Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Wajibkah Beasiswa Dizakatkan? | rumahfiqih.com

Wajibkah Beasiswa Dizakatkan?

Wed 24 January 2007 23:22 | Zakat | 5.647 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ustadz, pertanyaan saya singkat saja, wajibkah beasiswa untuk melanjutkan sekolah diambil zakatnya? Bila iya, bagaimanakah perhitungannnya?

Terima kasih banyak atas bantuannya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di dalam masalah zakat modern dewasa ini, berkembang beberapa paham baru tentang zakat. Misalnya, dahulu belum dikenal zakat profesi secara baku di dalam karya klasik fiqih Islam, namun sekarang bermunculan ijtihad tentang wajibnya zakat profesi.

Demikian juga halnya dengan zakat dari beasiswa. Yang ini malah lebih tidak lazim lagi ketimbang zakat profesi.

Tentu saja ijtihad itu dibuat bukan asal-asalan. Yang berijtihad pun bukan orang sembarangan. Sehingga kalau pun ijtihad itu diikuti, insya Allah bukan termasuk bid'ah atau mengada-adakan sesuatu yang baru.

Namun meski demikian, tetap saja ada kalangan ulama yang tidak sepenuhnya sependapat dengan adanya zakat model baru. Termasuk zakat profesi. Yang menolak keberadaan zakat profesi ini tidak kalah banyaknya. Dan yang menolak adanya kewajiban zakat dari beasiswa juga lebih banyak lagi.

Kalau pun ada sebagian ulama yang mewajibkan zakat profesi, maka landasannya memang sangat masuk akal dan nalar. Sebab dalam banyak kasus, para pekerja profesional memang umumnya jauh lebih berada dan lebih banyak duitnya dari pada petani, peternak, pedagang kecil dan lainnya.

Maka sangat masuk akal bila para profesional yang duitnya bertumpuk diwajibkan untuk berzakat lewat zakat profesi.

Tapi dari mana logikanya kalau kita harus mewajibkan zakat kepada para pelajar dan mahasiswa, yang kantongnya senin kamis?

Bukankah mereka itu justru mendapat beasiswa karena mereka tidak mampu? Kalau orang sudah tidak mampu, lalu dapat sedekah berupa beasiswa, maka tidak perlu lagi dimintai sedekah (zakat) lagi.

Sebab tidak semua harta yang dimiliki wajib dizakatkan. Paling tidak ada 5 kriteria harta yang wajib dizakatkan. Dua di antaranya yang paling terkait dengan apa yang anda tanyakan adalah masalah

1. Harta itu memenuhi jumlah standar minimal (nisab)

Bila suatu harta belum memenuhi jumlah tertentu, maka belum ada kewajiban zakat atas harta itu. Namun sebaliknya, bila jumlahnya telah sampai pada batas tertentu atau lebih, barulah ada kewajiban zakat atasnya. Jumlah tertentu ini kemudian disebut dengan istilah nisab.

Bila jumlah beasiswa belum memenuhi standar nisab, otomatis tidak ada kewajiban untuk bayar zakat.

2. Harta itu telah melebihi kebutuhan dasar

Harta baru diwajibkan untuk dizakatkan, manakala pemiliknya telah terpenuhi hajat dasarnya atas harta itu. Sebagaimana ditetapkan oleh mazhab Al-Hanafiyah dalam kebanyakan kitab mereka.

Sebab bila seseorang yang punya harta banyak, namun dia juga punya hajat dasar atau tanggungan yang lebih banyak lagi, maka pada hakikatnya dia justru orang yang kekurangan.

Yang dimaksud dengan kebutuhan atau hajat dasar tentu saja relatif, namun bukan berarti setiap orang berhak menentukan sendiri apa kebutuhannya. Lagi pula, bukan berarti setiap yang diinginkan atau menjadi selera seseorang, bisa dimasukkan ke dalam kategori kebutuhan pokok. Tidak demikian pengertiannya.

Tentu bukan perbuatan yang benar bila seorang yang terbiasa hidup enak di kawasan elit, makan enak di restoran mahal bisa saja dianggap sebagai hajat dasar. Ke mana-mana naik pesawat kelas utama buat sebagian kalangan memang bisa dianggap hajat pokok, atau punya mobil mewah, pembantu 12 orang, satpam rumah 12 orang, bisa saja diakui sebagai hajat pokok. Namun tentu saja bukan itu yang dimaksud dengan kriteria ini.

Yang dimaksud adalah kebutuhan yang memang benar-benar mendasar buat seorang manusia untuk bisa menyambung hidupnya. Misalnya, kebutuhan untuk makan dan mengisi perutnya, kebutuhan untuk bisa tertutup auratnya dengan sehelai pakaian, kebutuhan untuk bisa berlindung di bawah sebuah atap rumah, meskipun seadanya atau mengontrak murah. Sekedar dirinya bisa terlindungi dari terik matahari, curah hujan atau tusukan dingin angin musim dingin.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Berzina Adalah Dosa Besar Apakah Dapat Terampuni?
23 January 2007, 23:40 | Jinayat | 6.937 views
Sholat Jum'at Kurang dari 40 Orang
23 January 2007, 23:39 | Shalat | 9.355 views
"Kamu Mirip Ibumu", Apakah Termasuk Zihar?
23 January 2007, 23:35 | Nikah | 7.118 views
Hari-Hari Haram Berpuasa Sunnah
23 January 2007, 23:28 | Puasa | 6.569 views
Kenapa Ada Perbudakan Pada Masa Kerasulan?
23 January 2007, 02:11 | Umum | 6.265 views
Ingin Tahu Tentang Tasawuf
23 January 2007, 00:08 | Aqidah | 10.015 views
Hukum Meminjam Uang di Koperasi Simpan Pinjam
23 January 2007, 00:07 | Muamalat | 7.383 views
Apakah Agama Ilmu Eksak atau Bukan
22 January 2007, 04:28 | Aqidah | 4.834 views
Bolehkah Seorang PNS Buka Usaha?
22 January 2007, 04:17 | Negara | 4.863 views
Kenapa Al-Quran Ada Dua?
22 January 2007, 04:14 | Quran | 6.368 views
Mengapa Ada Hadits Qudsi, Kan Sudah Ada Al-Quran?
18 January 2007, 23:12 | Hadits | 7.451 views
Bagaimana Mendapat Jawaban Shalat Istikharah?
18 January 2007, 23:11 | Shalat | 6.792 views
Sejarah Islam Terkontaminasi
18 January 2007, 06:18 | Umum | 5.880 views
Ibnu Taimiyah Apakah Termasuk Mujtahid Mutlak
18 January 2007, 04:55 | Ushul Fiqih | 7.960 views
Merayakan Hari Ulang Tahun atau Kelahiran
18 January 2007, 02:53 | Kontemporer | 6.361 views
Adakah Dalil Shahih Qunut Subuh?
17 January 2007, 10:21 | Shalat | 7.031 views
Pengajian dengan Memakai Musik
17 January 2007, 10:13 | Dakwah | 7.757 views
Shahabat Nabi Saling Berbunuhan: Bagaimana Posisi Kita?
15 January 2007, 23:50 | Aqidah | 6.402 views
Hukum Air Liur dan Sholat
15 January 2007, 23:47 | Thaharah | 7.015 views
Hubungan Intim Tiap Hari, Berdosakah?
15 January 2007, 02:25 | Nikah | 6.741 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,716,239 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-8-2019
Subuh 04:41 | Zhuhur 11:57 | Ashar 15:18 | Maghrib 17:58 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img