Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Memperkosa Isteri Sendiri | rumahfiqih.com

Memperkosa Isteri Sendiri

Mon 29 January 2007 01:29 | Nikah | 8.557 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sebelumnya saya mohon maaf kepada ustadz tentang pertanyaan saya ini. Tapi mudah-mudahan bukan menjadi hal yang tabu, karena menyangkut kejadian nyata yang harus di cek dengan hukum Islam.

Begini ustadz, saya punya teman yang sudah lama tidak bertemu, ketika bertemu kami saling menceritakan tentang keadaan masing-masing. Teman saya bercerita bahwa dia sudah menikah empat bulan yang lalu, tapi tidak bahagia. Katanya yang menjadi masalah ialah isterinya yang tidak cinta kepada teman saya itu, pernikahan terjadi pun bukan atas dasar cinta/kasih sayang, tetapi karena faktor orang tua dan yang lainnya.

Sikap isterinya itu cuek, tidak mau didekati atau disentuh, jarang bicara dan selalu menjauh. Bahkan tidur pun tidak mau seranjang, apalagi berhubungan suami isteri.

Yang menjadi sakit hati teman saya ialah sikap isterinya apabila menjelang malam/tidur, isterinya suka memakai pakaian yang tebal dan celana yang berlapis-lapis. Akhirnya pada suatu hari teman saya kehilangan kesabarannya untuk menggauli isterinya dengan cara paksa seperti memperkosa.

Yang saya tanyakan ialah, bagaimana hukumnya seorang isteri yang tidak taat suami/tidak mau diajak hubungan suami isteri. Dan yang kedua bagaimana hukumnya menurut Islam tentang memperkosa isteri sendiri, apakah boleh karena sudah hak, atau malahmendzholimi isteri karena memaksa berhubungan dengan cara kasar.

Itu saja yang saya tanyakan, mohon maaf... Semoga ustadz berkenan memberikan panjelasan atas pertanyaan saya ini.

Terimakasih...

Wassalamu'alaikum. Wr. Wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Secara sederhana bisa dijawab bahwa masih lebih jahat memperkosa isteri orang lain dari pada isteri sendiri. Sebab memperkosa isteri orang hukumnya zina dan kejahatan sekaligus. Sedangkan memperkosa isteri sendiri, meski zhalim tetapi tidak ada kaitannya dengan dosa zina. Sebab isteri itu halal disetubuhi. Bahkan salah satu dari tujuan pernikahan adalah untuk menyalurkan hasrat seksual manusiawi secara halal.

Maka istilah pemerkosaan kepada isteri sendiri adalah sebuah kesalahan. Sebab tidak ada pemerkosaan pada isteri sendiri, karena isteri itu halal disetubuhi.

Kalau pun ada yang tidak beres atau bersift pemaksaan, maka istilahnya bukan pemerkosaan.

Kita memang seringkali menemukan kasus seperti ini, yaitu seorang isteri tidak suka pada suaminya, sampai tidak mau melayaninya secara lahir batin. Tentu kami tidak mungkin begitu saja menyalahkan isteri secara sepihak, juga tidak mungkin menyalahkan suami secara sepihak. Sebab boleh jadi masing-masing pihak punya faktor kesalahan, namun merasa dirinya benar.

Jalan ke luarnya tentu dialog antara keduanya. Tentu harus dicari suasananya yang romantis, santai, tidak emosional dan elegan. Urusan rumah tangga seperti ini memang aneh bin ajaib, karena melibatkan faktor rasa, emosi dan suasana hati. Jauh sekali dari logika dan akal.

Terkadang kalau dialog macet dan menemukan jalan buntu, dibutuhkan pihak ketiga yang shalih dan bertaqwa untuk melincinkan jalan diplomasi. Hal ini sangat dimungkinkan dan harus disegerakan, sebelum segala sesuatunya terlambat.

Sebab selama masa konflik seperti ini, kedua belah pihak akan memanen begitu banyak dosa dan maksiat. Mulai dari isteri menolak ajakan suami yang akan kena laknat malaikat sejak malam hingga subuh, hingga dosa menyebarkan aib pasangan kepada orang lain.

