Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Halalkah Pekerjaan Saya Karena Memegang Daging Babi | rumahfiqih.com

Halalkah Pekerjaan Saya Karena Memegang Daging Babi

Fri 26 January 2007 00:32 | Muamalat | 6.105 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalaamualaikum wr. Wb

Sekarang saya berada di luar negri dan saya bekerja si sebuah toko roti di kota tempat saya tinggal. Ada beberapa menu yang isiannya memakai daging babi. Pertanyaan saya:

1. Haramkah pekerjaan saya karena saya harus mengisi isian daging babi tersebut? Tapi tentu saja saya tidak memakannya.

2. Adakah perlakuan khusus ketika saya sudah memegang daging babi tersebut misalnya membasuh sebanyak tujuh kali maksud saya apakah daging babi tersebut termasuk najis?

Mohon jawabannya, terimakasih.

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Daging babi itu haram dimakan buat umat Islam. Dan bukan sekedar haram dimakan, daging babi juga benda najis level tinggi (mughalladzah).

Allah SWT telah menegaskan hal ini pada banyak ayat Al-Quran, salah satunya adalah ayat berikut ini:

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disebut selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah: 173)

Dari sisi kenajisan, para ulama meletakkan najis babi ini setara dengan najis air liur anjing. Keduanya dianggap sama-sama najis berat.Kita katakan najis berat, karena cara mensucikan secara ritualnya memang terbilang berat. Yaitu dengan cara mencucinya dengan air sebanyak tujuh kali, salah satunya dengan tanah.

Cara pensucian ini kami katakan berbentuk ritual, bukan semata-mata masalah kebersihan atau kesehatan pisik. Meski najis babi itu anda cuci dengan alkohol dan beragam jenis sabun anti septic, secara nilai di sisi Allah najisnya belum hilang. Karena ritualnya tidak terpenuhi.

Sebenarnya ritual pembersihan najis mughalladzah ini secara dalil milik air liur anjing yang masuk ke dalam suatu wadah air. Rasulllah SAW perintahkan untuk mencuci wadahair yang sempat diminum anjing sedemikian rupa. Lalu oleh para ulama, ditarik kesimpulannya bahwa demikianlah cara mensucikan najis berat, tidak terbatas hanya pada air liur anjing saja. Maka najis babi, karena termasuk najis berat, cara mensucikannya sama.

Dalil tentang keharusan mencuci najis berat dengan air 7 kali dan salah satunya dengan tanah adalah hadits berikut ini:

Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sucinya wadah air milik kalian yang diminum anjing adalah dengan mencucinya pakai air tujuh kali, salah satunya dengan tanah." (HR Muslim)

Hukum Babi Buat Orang Kafir

Semua hukum di atas adalah hukum yang dikehendaki Allah SWT dan berlaku untuk hamba-Nya yang muslim. Ada pun di luar agama Islam, secara status hukum, orang-orang kafir non muslim tidak terikat dengan hukum tersebut. Di luar umat Islam, orang-orang kafir tidak punya beban taklif atas haram dan najisnya babi.

Kalau kita lihat dari sudut pandang keberlakuan suatu hukum, maka seorang muslim yang bekerja di negeri kafir yang umumnya penduduknya makan babi, tidak berdosa bila bekerja pada bidang yang ada kaitannya dengan babi.

Dia tidak berdosa ketika membantu orang kafir memakan babi. Seperti yang terjadi pada diri anda, bekerja di sebuah rumah makan, di mana yang makan di situ memang bukan muslim. Toh, mereka memang tidak terikat hukum syariat. Maka tidak ada dosa bagi Anda bila menjadi pekerja yang membantu mereka makan babi. Yang penting anda sendiri tidak memakannya.

Namun yang harus anda renungkan, meski orang kafir di dunia ini tidak terikat dengan hukum syariah, mereka tetap dianggap pembangkan di sisi Allah. Semua pelanggaran syariah di dunia ini, tetap akan dicatat dan berpengaruh dalam siksaan mereka di akhirat.

Siksaan neraka untukseorang Fir'aun yang kafirdan juga banyak dosa tentu akan lebih berat dari sekedar siksaan buat Abu Thalib.Meski sama-sama kafir, tapi dari segi maksiat dan pelanggaran dosa, Abu Thalib boleh dibilang lebih ringan. Meski keduanya sama-sama ada di dalam neraka, tapi neraka punya level. Abu Thalib siksaannya lebih ringan dari siksaan yang diterima Fir'aun. Semua karena dipengaruhi pelanggaran syariah yang mereka lakukan di dunia.

Orang kafir yang makan babi siksaan di nerakanya lebih berat dari orang kafir yang tidak makan babi. Meski secara hukum, mereka tidak keharamannya tidak berlaku buat mereka berdua di dunia ini.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Benarkah Mendoakan Orang Mati Tidak Menghasilkan Apa-Apa?
24 January 2007, 23:33 | Aqidah | 8.336 views
Waktu Terlarang untuk Jima
24 January 2007, 23:24 | Nikah | 7.380 views
Wajibkah Beasiswa Dizakatkan?
24 January 2007, 23:22 | Zakat | 5.434 views
Berzina Adalah Dosa Besar Apakah Dapat Terampuni?
23 January 2007, 23:40 | Jinayat | 6.341 views
Sholat Jum'at Kurang dari 40 Orang
23 January 2007, 23:39 | Shalat | 8.034 views
"Kamu Mirip Ibumu", Apakah Termasuk Zihar?
23 January 2007, 23:35 | Nikah | 6.743 views
Hari-Hari Haram Berpuasa Sunnah
23 January 2007, 23:28 | Puasa | 6.167 views
Kenapa Ada Perbudakan Pada Masa Kerasulan?
23 January 2007, 02:11 | Umum | 5.868 views
Ingin Tahu Tentang Tasawuf
23 January 2007, 00:08 | Aqidah | 9.543 views
Hukum Meminjam Uang di Koperasi Simpan Pinjam
23 January 2007, 00:07 | Muamalat | 7.111 views
Apakah Agama Ilmu Eksak atau Bukan
22 January 2007, 04:28 | Aqidah | 4.700 views
Bolehkah Seorang PNS Buka Usaha?
22 January 2007, 04:17 | Negara | 4.709 views
Kenapa Al-Quran Ada Dua?
22 January 2007, 04:14 | Quran | 6.153 views
Mengapa Ada Hadits Qudsi, Kan Sudah Ada Al-Quran?
18 January 2007, 23:12 | Hadits | 6.801 views
Bagaimana Mendapat Jawaban Shalat Istikharah?
18 January 2007, 23:11 | Shalat | 6.503 views
Sejarah Islam Terkontaminasi
18 January 2007, 06:18 | Umum | 5.713 views
Ibnu Taimiyah Apakah Termasuk Mujtahid Mutlak
18 January 2007, 04:55 | Ushul Fiqih | 7.453 views
Merayakan Hari Ulang Tahun atau Kelahiran
18 January 2007, 02:53 | Kontemporer | 6.134 views
Adakah Dalil Shahih Qunut Subuh?
17 January 2007, 10:21 | Shalat | 6.778 views
Pengajian dengan Memakai Musik
17 January 2007, 10:13 | Dakwah | 7.366 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,669,935 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img