Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Muamalah Gadai Dalam Islam | rumahfiqih.com

Muamalah Gadai Dalam Islam

Mon 26 February 2007 23:44 | Muamalat | 10.676 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum,

Ustadz yang dirahmati Alloh SWT.

Saya ingin bertanya tentang hukum gadai. Apakah praktek pegadaian itu dibenarkan secara hukum syariah? Kalau dibenarkan, bagaimana bentuknya?

Mohon juga dijelaskan tentang prinsip pegadaian yang dibenarkan dalam Islam.

Terima Kasih atas jawabannya

Wassalamu'alaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dalam istilah fiqih, gadai dikenal dengan sebutan ar-rahn. Para fuqaha sepakat membolehkan praktek gadai ini, asalkan tidak terdapat praktek yang dilarang, seperti riba atau penipuan. Di masa Rasulullah praktek rahn pernah dilakukan. Kita dapati banyak riwayat tentang hal itu dan salah satunya adalah hadits berikut ini.

Dari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW membeli makanan dari seorang yahudi dengan cara menggadaikan baju besinya.(HR Bukhari dan Muslim)

Dahulu ada orang menggadaikan kambingnya. Rasul ditanya bolehkah kambingnya diperah. Nabi mengizinkan, sekadar untuk menutup biaya pemeliharaan.

Apabila ada ternak digadaikan, punggungnya boleh dinaiki (oleh orang yang menerima gadai) karena ia telah mengeluarkan biaya (menjaga)nya… Kepada orang yang naik ia harus mengeluarkan biaya perawatannya”, (HR Jamaah kecuali Muslim dan Nasa’i, Bukhari no. 2329, kitab ar-Rahn).

Dari kedua hadits di atas, bisa kita simpulkanbahwa Rasullulah mengizinkan kita melakukan praktek gadai, bahkan dibolehkan juga buat kita untuk mengambil keuntungan dari barang yang digadaikan. Sebagai menutup biaya pemeliharaan.

Nah, biaya pemeliharaan inilah yang kemudian dijadikan ladang ijtihad para pengkaji keuangan syariah, sehingga gadai atau rahn ini menjadi produk keuangan syariah yang cukup menjanjikan.

Secara teknis gadai syariah dapat dilakukan oleh suatu lembaga tersendiri seperi Perum Pegadaian, perusahaan swasta, perusahaanpemerintah, atau merupakan bagian dari produk-produk finansial yang ditawarkan bank.

Praktik gadai syariah ini sangat strategis mengingat citra pegadaian memang telah berubah sejak enam-tujuh tahun terakhir ini. Pegadaian kini bukan lagi dipandang tempatnya masyarakat kalangan bawah mencari dana di kala anaknya sakit atau butuh biaya sekolah. Pegadaian kini juga tempat para pengusaha mencari dana segar untuk kelancaran bisnisnya.

Misalnya seorang produser film dakwah membutuhkn biaya untuk memproduksi filmnya, maka bisa saja ia menggadaikan mobil untuk memperoleh dana segar beberapa puluh juta rupiah. Setelah hasil panennya terjual dan bayaran telah ditangan, selekas itu pula ia tebus mobil yang digadaikannya. Bisnis tetap jalan, likuiditas lancar, dan yang penting produksi bisa tetap berjalan.

Unsur dan Rukun Rahn

Dalam prakteknya, gadai secara syariah ini memilikibeberapa unsur:

1. Pertama: Ar-Rahin

Yaitu orang yang menggadaikan barang atau meminjam uang dengan jaminan barang

2. Kedua: Al-Murtahin

Yaitu orang yang menerima barang yang digadaikan atau yang meminjamkan uangnya.

3. Ketiga: Al-Marhun/ Ar-Rahn

Yaitu barang yang digadaikan atau dipinjamkan

4. Keempat: Al-Marhun bihi

Yaitu uang dipinjamkan lantaran ada barang yang digadaikan.