Seorang isteri kalau sudah sampai kepada stigma tidak mau disetubuhi suaminya, maka azab besar sudah menjelang, baik di dunia apalagi akhirat. Mengapa demikian?

Karena akan terjadi efek domino. Misalnya, suami jadi tidak bisa menyalurkan hasrat seksualnya, lalu mungkin saja akan jatuh ke lembah perzinaan, atau kawin lagi diam-diam, atau membangun hubungan TTM (teman tapi mesra) dan seterusnya. Ini yang kami bilang mendatangkan azab lebih besar.

Lebih jauh lagi, isteri pun demikian, sangat mungkin dia akan curhat kepada orang lain, atau mencari pelampiasan kepada orang lain, ujung-ujungnya zina juga.

Maka yang paling murah, efisien, cerdas dan ringan adalah mengatur ulang stigma tersebut. Carilah akar-akar masalah mengapa seorang isteri sampai punya stigma sejauh itu. Kesalahan mungkin bukan pada isteri seorang, tetapi boleh jadi justru datang dari suami 100%. Artinya, faktor penyebab isteri tidak mau melayani suami karena sikap suami yang kurang berkenan di hari isteri.

Kalau faktor penyebabnya sudah ditemukan, maka mulailah perbaikan-perbaikannya. Jangan gunakan emosi tapi akal sehat. Sebab emosi teman setan sedangkan akal sehat adalah anugerah Allah SWT yang sangat besar nilainya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Fiqih Musyawarah dan Voting Dalam Islam
26 January 2007, 03:36 | Negara | 6.258 views
Halalkah Pekerjaan Saya Karena Memegang Daging Babi
26 January 2007, 00:32 | Muamalat | 9.005 views
Benarkah Mendoakan Orang Mati Tidak Menghasilkan Apa-Apa?
24 January 2007, 23:33 | Aqidah | 9.827 views
Waktu Terlarang untuk Jima
24 January 2007, 23:24 | Nikah | 9.004 views
Wajibkah Beasiswa Dizakatkan?
24 January 2007, 23:22 | Zakat | 5.705 views
Berzina Adalah Dosa Besar Apakah Dapat Terampuni?
23 January 2007, 23:40 | Jinayat | 7.138 views
Sholat Jum'at Kurang dari 40 Orang
23 January 2007, 23:39 | Shalat | 9.691 views
"Kamu Mirip Ibumu", Apakah Termasuk Zihar?
23 January 2007, 23:35 | Nikah | 7.245 views
Hari-Hari Haram Berpuasa Sunnah
23 January 2007, 23:28 | Puasa | 6.646 views
Kenapa Ada Perbudakan Pada Masa Kerasulan?
23 January 2007, 02:11 | Umum | 6.487 views
Ingin Tahu Tentang Tasawuf
23 January 2007, 00:08 | Aqidah | 10.232 views
Hukum Meminjam Uang di Koperasi Simpan Pinjam
23 January 2007, 00:07 | Muamalat | 7.459 views
Apakah Agama Ilmu Eksak atau Bukan
22 January 2007, 04:28 | Aqidah | 4.878 views
Bolehkah Seorang PNS Buka Usaha?
22 January 2007, 04:17 | Negara | 4.913 views
Kenapa Al-Quran Ada Dua?
22 January 2007, 04:14 | Quran | 6.425 views
Mengapa Ada Hadits Qudsi, Kan Sudah Ada Al-Quran?
18 January 2007, 23:12 | Hadits | 8.028 views
Bagaimana Mendapat Jawaban Shalat Istikharah?
18 January 2007, 23:11 | Shalat | 6.883 views
Sejarah Islam Terkontaminasi
18 January 2007, 06:18 | Umum | 5.929 views
Ibnu Taimiyah Apakah Termasuk Mujtahid Mutlak
18 January 2007, 04:55 | Ushul Fiqih | 8.132 views
Merayakan Hari Ulang Tahun atau Kelahiran
18 January 2007, 02:53 | Kontemporer | 6.428 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,378,502 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-9-2019
Subuh 04:27 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:58 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img