada kaidah yang digunakan oleh guru-guru mereka.

Walau pun kadang suka berbeda dalam beberapa hal dengan gurunya, akan tetapi mereka masih mengikuti gurunya dalam kaidah-kaidah pokoknya saja.

Dua tingkatan mujtahid di atas sudah tidak ada pada zaman sekarang.

c. Mujtahid Muqayyad

Mereka adalah para ulamayang berijtihad dalam masalah-masalah yang tidak ada nashnya (keterangannya) dalam kitab-kitab madzhab, seperti Al-Hashafi, Al-Thahawi, Al- Kurhi, Al-Halwani, Al-Srakhosi, Al-Bazdawi dan Qadli Khan dari kalangan madzhab Al-Hanafiyah. Al-Abhari, Ibnu Abi Zaid Al-Qairawani dari kalangan Madzab Al-Malikiyah. Abi Ishaq Al-Syiraji, Al-Marwadzi, Muhammad bin Jarir, Abi Nashr, Ibnu Khuzaimah dari kalangan Madzhab Al- Syafi’iyah. Al-Qadli Abu Ya’la, Al-Qadli Abi Ali bin Abi Musa dari kalangan Madzhab Al- Hanabilah.

Mereka semua disebut para imam al-wujuh, karena mereka dapat meyimpulkan suatu hukum yang tidak ada nashnya dalam kitab madzhab mereka, dinamakan wajhan dalam madzhab (satu versi dalam madzhab) atau satu pendapat dalam madzhab. Mereka masih berpegang kepada madzhab bukan kepada imamnya (gurunya), hal ini tersebar dalam dua madzhab yaitu, Al-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah.

d. Mujtahid Tarjih
Mereka adalah para ulama yang mampu mentarjih (menguatkan) salah satu pendapat dari satu imam madzhab dari pendapat-pendapat madzhab imam lain, atau dapat mentarjih pendapat salah satu imam madzhab dari pendapat para muridnya atau pendapat imam lainnya. Jadi mereka hanya mengambil satu riwayat dari beberapa riwayat saja.

Yang termasuk di antara mereka seperti Al-Qaduri, Al-Murghainani (pangarang kitab Al-Hidayah) dari kalangan madzhab Al- Hanafiyah. Imam Al-Kholil dari kalangan Madzhab Al-Malikiyah. Al- Rafi’i, Al-Nawawi dari kalangan Madzhab Al- Syafi’iyah. Al-Qadli Alauddin Al-Mardawi tokohnya madzhab Al- Hanabalah. Abu Al-Khottob Mahfudz bin Ahmad Al-Kalwadzani Al-Bagdadi dari kalangan madzhab Al-Hanabilah.

e. Mujtahid Fatwa
Mereka adalah para ulama yang senantiasa mengikuti salah satu madzhab, mengambil dan memahami masalah-masalah yang sulit ataupun yang mudah, dapat membedakan mana pendapat yang kuat dari yang lemah, mana pendapat yang rajih dari yang marjuh.

Akan tetapi mereka lemah dalam menetapkan dalil dan mengedit dalil-dalil qiyasnya. Seperti para imam pengarang matan-matan yang terkamuka dari kalangan imam mutaakhir (belakangan), seperti pengarang Al-Kanzu (Kanzul Ummal), pengarang Al-Durur Mukhtar, pengarang Majma’ Al-Anhar dari kalangan Al-Hanafiyah, Al-Ramli dan Ibnu Hajar dari kalangan Al-Syafi’iyah.

f. Muqollid
Adalah mereka yang tidak mampu melakukan hal-hal di atas, seperti membedakan mana yang kuat mana yang lemah, ia hanya bisa mengikuti pendapat-pendapat ulama yang ada.

Jumhur ulama tidak membedakan anatara mujtahid muqoyyad dan mujtahid takhrij, tetapi Ibnu Abidin menjadikan mujtahid takhrij sebagai tingkatan yang keempat setelah mujtahid muqoyyad, ia memberikan contoh Al-Razi Al-Jashash (wafat th. 370) dan yang semisalnya.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Merayakan Hari Ulang Tahun atau Kelahiran
18 January 2007, 02:53 | Kontemporer | 6.149 views
Adakah Dalil Shahih Qunut Subuh?
17 January 2007, 10:21 | Shalat | 6.796 views
Pengajian dengan Memakai Musik
17 January 2007, 10:13 | Dakwah | 7.396 views
Shahabat Nabi Saling Berbunuhan: Bagaimana Posisi Kita?
15 January 2007, 23:50 | Aqidah | 6.174 views
Hukum Air Liur dan Sholat
15 January 2007, 23:47 | Thaharah | 6.422 views
Hubungan Intim Tiap Hari, Berdosakah?
15 January 2007, 02:25 | Nikah | 6.474 views
Bukankah Seharusnya Diadili Dulu Baru Disiksa Dikuburnya?
15 January 2007, 02:25 | Aqidah | 5.985 views
Benarkah Setan Nggak Boleh Disakiti?
12 January 2007, 03:00 | Aqidah | 5.565 views
Batasan Mengambil Keuntungan dengan Kredit
12 January 2007, 00:14 | Muamalat | 5.633 views
Meminta Komisi Pembelian
11 January 2007, 03:31 | Umum | 6.736 views
Kalau Rokok Haram, Bagaimana Solusinya?
11 January 2007, 02:22 | Kuliner | 5.747 views
Bolehkah Perempuan Menggunakan Perhiasan?
10 January 2007, 03:57 | Wanita | 6.358 views
Penggunaan Bacaan Al-Quran Atau Adzan untuk Ringtone HP
9 January 2007, 23:30 | Quran | 6.658 views
Mi`raj Nabi dan Teknologi
9 January 2007, 23:29 | Kontemporer | 5.588 views
Ciuman dengan yang Bukan Muhrim
9 January 2007, 23:27 | Umum | 6.935 views
Tsunami dan Keadilan Allah
9 January 2007, 05:47 | Aqidah | 5.674 views
Orang Tua Syirik, Kita Bagaimana?
9 January 2007, 03:08 | Umum | 4.487 views
Nikah dengan Wanita Non Muslim
6 January 2007, 23:53 | Aqidah | 6.021 views
Apakah Tuhan Kita Sama?
6 January 2007, 20:17 | Aqidah | 5.856 views
Bentuk-Bentuk Ibadah Umat Terdahulu
5 January 2007, 22:48 | Umum | 6.071 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,853,593 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img