Rukun Gadai

Seangkan dalam praktek gadai, ada beberapa rukun yang menjadi kerangka penegaknya. Dintaranya adalah

1. Al-'Aqdu yaitu akad atau kesepaktan untuk melakukan transaksi rahn Sedangkan yang termasuk rukun rahn adalah hal-hal berikut:

2. Adanya Lafaz yaitu pernyataan adanya perjanjian gadai. Lafaz dapat saja dilakukan secara tertulis maupun lisan, yang penting di dalamnya terkandung maksud adanya perjanjian gadai di antara para pihak.

3. Adanya pemberi dan penerima gadai

Pemberi dan penerima gadai haruslah orang yang berakal dan balig sehingga dapat dianggap cakap untuk melakukan suatu perbuatan hukum sesuai dengan ketentuan syari’at Islam.

4. Adanya barang yang digadaikan

Barang yang digadaikan harus ada pada saat dilakukan perjanjian gadai dan barang itu adalah milik si pemberi gadai, barang gadaian itu kemudian berada di bawah pengasaan penerima gadai.

5. Adanya Hutang

Hutang yang terjadi haruslah bersifat tetap, tidak berubah dengan tambahan bunga atau mengandung unsur riba.

Demikian sekilah tentang hukum gadai, insya Allah dalam kesempatan mendatang akan kami rinci lebih detail.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Sikap yang Terbaik Masalah Perbedaan Qunut
26 February 2007, 00:19 | Shalat | 6.592 views
Terlambat Shalat Jumat, Harus Bagaimana?
23 February 2007, 08:09 | Shalat | 6.361 views
Mas Kawin Tidak Sama dengan yang Diucapkan Dalam Akad
23 February 2007, 03:46 | Nikah | 5.670 views
Apakah Hukumnya Musik Menurut Islam?
22 February 2007, 07:39 | Umum | 25.502 views
Bid'ah di Tengah Kita
22 February 2007, 03:58 | Umum | 7.261 views
Berwudhu' Tanpa Melepas Sepatu
21 February 2007, 06:43 | Thaharah | 7.413 views
Syarat Sebuah Hadits Shahih
20 February 2007, 02:39 | Hadits | 5.981 views
Al-Quran Bukan Berbahasa Arab, Benarkah?
20 February 2007, 01:54 | Quran | 6.600 views
Hukum Mengubur Ari-Ari Bayi
18 February 2007, 23:34 | Umum | 30.358 views
Adakah Keharusan Mengikuti Salah Satu Mazhab?
16 February 2007, 00:53 | Ushul Fiqih | 7.254 views
Kriteria Miskin
16 February 2007, 00:40 | Zakat | 7.969 views
Bagaimana Membedakan Magis dan Ilmu Pengetahuan?
15 February 2007, 03:44 | Aqidah | 6.058 views
Pakaian Celana Panjang untuk Laki-Laki
15 February 2007, 02:52 | Umum | 7.520 views
Partai Politik dan Perdebatan
14 February 2007, 09:38 | Negara | 5.371 views
Bangunan Masjidil Aqsha Runtuh Memang Kenapa?
14 February 2007, 00:15 | Umum | 6.143 views
Uang Administrasi Halal atau Haram
13 February 2007, 23:20 | Muamalat | 6.257 views
Fiqih Vs Ilmu Pengetahuan: Adakah Perbedaan?
13 February 2007, 07:43 | Ushul Fiqih | 5.230 views
Orang Eskimo dan Hukum Puasa
13 February 2007, 02:36 | Puasa | 6.658 views
Shalat Tasbih, Bid'ahkah Hukumnya?
12 February 2007, 00:15 | Shalat | 6.248 views
Homoseks: Takdir, Nasib atau Apa?
9 February 2007, 01:23 | Kontemporer | 6.904 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,287,085 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:01 | Maghrib 17:53 | Isya 19:05 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img